Batang Pemerintah Kabupaten Batang menunjukkan tren positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan rilis data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berhasil mencapai angka 71,70. Pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 70,75, atau terealisasi sebesar 100%.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menunjukkan tren positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan rilis data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berhasil mencapai angka 71,70. Pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 70,75, atau terealisasi sebesar 100%.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan
mengatakan, bahwa tren kenaikan ini merupakan hasil dari kerja keras lintas
sektoral yang konsisten sejak tahun 2021.
“Alhamdulillah, IPM
kita terus merangkak naik. Dari angka 68,92 di tahun 2021, kini di tahun 2025
kita menyentuh angka 71,70. Ini membuktikan bahwa program-program strategis
yang kita jalankan berdampak langsung pada kesejahteraan dan kualitas hidup
masyarakat,†katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (4/2/2026).
Keberhasilan ini
didukung oleh capaian empat indikator utama penyusun IPM, yaitu:
* Angka Harapan Hidup: Mencapai 75,35 tahun,
yang menunjukkan perbaikan kualitas layanan kesehatan.
* Harapan Lama Sekolah: Berada di angka 12,18
tahun, setara dengan jenjang Diploma I.
* Rata-rata Lama Sekolah: Mencapai 7,35 tahun.
* Pengeluaran Perkapita: Sebesar Rp11,424 juta
per orang per tahun (disesuaikan).
Program
Strategis yang Diusung
Untuk terus menggenjot
angka tersebut, Pemkab Batang fokus pada lima program unggulan di sektor
pendidikan dan sosial, di antaranya:
* Program Beasiswa: Meliputi jenjang
SMA/Sederajat, Perguruan Tinggi, kerjasama dengan bimbingan belajar, hingga
beasiswa untuk Bunda PAUD.
* Program Kejar Paket: Percepatan peningkatan
kualifikasi pendidikan bagi masyarakat dewasa.
* Bantuan Operasional: Pemberian bantuan
pendidikan dan seragam sekolah gratis untuk meringankan beban wali murid.
* Penelusuran AUSTS: Langkah aktif mencari
Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) agar kembali ke bangku pendidikan.
* Peningkatan Sarpras: Perbaikan sarana
prasarana dan aksesibilitas pendidikan di seluruh wilayah Batang.
“Kami tidak ingin
berhenti di sini. Target ke depan adalah memastikan akses pendidikan dan
kesehatan semakin merata, sehingga tidak ada lagi anak Batang yang putus
sekolah atau kesulitan mendapatkan layanan medis primer,†pungkasnya. (MC
Batang, Jateng/Edo/Jumadi)