Batang - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memperingati Hari Lahir (Harlah) satu abad NU dalam hitungan Masehi dengan menggelar Apel Kemanusiaan yang dipusatkan di Kabupaten Batang.
Batang - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memperingati Hari Lahir (Harlah) satu abad NU dalam hitungan Masehi dengan menggelar Apel Kemanusiaan yang dipusatkan di Kabupaten Batang.
Ketua
PWNU Jawa Tengah Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, peringatan satu abad NU
menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran organisasi dalam menjawab
persoalan kemanusiaan, khususnya di wilayah yang rawan bencana seperti Jawa
Tengah.
“Kita
memperingati 100 tahun lahirnya Nahdlatul Ulama dalam hitungan Masehi. Ini
menjadi lahan pembuktian bahwa pada abad kedua nanti NU harus hadir lebih kuat,
lebih siap, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,†katanya usai apel
kemanusiaan di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1/2/2026).
Ia
menilai tema kemanusiaan diangkat karena kondisi geografis Indonesia yang
berada di kawasan rawan bencana, ditambah tantangan dalam pengelolaan
lingkungan. Karena itu, NU didorong memperkuat khidmah melalui berbagai lembaga
dan badan otonom agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Rangkaian
kegiatan peringatan satu abad NU di Batang diawali dengan pelayanan langsung
kepada masyarakat. PWNU Jateng membuka layanan kesehatan, konsultasi hukum,
serta layanan wakaf,†jelasnya.
Menurut
Ghaffar, layanan kesehatan didukung Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah
melalui Rumah Sakit Amino dengan menghadirkan dokter penyakit dalam dan dokter
kesehatan jiwa. Selain itu, tersedia pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek
gula darah dan tekanan darah, serta pembagian obat-obatan.
“Kami
ingin masyarakat yang hadir di sini sehat jasmani dan rohani. Karena itu ada
dokter penyakit jiwa juga, selain layanan kesehatan umum,†harapnya.
PWNU
Jateng juga membuka stan konsultasi hukum bagi masyarakat yang menghadapi
persoalan hukum, baik individu maupun lembaga seperti sekolah dan pesantren.
Layanan ini sekaligus menjadi respons atas diberlakukannya ketentuan hukum baru
di awal tahun.
“Selain
itu, digelar Apel Akbar Kemanusiaan yang melibatkan berbagai badan otonom NU,
seperti Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, Banser, dan Pagar Nusa. Apel tersebut
menjadi simbol komitmen NU untuk terus hadir dalam isu-isu kemanusiaan dan
kebangsaan. Nanti malam kita tutup dengan doa bersama. Ini bagian dari ikhtiar
lahir dan batin NU dalam memasuki abad kedua,†terangnya.
Sementara
itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan, Pemerintah Kabupaten Batang
mendukung penuh pelaksanaan Apel Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah yang dipusatkan
di daerahnya.
“Batang
merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang dihadiri para ulama
dan pengurus NU dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Pemkab Batang sangat
mendukung kegiatan ini. Satu abad NU diharapkan menjadi motivasi bagi generasi
muda, khususnya kader-kader NU, untuk terus menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan
dan membantu sesama,†ujar dia.
Ia
berharap, semangat kemanusiaan yang diusung dalam peringatan satu abad NU dapat
semakin memperkuat kepedulian sosial masyarakat, terutama dalam menghadapi
berbagai tantangan bencana dan persoalan sosial di masa mendatang. (MC Batang,
Jateng/Roza/Jumadi)