Batang - Menyikapi teknologi kecerdasan artifisial, yang makin menjamur dalam segala lini kehidupan manusia, Polres Batang menggandeng organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), mengedukasi pelajar SMA/SMK. Hal tersebut sebagai upaya menyiapkan pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial, untuk kemudahan dunia pendidikan sekaligus melawan maraknya kabar bohong.
Batang - Menyikapi teknologi kecerdasan artifisial, yang makin menjamur dalam segala lini kehidupan manusia, Polres Batang menggandeng organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), mengedukasi pelajar SMA/SMK. Hal tersebut sebagai upaya menyiapkan pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial, untuk kemudahan dunia pendidikan sekaligus melawan maraknya kabar bohong.
Kapolres Batang AKBP
Veronica menegaskan, pelatihan ini untuk menyiapkan pelajar agar dapat mencerna
setiap informasi yang cepat tersebar melalui teknologi kecerdasan artifisial.
“Anak-anak kami bekali
dengan kemampuan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial agar nanti bisa
menggunakannya untuk bersaing menyambut era generasi emas 2045,†katanya, saat
ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (9/2/2026).
AKBP Veronica
menegaskan, kegiatan pelatihan kecerdasan artifisial ini merupakan pertama
kalinya digelar oleh Polda Jateng. Tujuannya mengedukasi pelajar untuk
menyiapkan generasi emas yang melek teknologi.
Nara sumber dari
Mafindo Semarang, Wahyu Ariyanto menerangkan, nantinya siswa akan lebih
memiliki etika dalam menggunakan teknologi kecerdasan artifisial. Pelajar juga
diedukasi tentang dasar-dasar pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam kegiatan
sehari-hari.
“Seiring kemajuan
teknologi kecerdasan artifisial, anak-anak remaja perlu diedukasi agar
pemanfaatannya lebih tepat dan benar. Kami juga menyediakan platform aduan bagi
pelajar apabila menemukan hoaks yang rawan tersebar melalui kecerdasan
artifisial,†tegasnya.
Respons positif
ditunjukkan Keenan pelajar SMA Negeri 2 Batang yang sering memanfaatkan
kecanggihan teknologi kecerdasan artifisial untuk memudahkan pencarian
informasi.
“Biasanya saya pakai
untuk memastikan jawaban soal, atau mencari informasi penting lainnya,â€
ungkapnya.
Meski seluruh informasi
bisa dengan mudah diperoleh dengan bantuan kecerdasan artifisial, namun sebagai
pelajar tetap perlu mendapat informasi yang benar.
“Setiap informasi yang
didapat perlu kita saring lagi, untuk memastikan kebenarannya,†ujar dia. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)