Pendangkalan Muara Sungai di Batang Lumpuhkan Aktivitas Nelayan

Jumat, 06 Februari 2026 Jumadi Dibaca 519 kali Lingkungan
Pendangkalan Muara Sungai di Batang Lumpuhkan Aktivitas Nelayan
Puluhan kapal nelayan bersandar menunggu informasi cuaca baik di Pelabuhan Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pendangkalan muara sungai di Kabupaten Batang, berdampak serius terhadap aktivitas nelayan. Kondisi tersebut membuat kapal nelayan kesulitan keluar-masuk pelabuhan, bahkan sebagian tidak bisa bergerak sama sekali.

Batang - Pendangkalan muara sungai di Kabupaten Batang, berdampak serius terhadap aktivitas nelayan. Kondisi tersebut membuat kapal nelayan kesulitan keluar-masuk pelabuhan, bahkan sebagian tidak bisa bergerak sama sekali.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah Muslichah mengatakan, bahwa pada tahun ini telah dialokasikan anggaran sekitar Rp50 juta untuk pengerukan muara melalui Pelabuhan Klidang Lor. Anggaran tersebut digunakan untuk biaya operasional awal.

“Melalui Pelabuhan Klidang Lor, ada anggaran pengerukan tahun ini sekitar Rp50 juta untuk biaya operasional,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Batang, Kabupaten Batang, Jumat (6/2/2026).

Untuk solusi jangka panjang, pihaknya tengah mengupayakan pembangunan kolam pelabuhan baru dengan memanfaatkan lahan eks Kali Sambong. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pengusulan dan negosiasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kami mencoba negosiasi dengan BBWS. Lahan itu rencananya bisa dikeruk menjadi kolam baru untuk kapal-kapal, tetapi masih dalam proses,” jelasnya.

Akibat pendangkalan muara, sebagian nelayan terpaksa melakukan bongkar muat di dermaga luar. Bahkan, ada kapal yang sementara menggunakan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Batang yang merupakan pelabuhan niaga.

“Masih bongkar di situ, tapi karena tidak semuanya bisa lewat muara, sebagian menggunakan pelabuhan niaga PPP Batang,” ungkapnya.

Namun demikian, tidak ada bantuan transportasi tambahan bagi nelayan yang harus memindahkan hasil tangkapan dari pelabuhan niaga ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kalau untuk transportasi belum ada bantuan, karena memang tidak ada anggarannya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Batang Teguh Tarmojo menyebutkan, bahwa lebih dari 10.000 nelayan terdampak akibat pendangkalan muara sungai tersebut, baik pengguna kapal kecil, sedang, hingga besar.

Menurut Teguh, kondisi ini memaksa nelayan melakukan bongkar muat di dermaga luar, sehingga memicu biaya tambahan yang cukup besar.

“Biaya operasional bisa naik sekitar 10 persen. Untuk sekali bongkar muat, tambahan biayanya bisa sampai sekitar Rp10 juta karena sistemnya jadi dua kali kerja,” terangnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bersama dinas terkait dapat mengintensifkan pengerukan alur sungai agar aktivitas nelayan kembali normal dan tidak terus merugikan para pelaku usaha perikanan di Batang.

“Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di kawasan Sengkandu. Dengan adanya PPN tersebut, diharapkan kepadatan aktivitas kapal dapat terpecah dan tidak terpusat di satu lokasi saja. Kalau PPN bisa terealisasi, kesibukan kapal bisa terbagi dan tidak menumpuk di satu muara,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 14
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 41
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sejumlah capaian positif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 31
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-60 di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 39
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 34
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Kabupaten Batang bersiap mencatatkan namanya dalam peta industri maritim nasional. Tak hanya fokus pada penanganan rob melalui proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW), wilayah ini diproyeksikan menjadi rumah bagi salah satu galangan kapal terbesar di Pulau Jawa.
08 Apr 2026 Jumadi 86