Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang

Jumat, 23 Januari 2026 Jumadi Dibaca 886 kali Ekonomi
Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang
Puluhan kapal bersandar menunggu informasi keberangkatan di Klidang Lor Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal "lampu merah" yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Batang - Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal "lampu merah" yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Pemandangan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Batang kini berubah menjadi "hutan tiang kapal". Tak hanya perahu kecil, kapal berukuran sedang hingga besar pun menumpuk, tak berani menantang ganasnya Laut Jawa.

Terjepit Cuaca dan Pendangkalan Muara

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh Tarmudjo mengungkapkan, bahwa situasi tahun ini terasa lebih berat. Selain faktor alam, kendala teknis di pelabuhan memperburuk keadaan.

“Ini total nelayan kami banyak yang tidak berangkat semua. Kapal kecil, sedang, maupun besar, banyak yang berhenti. Gelombang tinggi, angin kencang, ditambah alur muara yang sekarang pendangkalannya sangat parah,” katanya saat ditemui di Kantor HNSI Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/1/2026).

Kondisi ini praktis memutus urat nadi ekonomi lebih dari 10 ribu nelayan. Dampak yang paling menyedihkan dirasakan oleh para Anak Buah Kapal (ABK). Tanpa melaut, berarti tidak ada upah harian. Diperparah juga dengan banjir yang menggenangi diwilayah pemukiman nelayan seperti Klidang Lor, Karangasem Utara.

“Kalau nelayan tidak berangkat, otomatis tidak ada penghasilan. Yang paling berat itu ABK, mereka tidak punya kapal dan sangat bergantung pada kerja harian di laut,” jelasnya.

Ironisnya, di saat krisis mencapai puncaknya, "napas" bantuan dari organisasi nelayan justru menipis. Stok beras paceklik yang biasa menjadi penyambung hidup sudah habis disalurkan sejak akhir tahun lalu.

“Kemampuan kami sekarang untuk membantu agak sulit, karena beras paceklik sudah kami keluarkan akhir tahun kemarin. Sementara situasi sekarang jauh lebih berat,” ungkapnya.

Melihat kondisi yang disebutnya sebagai "darurat ekonomi", Teguh mendesak Pemerintah Daerah untuk tidak terjebak dalam sekat birokrasi yang kaku. Perut nelayan, menurutnya, tidak bisa menunggu proses administratif yang lama.

“Idealnya pemerintah bisa membantu berupa beras atau bantuan keuangan. Secara inisiatif, tidak harus menunggu administrasi, karena ini menyangkut perut nelayan,” tegasnya.

Respons Pemerintah: Silakan Ajukan

Menanggapi jeritan dari pesisir tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono memberikan, lampu hijau bagi penyaluran bantuan. Ia memastikan bahwa pintu kantor pemerintah selalu terbuka bagi masyarakat yang terdampak musibah alam.

“Nanti kalau ada dari pihak organisasi nelayan yang mengajukan ke Pemda atau Dinas Sosial, pasti akan terlayani sesuai kebutuhan,” ujar dia.

Ia menegaskan, bahwa komitmen Pemkab Batang adalah hadir di tengah kesulitan warga. Prinsipnya pemerintah daerah siap hadir dan membantu masyarakat yang benar-benar terdampak.

Kini, ribuan nelayan di Batang hanya bisa menatap laut dari kejauhan, berharap badai segera berlalu dan uluran tangan pemerintah segera tiba sebelum piring di meja makan benar-benar kosong. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri
Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri
Batang - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tidak hanya dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat yang tetap mengedepankan budaya dan kearifan lokal. Hal tersebut diwujudkan melalui peresmian Bukit Srawung KITB oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di Helipad Bukit Srawung, KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 45
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
Batang World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Batang menggelar aksi bersih bersama melalui kegiatan bertema Gerakan Bersih Sungai, Lingkungan dan Jalan di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 255
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 132
Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari
Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari
Batang - Budaya olahraga lari yang makin digemari, dibidik oleh komunitas Batang Runners bekerja sama dengan PT. Armeta Indah Otsuka untuk turut mengenalkan Deswita Pandansari sebagai destinasi strategis sport tourism. Ratusan pelari mengikuti gelaran Mini Offline Pocari Sweat Runs, sekaligus menjajaki wilayah Desa Pandansari yang didominasi hijaunya persawahan serta menciptakan kesan berlari dengan suasana pedesaan yang menyejukkan.
20 Sep 2026 Jumadi 109
Berawal Pelari Sekolah, Kisah Atlet Muda Batang Queena Luwes Juara Lari Sprint POPDA Jateng Berawal Pelari Sekolah, Kisah Atlet Muda Batang Queena Luwes Juara Lari Sprint POPDA Jateng
Berawal Pelari Sekolah, Kisah Atlet Muda Batang Queena Luwes Juara Lari Sprint POPDA Jateng
Batang - Senyum sumringah terpancar dari wajah Queena Luwes (11) saat menerima penghargaan dari Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Atlet atletik asal Watesalit tersebut mendapat penghargaan atas prestasinya dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Jawa Tengah 2026 nomor lari sprint 60 meter putri tingkat SD. Penghargaan ini diberikan dalam Memperingati Apel Besar Hari Olahraga Nasional (Haornas) di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1892026).
18 Sep 2026 Jumadi 293
Dorong Sport Tourism, Pemkab Batang Siap Gelar Sprint Rally Nasional dan Targetkan Tuan Rumah Porprov Dorong Sport Tourism, Pemkab Batang Siap Gelar Sprint Rally Nasional dan Targetkan Tuan Rumah Porprov
Dorong Sport Tourism, Pemkab Batang Siap Gelar Sprint Rally Nasional dan Targetkan Tuan Rumah Porprov
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup warga. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyiapan berbagai fasilitas publik yang menunjang kegiatan fisik hingga pembentukan destinasi sport tourism. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat memimpin Apel Hari Olahraga Nasional (Haornas) di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1892026).
18 Sep 2026 Jumadi 239