Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang

Jumat, 23 Januari 2026 Jumadi Dibaca 832 kali Ekonomi
Ribuan Nelayan Batang Menanti Uluran Tangan Pemerintah, Ini Jawaban Wabup Batang
Puluhan kapal bersandar menunggu informasi keberangkatan di Klidang Lor Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal "lampu merah" yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Batang - Langit di atas pesisir Batang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi ribuan nelayan, mendung dan angin kencang adalah sinyal "lampu merah" yang mematikan mata pencaharian mereka. Gelombang tinggi dan musim baratan kini memaksa ribuan nelayan di Kabupaten Batang mengikat kencang kapal-kapal mereka di dermaga, memicu masa paceklik yang menyesakkan dapur keluarga.

Pemandangan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Batang kini berubah menjadi "hutan tiang kapal". Tak hanya perahu kecil, kapal berukuran sedang hingga besar pun menumpuk, tak berani menantang ganasnya Laut Jawa.

Terjepit Cuaca dan Pendangkalan Muara

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh Tarmudjo mengungkapkan, bahwa situasi tahun ini terasa lebih berat. Selain faktor alam, kendala teknis di pelabuhan memperburuk keadaan.

“Ini total nelayan kami banyak yang tidak berangkat semua. Kapal kecil, sedang, maupun besar, banyak yang berhenti. Gelombang tinggi, angin kencang, ditambah alur muara yang sekarang pendangkalannya sangat parah,” katanya saat ditemui di Kantor HNSI Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/1/2026).

Kondisi ini praktis memutus urat nadi ekonomi lebih dari 10 ribu nelayan. Dampak yang paling menyedihkan dirasakan oleh para Anak Buah Kapal (ABK). Tanpa melaut, berarti tidak ada upah harian. Diperparah juga dengan banjir yang menggenangi diwilayah pemukiman nelayan seperti Klidang Lor, Karangasem Utara.

“Kalau nelayan tidak berangkat, otomatis tidak ada penghasilan. Yang paling berat itu ABK, mereka tidak punya kapal dan sangat bergantung pada kerja harian di laut,” jelasnya.

Ironisnya, di saat krisis mencapai puncaknya, "napas" bantuan dari organisasi nelayan justru menipis. Stok beras paceklik yang biasa menjadi penyambung hidup sudah habis disalurkan sejak akhir tahun lalu.

“Kemampuan kami sekarang untuk membantu agak sulit, karena beras paceklik sudah kami keluarkan akhir tahun kemarin. Sementara situasi sekarang jauh lebih berat,” ungkapnya.

Melihat kondisi yang disebutnya sebagai "darurat ekonomi", Teguh mendesak Pemerintah Daerah untuk tidak terjebak dalam sekat birokrasi yang kaku. Perut nelayan, menurutnya, tidak bisa menunggu proses administratif yang lama.

“Idealnya pemerintah bisa membantu berupa beras atau bantuan keuangan. Secara inisiatif, tidak harus menunggu administrasi, karena ini menyangkut perut nelayan,” tegasnya.

Respons Pemerintah: Silakan Ajukan

Menanggapi jeritan dari pesisir tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono memberikan, lampu hijau bagi penyaluran bantuan. Ia memastikan bahwa pintu kantor pemerintah selalu terbuka bagi masyarakat yang terdampak musibah alam.

“Nanti kalau ada dari pihak organisasi nelayan yang mengajukan ke Pemda atau Dinas Sosial, pasti akan terlayani sesuai kebutuhan,” ujar dia.

Ia menegaskan, bahwa komitmen Pemkab Batang adalah hadir di tengah kesulitan warga. Prinsipnya pemerintah daerah siap hadir dan membantu masyarakat yang benar-benar terdampak.

Kini, ribuan nelayan di Batang hanya bisa menatap laut dari kejauhan, berharap badai segera berlalu dan uluran tangan pemerintah segera tiba sebelum piring di meja makan benar-benar kosong. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
Batang - Polemik keberadaan pedestrian di depan Indomaret Fres, Alun-Alun Batang, akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang.
25 Mei 2026 Jumadi 65
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
25 Mei 2026 Jumadi 82
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
25 Mei 2026 Jumadi 214
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan dan harapan besar bagi Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar yang saat ini sedang mendapatkan penilaian langsung untuk meraih Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Jateng. Wakil Bupati Batang Suyono mamastikan, apabila setelah dilakukan visitasi, sesuai dengan data, tentu nilai yang murni akan didapat berkat kerja keras yang mengedepankan integritas.
25 Mei 2026 Jumadi 71
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mendesak pihak manajemen Indomaret Fresh segera mengembalikan fungsi pedestrian dan trotoar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Alun-Alun Batang, setelah area tersebut menuai keluhan masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial.
25 Mei 2026 Jumadi 67
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Batang - Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar, berupaya memenuhi layanan literasi dengan kelengkapan fasilitas hingga diminati warga untuk memenuhi kebutuhan literasi maupun pelatihan kewirausahaan. Saat ini, perpustakaan tersebut masuk enam besar dan menjalani visitasi penilaian langsung dari tim juri Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Jawa Tengah.
25 Mei 2026 Jumadi 71