Batang - Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang dimanfaatkan oleh PMI Batang untuk menarik minat warga mendonorkan darah dengan memberikan bingkisan berupa 100 paket sarung. Bingkisan tersebut sebagai penghargaan dan motivasi agar pendonor bersemangat menyumbangkan darahnya, terutama saat Ramadan yang rawan membutuhkan golongan darah tertentu.
Batang - Bulan suci Ramadan menjadi momentum yang dimanfaatkan oleh PMI Batang untuk menarik minat warga mendonorkan darah dengan memberikan bingkisan berupa 100 paket sarung. Bingkisan tersebut sebagai penghargaan dan motivasi agar pendonor bersemangat menyumbangkan darahnya, terutama saat Ramadan yang rawan membutuhkan golongan darah tertentu.
Kepala
Unit Donor Darah (UDD) PMI Batang Edi Samiaji menerangkan, bingkisan sengaja
diberikan sebagai daya tarik bagi sebagian masyarakat, terkadang merasa cemas
jika akan berdonor saat menjalankan puasa. Bingkisan yang diberikan sedikit
berbeda dari hari biasa, yakni ada tambahan gizi serta bingkisan spesial berupa
sarung.
“Sarung
ini karena momentum Ramadan agar memudahkan mereka yang akan salat tarawih atau
untuk persiapan lebaran nanti. Soal donor darah saat puasa justru secara sosial
mendapat pahala berlipat ganda dan secara fisik justru menjadi tubuh semakin
prima,†katanya, saat ditemui di UDD PMI Batang, Kabupaten Batang, Senin (23/2/2026).
Untuk
stok darah khususnya golongan A dan B, sangat dibutuhkan tidak hanya untuk
pasien di dalam kota saja, namun juga menyuplai Kabupaten Pekalongan dan
Kendal.
“Untuk
suplai ke Kabupaten Pekalongan 100 kantong dan Kendal 50 kantong yang
didominasi golongan darah A, B dan O,†jelasnya.
Kegiatan
serupa juga akan kembali digelar di momentum menjelang hari raya Idulfitri
dengan bingkisan yang lebih menarik.
“Nanti
bakal ada lagi, bisa sembako atau bisa juga sarung lagi, tergantung respons
pendonor,†ungkapnya.
Salah
satu pendonor, Ulkhak mengaku sengaja datang untuk mendonorkan darah karena
sudah lama tak melakukan rutinitas tersebut, sekaligus tertarik dengan bonus
bingkisan sarung.
“Ini
ya karena sudah setahun lebih nggak donor, lha ini ada kabar dari teman kalau
donor di PMI dapat sarung tapi jumlahnya terbatas, akhirnya donor,†terangnya.
Baginya
yang telah 18 kali donor, tak masalah jika saat Ramadan mendonorkan darah,
karena tubuh justru semakin fit dan tidak lemas.
“Kadang
pola pikir yang negatif, jadi orang nggak mau donor, padahal puasa pun bisa
donor selama kondisi prima,†tegasnya.
Senada
dengan Kholid Alfarisi yang juga selalu intens mendonorkan darah saat Ramadan
tiba karena manfaatnya akan langsung terasa bagi tubuh.
“Setiap
PMI menggelar even donor saat Ramadan pasti ikut di luar rutin tiga bulanan
donor, karena di sisi lain beramal untuk mendapatkan pahala berlimpah di bulan
suci,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)