Pendangkalan Muara Batang, Dislutkan Batang Gotong Royong Lakukan Pengerukan

Selasa, 10 Februari 2026 Jumadi Dibaca 372 kali Lingkungan
Pendangkalan Muara Batang, Dislutkan Batang Gotong Royong Lakukan Pengerukan
Salah satu petugas alat berat melakukan pengerukan sedimentasi pada muara sungai di TPI Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang terus melakukan pengerukan sedimentasi di muara sungai yang menjadi akses keluar masuk kapal nelayan. Namun, upaya tersebut kerap terkendala faktor cuaca.

Batang - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang terus melakukan pengerukan sedimentasi di muara sungai yang menjadi akses keluar masuk kapal nelayan. Namun, upaya tersebut kerap terkendala faktor cuaca.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dislutkan Batang Agung Wisnu Barata mengatakan, pengerukan terakhir telah berjalan selama 17 hari kerja. Hari Minggu kemarin kita sudah 17 hari pengerukan. Hari ini jalan karena kebetulan cuaca cerah dan panas.

“Awalnya pengerukan ditargetkan selesai dalam 15 kali pekerjaan. Namun kondisi alam membuat endapan kembali menutup alur sehingga jumlah pengerukan harus ditambah. Sebenarnya target kita 15 kali sudah habis terkeruk, tapi ternyata alam seperti ini. Jadi kita tambahi lagi, mungkin sekitar 25 kali pengerukan,” katanya saat ditemui di TPI Batang, Kabupaten Batang, Selasa (10/2/2026).

Dalam sehari, alat yang digunakan mampu mengangkat sekitar 250 meter kubik sedimen. Agung mengakui, penggunaan muara sungai sebagai jalur pelabuhan tradisional memang memiliki kelemahan karena tingkat sedimentasinya tinggi dan terus berulang.

“Ini memang jadi persoalan klasik. Baru dikeruk, sudah tertutup lagi. Untuk jangka pendek, pihaknya tetap memaksimalkan pengerukan, terlebih menjelang Lebaran ketika aktivitas melaut biasanya meningkat,” ungkapnya.

Sementara untuk jangka panjang, dibutuhkan pembangunan kolam tambat labuh agar kapal tidak bergantung pada alur sungai.

“Selama belum ada kolam tambat labuh, ya pendangkalan akan terus ada,” imbuhnya.

Ia juga menilai efektivitas pengerukan dengan alat yang ada saat ini masih terbatas. Dislutkan Batang telah berupaya meminta bantuan peralatan dari daerah lain, termasuk Pekalongan, meski wilayah tersebut menghadapi persoalan serupa.

“Kalau dibilang efektif ya sebenarnya tidak efektif. Kita berharap ada penambahan alat,” harapnya.

Akibat pendangkalan yang cukup parah, sebagian aktivitas kapal untuk sementara dialihkan ke pelabuhan niaga milik pemerintah provinsi. Kehidupan harus tetap berjalan. Jadi sementara kita alihkan ke pelabuhan niaga. Itu pun sifatnya diskresi dan insidentil,” ujarnya.

“Pemerintah berharap, cuaca segera membaik sehingga proses pengerukan dapat kembali optimal dan akses nelayan menjadi lebih lancar,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 23
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 16
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180