Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai

Selasa, 07 Juli 2026 Jumadi Dibaca 222 kali IKM UKM UMKM
Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai
Salah satu penjahit menjahit orderan seragam di Kediamannya Dukuh Legoksari, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang.
Batang - Program seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Batang disambut positif oleh para penjahit rumahan. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian pelaku usaha jahit lokal apabila pelaksanaannya melibatkan lebih banyak penjahit di daerah.

Batang - Program seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Batang disambut positif oleh para penjahit rumahan. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian pelaku usaha jahit lokal apabila pelaksanaannya melibatkan lebih banyak penjahit di daerah.

Di tengah persiapan tahun ajaran baru, para penjahit rumahan di Batang masih disibukkan dengan pesanan seragam sekolah dari pelanggan perorangan. Namun, sebagian besar mengaku belum menerima pesanan yang berkaitan dengan program seragam gratis dari pemerintah daerah.

Salah satunya, Pipih Sofia (46), penjahit rumahan di Dukuh Legoksari. Ia mengatakan, pesanan seragam sekolah tahun ini masih berjalan seperti biasa. Selain menjahit seragam sekolah, Pipih juga menerima pesanan pakaian pengantin, bridesmaid, hingga batik.

“Alhamdulillah lumayan. Untuk seragam sekolah sekitar 20 potong. Kalau bahan sudah dipotong semua, sehari bisa menyelesaikan tiga setel,” katanya saat ditemui di Dukuh Legoksari, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang, Selasa (7/7/2026).

Ia mematok ongkos jahit sekitar Rp125 ribu per setel. Meski mengetahui adanya program seragam sekolah gratis yang disebut melibatkan penjahit lokal, hingga kini dirinya belum pernah menerima pesanan dari pemerintah.

“Saya belum dapat. Yang datang tetap pelanggan perorangan seperti biasanya. Semoga usaha jahit yang telah digelutinya tetap ramai sehingga dapat terus menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Harapannya semoga selalu ramai,” harapnya.

Harapan serupa disampaikan Sriana (53), penjahit rumahan asal Dracik, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang. Menurutnya, musim penerimaan peserta didik baru masih menjadi momen meningkatnya permintaan pembuatan seragam sekolah.

Ia menerima pesanan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah atas hingga pondok pesantren. Khusus dari salah satu pondok pesantren, Sriana mendapat pesanan sebanyak 82 potong seragam. Secara keseluruhan, jumlah pesanan yang tengah dikerjakannya saat ini mencapai lebih dari 100 potong.

“Alhamdulillah masih banyak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada juga yang terpaksa saya tolak karena tenaga terbatas. Semua saya kerjakan sendiri sambil membantu suami,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan satu setel seragam SMA, Sriana membutuhkan waktu sekitar satu hari. Ongkos jahit yang dipatok bervariasi, mulai Rp35 ribu per setel untuk pesanan borongan TK hingga Rp100 ribu-Rp120 ribu per setel untuk pelanggan perorangan.

Meski pesanan pribadi cukup banyak, Sriana mengaku belum pernah memperoleh informasi maupun pesanan resmi terkait program seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Batang.

“Saya malah tidak tahu informasinya. Teman-teman penjahit juga sempat bertanya-tanya, kok tidak tahu informasi itu dari mana. Apabila program tersebut dapat melibatkan penjahit lokal secara lebih luas, maka akan menjadi peluang yang baik bagi pelaku usaha kecil,” terangnya.

Namun, ia menyadari kapasitas produksinya masih terbatas sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Di balik kesibukannya menjahit, Sriana memiliki harapan untuk mengembangkan usahanya menjadi sebuah konveksi yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitarnya.

“Saya ingin punya konveksi sendiri. Jadi ibu-ibu di sekitar sini bisa ikut bekerja. Saya punya banyak relasi sekolah maupun pelanggan, mudah-mudahan nanti bisa berkembang. Memang kendalanya masih di modal,” ujar dia.

Suara para penjahit rumahan tersebut menggambarkan bahwa program seragam sekolah gratis tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga membuka harapan bagi pelaku UMKM jasa jahit di Kabupaten Batang.

Mereka berharap informasi mengenai pelaksanaan program dapat disampaikan secara lebih terbuka serta memberi kesempatan yang lebih luas bagi penjahit lokal untuk berpartisipasi, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para siswa dan orang tua, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha kecil. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Viralnya Taman KEK Industropolis Hadirkan Usaha Food Truk Viralnya Taman KEK Industropolis Hadirkan Usaha Food Truk
Viralnya Taman KEK Industropolis Hadirkan Usaha Food Truk
Batang - Viralnya taman tematik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. warga lokal melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) LKD Kecamatan Gringsing yang disokong program CSR pengelola kawasan membuka deretan food truck warna-warni jadikan peluang usaha yang bagus.
13 Sep 2026 Jumadi 71
Retreat Atlet, KONI Batang Targetkan 10 Besar Porprov Jateng 2026 Retreat Atlet, KONI Batang Targetkan 10 Besar Porprov Jateng 2026
Retreat Atlet, KONI Batang Targetkan 10 Besar Porprov Jateng 2026
Batang - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang menargetkan masuk 10 besar klasemen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Retreat Atlet Porprov XVII bersama atlet berprestasi dengan tema Menuju Jawa Tengah Juara yang digelar di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1392026).
13 Sep 2026 Jumadi 84
KEK Industropolis Batang Jadi Tuan Rumah Sirkuit Sprint Rally Terpanjang 2026 KEK Industropolis Batang Jadi Tuan Rumah Sirkuit Sprint Rally Terpanjang 2026
KEK Industropolis Batang Jadi Tuan Rumah Sirkuit Sprint Rally Terpanjang 2026
Batang - Kabupaten Batang, resmi ditunjuk menjadi tuan rumah ajang kejuaraan nasional (kejurnas) balap mobil bergengsi. Bintang Otomotif berkolaborasi dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk menggelar Kejurnas Sprint Rally Putaran 4 Tahun 2026. Sebanyak 130 pembalap dipastikan turun gelanggang untuk menaklukkan trek sepanjang 5,5 kilometer dengan jarak tempuh lomba 5,3 kilometer jadi terpanjang hingga sekarang.
11 Sep 2026 Jumadi 181
Gelar Kejurnas Sprint Rally di KITB, Pemkab Batang Bidik Potensi Wisata Baru Gelar Kejurnas Sprint Rally di KITB, Pemkab Batang Bidik Potensi Wisata Baru
Gelar Kejurnas Sprint Rally di KITB, Pemkab Batang Bidik Potensi Wisata Baru
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Bintang Automotif dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang resmi mengumumkan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Putaran 4. Ajang balap tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2627 September 2026 mendatang di kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang. Acara persiapan dan pengumuman resmi kejuaraan tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di halaman KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (1192026).
11 Sep 2026 Jumadi 165
Gelar Khotmil Qur'an, SMA Wonotunggal Bentuk Karakter Siswa Berakhlak Gelar Khotmil Qur'an, SMA Wonotunggal Bentuk Karakter Siswa Berakhlak
Gelar Khotmil Qur'an, SMA Wonotunggal Bentuk Karakter Siswa Berakhlak
Batang - Pembentukan karakter anak didik untuk mendukung generasi emas di 2045, menjadi fokus para pendidik SMA Negeri 1 Wonotunggal, melalui digelarnya Khotmil Qur'an. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama dengan Jam'iyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Batang berupaya melahirkan generasi muda yang berakhlakul Karimah, agar siap menghadapi tantangan di masa depan.
11 Sep 2026 Jumadi 92
Raih Penghargaan Literasi Terbaik Jateng, Faelasufa Terus Tekankan Pentingnya Minat Baca Raih Penghargaan Literasi Terbaik Jateng, Faelasufa Terus Tekankan Pentingnya Minat Baca
Raih Penghargaan Literasi Terbaik Jateng, Faelasufa Terus Tekankan Pentingnya Minat Baca
Semarang Sukses dengan program Sak Minggu Sak Buku, Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz berhasil meraih penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Kategori Bunda Literasi dalam Festival Literasi Jawa Tengah di Uptown Mall BSB Kota Semarang, Jumat (1192026).
11 Sep 2026 Jumadi 148