Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai

Selasa, 07 Juli 2026 Jumadi Dibaca 269 kali IKM UKM UMKM
Penjahit di Batang Sambut Seragam Gratis, Orderan Pribadi Tetap Ramai
Salah satu penjahit menjahit orderan seragam di Kediamannya Dukuh Legoksari, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang.
Batang - Program seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Batang disambut positif oleh para penjahit rumahan. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian pelaku usaha jahit lokal apabila pelaksanaannya melibatkan lebih banyak penjahit di daerah.

Batang - Program seragam sekolah gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Batang disambut positif oleh para penjahit rumahan. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian pelaku usaha jahit lokal apabila pelaksanaannya melibatkan lebih banyak penjahit di daerah.

Di tengah persiapan tahun ajaran baru, para penjahit rumahan di Batang masih disibukkan dengan pesanan seragam sekolah dari pelanggan perorangan. Namun, sebagian besar mengaku belum menerima pesanan yang berkaitan dengan program seragam gratis dari pemerintah daerah.

Salah satunya, Pipih Sofia (46), penjahit rumahan di Dukuh Legoksari. Ia mengatakan, pesanan seragam sekolah tahun ini masih berjalan seperti biasa. Selain menjahit seragam sekolah, Pipih juga menerima pesanan pakaian pengantin, bridesmaid, hingga batik.

“Alhamdulillah lumayan. Untuk seragam sekolah sekitar 20 potong. Kalau bahan sudah dipotong semua, sehari bisa menyelesaikan tiga setel,” katanya saat ditemui di Dukuh Legoksari, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang, Selasa (7/7/2026).

Ia mematok ongkos jahit sekitar Rp125 ribu per setel. Meski mengetahui adanya program seragam sekolah gratis yang disebut melibatkan penjahit lokal, hingga kini dirinya belum pernah menerima pesanan dari pemerintah.

“Saya belum dapat. Yang datang tetap pelanggan perorangan seperti biasanya. Semoga usaha jahit yang telah digelutinya tetap ramai sehingga dapat terus menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Harapannya semoga selalu ramai,” harapnya.

Harapan serupa disampaikan Sriana (53), penjahit rumahan asal Dracik, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang. Menurutnya, musim penerimaan peserta didik baru masih menjadi momen meningkatnya permintaan pembuatan seragam sekolah.

Ia menerima pesanan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah atas hingga pondok pesantren. Khusus dari salah satu pondok pesantren, Sriana mendapat pesanan sebanyak 82 potong seragam. Secara keseluruhan, jumlah pesanan yang tengah dikerjakannya saat ini mencapai lebih dari 100 potong.

“Alhamdulillah masih banyak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada juga yang terpaksa saya tolak karena tenaga terbatas. Semua saya kerjakan sendiri sambil membantu suami,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan satu setel seragam SMA, Sriana membutuhkan waktu sekitar satu hari. Ongkos jahit yang dipatok bervariasi, mulai Rp35 ribu per setel untuk pesanan borongan TK hingga Rp100 ribu-Rp120 ribu per setel untuk pelanggan perorangan.

Meski pesanan pribadi cukup banyak, Sriana mengaku belum pernah memperoleh informasi maupun pesanan resmi terkait program seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Batang.

“Saya malah tidak tahu informasinya. Teman-teman penjahit juga sempat bertanya-tanya, kok tidak tahu informasi itu dari mana. Apabila program tersebut dapat melibatkan penjahit lokal secara lebih luas, maka akan menjadi peluang yang baik bagi pelaku usaha kecil,” terangnya.

Namun, ia menyadari kapasitas produksinya masih terbatas sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki. Di balik kesibukannya menjahit, Sriana memiliki harapan untuk mengembangkan usahanya menjadi sebuah konveksi yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitarnya.

“Saya ingin punya konveksi sendiri. Jadi ibu-ibu di sekitar sini bisa ikut bekerja. Saya punya banyak relasi sekolah maupun pelanggan, mudah-mudahan nanti bisa berkembang. Memang kendalanya masih di modal,” ujar dia.

Suara para penjahit rumahan tersebut menggambarkan bahwa program seragam sekolah gratis tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga membuka harapan bagi pelaku UMKM jasa jahit di Kabupaten Batang.

Mereka berharap informasi mengenai pelaksanaan program dapat disampaikan secara lebih terbuka serta memberi kesempatan yang lebih luas bagi penjahit lokal untuk berpartisipasi, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para siswa dan orang tua, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha kecil. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 102
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 155
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 119
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 149
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 181
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 147