Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang Tahun 2027 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (14/1/2026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang Tahun 2027 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (14/1/2026).
Forum
ini menjadi ruang strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat sejak tahap
awal perencanaan pembangunan daerah.
Wakil
Ketua DPRD Batang Benny Abidin menegaskan, bahwa perencanaan pembangunan daerah
harus dilandasi prinsip partisipatif, inklusif, dan berkeadilan. DPRD memiliki
tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan aspirasi masyarakat
benar-benar terakomodasi dalam dokumen perencanaan, termasuk RKPD 2027.
“Di
forum seperti inilah kita bisa menjaring aspirasi dari masyarakat pada tingkat
paling bawah. Aspirasi yang disampaikan melalui reses, dengar pendapat, maupun
forum dialog harus terakomodasi secara nyata dalam dokumen perencanaan daerah,â€
jelasnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Benny menyoroti tema pembangunan RKPD Kabupaten Batang
Tahun 2027, yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan
pariwisata. Ia menilai tema tersebut relevan dan mampu menjawab tantangan
pembangunan daerah ke depan jangan hanya sebagai serimonial saja.
Menurutnya,
sektor pariwisata memiliki daya ungkit besar terhadap perekonomian daerah,
mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, hingga pelestarian
budaya dan lingkungan.
“Namun
demikian, pengembangan pariwisata harus direncanakan secara matang dan
berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan tidak boleh bersifat sesaat.
Harus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian
lingkungan, serta menghormati nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di
Kabupaten Batang,†terangnya.
Benny
juga mendorong agar pembangunan pariwisata tidak hanya berfokus pada aspek
fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan
kelembagaan, promosi yang tepat sasaran, serta keterlibatan aktif masyarakat
sebagai pelaku utama pembangunan.
“DPRD
Batang menekankan pentingnya penggunaan berbagai pendekatan dalam penyusunan
RKPD. Pendekatan politik diperlukan agar kebijakan selaras dengan aspirasi
masyarakat dan visi pembangunan daerah,†ungkapnya.
Sementara
itu, pendekatan teknokratik dibutuhkan untuk memastikan perencanaan disusun
secara rasional, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan secara
akademis.
“Pendekatan
top-down tetap penting untuk menjamin keselarasan dengan kebijakan nasional dan
provinsi. Namun, pendekatan bottom-up harus benar-benar dihidupkan agar usulan
masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan tidak hanya menjadi formalitas,
tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang konkret,â€
pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)