Batang - Fenomena anak-anak yang hobi berburu konten visual di pinggir rel menjadi perhatian utama. Tragedi ini menjadi ironi di tengah upaya petugas yang sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi keselamatan, terutama menjelang bulan Ramadan.
Batang - Fenomena anak-anak yang hobi berburu konten visual di pinggir rel menjadi perhatian utama. Tragedi ini menjadi ironi di tengah upaya petugas yang sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi keselamatan, terutama menjelang bulan Ramadan.
Kasi Bina Keselamatan
dan Perlintasan Sebidang Dishub Batang Bambang Pitono mengungkapkan, bahwa
pendekatan edukasi kini harus dilakukan dengan cara yang lebih lunak namun
tetap waspada.
“Kami temui anak-anak
di perlintasan, kami minta menjauh dari rel. Sama ibu-ibunya juga, kami beri
hadiah kecil biar mereka ingat bahaya kereta,†katanya saat ditemui di Kantornya,
Jumat (27/2/2026).
Ia menyadari bahwa
tindakan represif terkadang tidak mempan bagi warga setempat. Kalau hanya
dimarahi mereka balik lagi.
Bambang menyoroti satu
fenomena fatal yakni ketidaksadaran akan kereta ganda. Banyak anak yang terlalu
fokus merekam satu kereta yang melintas, tanpa menyadari ada kereta lain dari
arah berlawanan.
“Meski petugas PJL
telah membunyikan sirene dan masinis memberikan semboyan 35 (klakson), fokus
mereka seringkali tertahan pada layar ponsel. Masinis sudah bunyikan klakson,
tapi mereka masih fokus kamera,†jelasnya.
Kabupaten Batang saat
ini memiliki 15 perlintasan aktif yang menjadi titik pengawasan ketat, termasuk
jalur-jalur populer seperti Yos Sudarso, Gabus, hingga Ujungnegoro.
“Dishub juga menaruh
perhatian pada perlintasan liar di Kuripan yang kini dijaga oleh Linmas demi
keamanan wisatawan menuju pantai,†ungkapnya.
Menanggapi situasi
darurat keselamatan ini, Kepala Dinas Pendidikan san Kebudayaan Batang Bambang
Suryantoro Sudibyo, telah mengeluarkan edaran resmi agar siswa tidak melakukan
kegiatan ngabuburit di lokasi berbahaya.
“Kalau mau ngabuburit,
ke masjid atau taman saja, jangan ke rel kereta,†tegasnya.
Pihak Dinas Pendidikan
berencana menggandeng Dishub untuk masuk ke sekolah-sekolah yang berada di
sekitar jalur rel.
Namun, ia menekankan
bahwa benteng pertahanan utama tetaplah keluarga. Peran orang tua sangat
krusial untuk memastikan anak-anak mereka tidak menjadikan rel kereta sebagai
arena bermain demi sekadar konten media sosial. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)