Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang

Jumat, 23 Januari 2026 Jumadi Dibaca 865 kali Ekonomi
Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang
Puluhan kapal bersandar menunggu informasi keberangkatan di Klidang Lor Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal "lampu merah" yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Batang - Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal "lampu merah" yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Pemandangan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Batang kini berubah menjadi "hutan tiang kapal". Tak hanya perahu kecil, kapal berukuran sedang hingga besar pun menumpuk, tak berani menantang ganasnya Laut Jawa.

Terjepit Cuaca dan Pendangkalan Muara

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh Tarmudjo mengungkapkan, bahwa situasi tahun ini terasa lebih berat. Selain faktor alam, kendala teknis di pelabuhan memperburuk keadaan.

“Ini total nelayan kami banyak yang tidak berangkat semua. Kapal kecil, sedang, maupun besar, banyak yang berhenti. Gelombang tinggi, angin kencang, ditambah alur muara yang sekarang pendangkalannya sangat parah,” katanya saat ditemui di Kantor HNSI Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/1/2026).

Kondisi ini praktis memutus urat nadi ekonomi lebih dari 10 ribu nelayan. Dampak yang paling menyedihkan dirasakan oleh para Anak Buah Kapal (ABK). Tanpa melaut, berarti tidak ada upah harian. Diperparah juga dengan banjir yang menggenangi diwilayah pemukiman nelayan seperti Klidang Lor, Karangasem Utara.

“Kalau nelayan tidak berangkat, otomatis tidak ada penghasilan. Yang paling berat itu ABK, mereka tidak punya kapal dan sangat bergantung pada kerja harian di laut,” jelasnya.

Ironisnya, di saat krisis mencapai puncaknya, "napas" bantuan dari organisasi nelayan justru menipis. Stok beras paceklik yang biasa menjadi penyambung hidup sudah habis disalurkan sejak akhir tahun lalu.

“Kemampuan kami sekarang untuk membantu agak sulit, karena beras paceklik sudah kami keluarkan akhir tahun kemarin. Sementara situasi sekarang jauh lebih berat,” ungkapnya.

Melihat kondisi yang disebutnya sebagai "darurat ekonomi", Teguh mendesak Pemerintah Daerah untuk tidak terjebak dalam sekat birokrasi yang kaku. Perut nelayan, menurutnya, tidak bisa menunggu proses administratif yang lama.

“Idealnya pemerintah bisa membantu berupa beras atau bantuan keuangan. Secara inisiatif, tidak harus menunggu administrasi, karena ini menyangkut perut nelayan,” tegasnya.

Respons Pemerintah: Silakan Ajukan

Menanggapi jeritan dari pesisir tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono memberikan, lampu hijau bagi penyaluran bantuan. Ia memastikan bahwa pintu kantor pemerintah selalu terbuka bagi masyarakat yang terdampak musibah alam.

“Nanti kalau ada dari pihak organisasi nelayan yang mengajukan ke Pemda atau Dinas Sosial, pasti akan terlayani sesuai kebutuhan,” ujar dia.

Ia menegaskan, bahwa komitmen Pemkab Batang adalah hadir di tengah kesulitan warga. Prinsipnya pemerintah daerah siap hadir dan membantu masyarakat yang benar-benar terdampak.

Kini, ribuan nelayan di Batang hanya bisa menatap laut dari kejauhan, berharap badai segera berlalu dan uluran tangan pemerintah segera tiba sebelum piring di meja makan benar-benar kosong. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN
Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar Sosialisasi Program Perumahan melalui Pembiayaan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 38
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 53
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 75
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 94
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 73
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 65