Batang Pemerintah Kabupaten Batang berupaya memberikan ruang bagi anak agar suara mereka didengar melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Puluhan anak yang tergabung dalam Forum Anak Batang pun memanfaatkannya, untuk menuangkan ide sehingga selaras antara harapan anak dengan konsep pembangunan daerah di masa depan.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang berupaya memberikan ruang bagi anak agar suara mereka didengar melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Puluhan anak yang tergabung dalam Forum Anak Batang pun memanfaatkannya, untuk menuangkan ide sehingga selaras antara harapan anak dengan konsep pembangunan daerah di masa depan.
Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus
Pambudi mengatakan, Musrenbang ini memang digelar untuk mendengarkan aspirasi
anak dalam menyampaikan ide dan gagasan.
“Kami
berikan ruang partisipatif bagi anak-anak di Kabupaten Batang, untuk
menyampaikan aspirasinya terkait kebutuhan nyata langsung kepada pemangku
kebijakan,†katanya, saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten
Batang, Selasa (3/3/2026).
Musrenbang
ini merupakan upaya Pemda untuk memastikan perencanaan pembangunan yang
inklusif dan ramah anak.
“Tujuan
utamanya hanya satu yakni mewujudkan Kabupaten Batang Layak Anak,†tegasnya.
Dalam
kesempatan tersebut, hadir pula Bunda Forum Anak Batang Faelasufa Faiz
Kurniawan yang menjabarkan strategi mewujudkan Kabupaten Batang Layak Anak.
“Yang
pasti anak harus tahu haknya agar terpenuhi, maka sebagai pemangku kebijakan
Pemda senantiasa menghargai hak tersebut dan memenuhinya dalam bentuk kebijakan
yang pro hak anak,†jelasnya.
Ketua
Forum Anak Batang Caroline Kristaniaraga mengapresiasi digelarnya Musrenbang
yang berfokus pada isu-isu seputar hak anak. Musrenbang ini bisa menjembatani
antara permasalahan seputar hak anak hingga menemukan solusi terbaik, demi
terwujudnya Kabupaten Layak Anak.
“Musrenbang
ini jadi ajang mendengarkan suara anak-anak Kabupaten Batang. Kami punya banyak
keinginan, cuma belum punya wadahnya, di sisi lain masih ada yang terkadang
terbesit rasa takut untuk mengutarakan keinginannya, karena faktor keamanan di
ruang publik maupun dunia maya,†ungkapnya.
Sebagai
perwakilan Forum Anak, ia tetap mengharapkan anak-anak di Kabupaten Batang
berani mengungkapkan keinginannya tanpa dibebani rasa cemas.
“Apapun
yang kita sampaikan itu merupakan bentuk kepedulian kita dengan masa depan
kabupaten Batang yang lebih ramah anak,†ungkapnya.
Sementara
itu, Fasilitator Forum Anak Jawa Tengah, Kristina Setianingrum mengapresiasi
karena anak dilibatkan dalam perumusan sebuah rencana program pembangunan
beberapa tahun ke depan.
“Kita
dengar apa keinginan mereka, lalu isu-isu seputar anak yang perlu dicermati,
dan ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan yang mendukung Kabupaten Layak Anak,â€
tuturnya.
Menurutnya,
Musrenbang menjadi ruang yang aman bagi mereka untuk menuangkan ide dan gagasan
yang mendukung kebutuhan maupun haknya.
“Setelah
mendengar langsung suara mereka, saya yakin Pemkab Batang akan mampu
menjembatani keinginan anak dan merealisasikannya dalam bentuk kebijakan,†imbuhnya.
Spesialis
Perlindungan Anak Wilayah Jateng/DIY, Unicef Indonesia Naning Puji Yulianingsih
mengapresiasi kepada Pemkab Batang yang telah membuka ruang diskusi anak
melalui Musrenbang Anak.
“Beberapa
isu hangat yang bisa diangkat seputar kekerasan, perundungan, pernikahan di
bawah umur, serta mereka yang tergolong berkebutuhan khusus untuk mendapatkan
perhatian lebih,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)