Batang - BPJS Ketenagakerjaan Batang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama strategis guna memastikan para penggiat masjid dan musala memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan ini terutama menyasar risiko kecelakaan kerja dan kematian yang dapat menimpa para imam, muazin, marbut, takmir, khatib, dan pengabdi masjid lainnya.
Batang - BPJS Ketenagakerjaan Batang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama strategis guna memastikan para penggiat masjid dan musala memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan ini terutama menyasar risiko kecelakaan kerja dan kematian yang dapat menimpa para imam, muazin, marbut, takmir, khatib, dan pengabdi masjid lainnya.
Kepala BPJS
Ketenagakerjaan Cabang Batang Agus suyono mengatakan, kerja sama ini bertujuan
menghadirkan rasa aman bagi para pengabdi umat yang selama ini menjalankan
peran sosial dan keagamaan dengan penuh keikhlasan, namun kerap luput dari
perlindungan dasar jaminan sosial.
“Tujuan utama kerja
sama ini memastikan para takmir, imam, muazin, marbut, khatib, dan penggiat
masjid lainnya mendapatkan perlindungan sosial yang layak,†katanya saat
ditemui di Kantor Ketenagakerjaan Cabang Batang, Kabupaten Batang, Selasa
(24/2/2026).
Agus juga menekankan,
bahwa marbot dan imam masjid umumnya merupakan kepala keluarga yang menjadi
penopang ekonomi rumah tangga.
“Jika terjadi risiko
kerja atau meninggal dunia tanpa perlindungan, bisa muncul kemiskinan baru di
keluarganya. Di sinilah pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,†jelasnya.
Ia juga mengingatkan
bahwa terdapat dua badan penyelenggara jaminan sosial di Indonesia, yakni BPJS
Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, yang memiliki fungsi berbeda.
Agus juga mengimbau,
kepada seluruh masyarakat atau yang tergabung dalam DMI untuk dapat bergabung
menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan membayar iuran Rp16.800,00
sudah terlindungi.
Dalam kesempatan itu,
BPJS Ketenagakerjaan Batang juga memberikan santunan JKM kepada ahli waris serta
piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai aktif mendukung program.
“Melalui kolaborasi
ini, diharapkan para penggiat masjid dapat menjalankan tugasnya dengan lebih
tenang dan fokus. Dengan demikian, masjid tidak hanya berdiri megah secara
fisik, tetapi juga hidup secara sosial dan keagamaan, sekaligus menghadirkan
rasa aman bagi para pengabdi umat,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jumadi)