Batang - Bau mulut selalu menjadi masalah bagi sebagian orang, terutama saat seharian dalam kondisi puasa. Sejumlah tips secara spesifik dibeberkan oleh dokter gigi Vivi Marizki agar saat menjalani puasa, terhindar dari aroma mulut yang kurang sedap, terutama ketika berbincang dengan lawan bicara.
Batang - Bau mulut selalu menjadi masalah bagi sebagian orang, terutama saat seharian dalam kondisi puasa. Sejumlah tips secara spesifik dibeberkan oleh dokter gigi Vivi Marizki agar saat menjalani puasa, terhindar dari aroma mulut yang kurang sedap, terutama ketika berbincang dengan lawan bicara.
Vivi
Marizki membagikan tips dan solusi agar aroma mulut tetap segar meski puasa
seharian. Tips utama agar mulut tidak mengeluarkan aroma kurang sedap, yakni
dengan sikat gigi di beberapa momentum penting.
“Kadang
kalau puasa itu seringkali bau mulut, solusinya sikat gigi setelah berbuka
puasa, dan wajibnya sebelum tidur dan satu kali setelah makan sahur. Bagi yang
punya gigi palsu, dilepas dulu disikat gigi biasa, gigi palsunya dibersihkan di
air, baru boleh dipakai lagi,†katanya saat ditemui di ruang praktiknya, di RS
QIM Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (28/2/2026).
Tips
lain yang tidak kalah pentingnya, membersihkan plak atau sisa makanan
menggunakan dental floss atau benang gigi. Alat tersebut digunakan untuk
menjangkau sisa makanan yang seringkali sulit dibersihkan jika hanya dengan
sikat gigi biasa.
“Terkadang
dengan sikat gigi saja, ada celah sisa makanan yang tidak terangkat, jadi
mengangkatnya pakai dental floss. Itu lebih disarankan karena lebih aman,
dibanding menggunakan tusuk gigi,†jelasnya.
Menanggapi,
penggunaan obat kumur yang oleh sebagian masyarakat digunakan untuk
menghilangkan bau mulut, Vivi tak mempermasalahkan apabila hanya sebagai
pelengkap saja.
“Yang
paling utama justru di tahap pembersihan dengan sikat gigi, kalau pun pakai
obat kumur pastikan non-alkohol,†terangnya.
Apabila
menghubungkan obat kumur beralkohol, dikhawatirkan akan membuat kering.
“Saran
saya pilih waktu saat malam hari, jika digunakan siang hari, dikhawatirkan ada
sisa yang tertelan dan bisa jadi membatalkan puasa,†tegasnya.
Vivi
pun mengingatkan agar selama puasa, cairan tubuh tetap terjaga dengan
mengonsumsi air yang cukup, terhindar dari dehidrasi.
“Cara
yang tepat dua gelas saat berbuka, sesudah tarawih empat gelas dan saat sahur
dua gelas,†ungkapnya.
Sementara,
usai menjalani pemeriksaan kesehatan gigi, Rifa sengaja berkonsultasi untuk
menjaga aroma mulut tetap segar meski berpuasa seharian. Diakuinya, ada sedikit
kekhawatiran apabila aroma mulut kurang sedap, terlebih pekerjaannya saat ini
erat kaitannya dengan pelayanan publik.
“Ya
kurang nyaman aja, kalau sampai bau mulut, makanya konsultasi ke dokter. Tadi
sarannya, harus rutin sikat gigi, minum air putih, sama banyakin konsumsi buah
dan sayur,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)