Pemkab Batang Perkuat Validasi DTSEN Demi Tepat Sasaran

Selasa, 13 Januari 2026 Jumadi Dibaca 314 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang Perkuat Validasi DTSEN Demi Tepat Sasaran
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), memberikan sambutan saat rapat koordinasi DTSEN di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyiapkan langkah strategis dalam penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar benar-benar menjadi rujukan utama penyaluran bantuan sosial dan kebijakan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, saat rapat koordinasi DTSEN di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13/1/2026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai menyiapkan langkah strategis dalam penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar benar-benar menjadi rujukan utama penyaluran bantuan sosial dan kebijakan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, saat rapat koordinasi DTSEN di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13/1/2026).

Faiz menjelaskan, tahap awal yang akan dilakukan pemerintah daerah setelah menerima data DTSEN dari pemerintah pusat adalah proses integrasi data. Pada fase ini, data nasional akan digabungkan dan disinkronkan dengan data yang dimiliki pemerintah daerah.

“Fase pertama setelah data kita terima adalah integrasi data, yaitu penggabungan data DTSEN nasional dengan data daerah. Dalam proses ini akan dilakukan validasi dan verifikasi, mana yang perlu diperbaiki dan mana yang sudah sesuai,” jelasnya.

Setelah tahap integrasi, pemerintah daerah akan membentuk tim validasi dan verifikator yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan pembaruan data berjalan secara berkelanjutan sesuai kondisi di lapangan.

“Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penduduk Kabupaten Batang yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 mencapai sekitar 415.591 jiwa. Kelompok ini menjadi sasaran utama berbagai program perlindungan social,” terangnya.

Faiz juga menegaskan bahwa, DTSEN harus menjadi data yang hidup, bukan sekadar data administratif. Oleh karena itu, ia meminta camat menjadi motor penggerak utama validasi dan verifikasi di wilayah masing-masing.

“Saya tidak ingin DTSEN hanya menjadi hasil usulan kepala desa, bupati, atau DPRD. Semua boleh mengusulkan, tapi tetap harus diverifikasi dan divalidasi di lapangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faiz juga menyoroti pentingnya pemanfaatan aplikasi DTSEN yang disediakan pemerintah pusat. Ia meminta seluruh camat segera mengunduh aplikasi tersebut dan memiliki akun aktif sebagai sarana usul dan sanggah data.

“Bagaimana mau bicara validasi dan verifikasi kalau aplikasinya saja tidak punya. Camat, kepala desa, sampai RT dan RW harus paham untuk menggunakan aplikasi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan, bahwa rapat koordinasi lintas sektor ini digelar sebagai respons atas masih ditemukannya berbagai persoalan dalam data kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebutkan adanya dua persoalan utama, yakni inclusion error dan exclusion error. Inclusion error terjadi ketika warga yang seharusnya tidak berhak justru menerima bantuan sosial, sedangkan exclusion error adalah kondisi warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi tidak terdata.

“Kondisi ini masih sering kami temukan di lapangan, sehingga dibutuhkan peran aktif desa sebagai ujung tombak, dikawal oleh camat, untuk terus melakukan verifikasi dan validasi,” ujar dia.

Menurutnya, pemutakhiran data DTSEN harus dilakukan secara berkelanjutan tanpa batas waktu tertentu, seiring dengan terus berjalannya program bantuan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Willopo juga mengapresiasi desa-desa yang telah aktif melakukan pembaruan data, seperti Desa Ponowareng dan Desa Wonotunggal. Namun, ia mengakui masih banyak desa lain yang belum optimal dalam memanfaatkan mekanisme pembaruan data DTSEN.

“Rapat koordinasi tersebut melibatkan lintas sektor, mulai dari OPD, BPS, camat, hingga perangkat desa, dengan harapan DTSEN dapat menjadi basis data yang akurat, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus melempar sinyal hijau bagi pengembangan kawasan industri dan penyangga, tanpa perlu mengorbankan sektor ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut dibuktikan melalui akselerasi pembahasan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kini tengah digodok secara intensif.
23 Sep 2026 Jumadi 71
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Batang - Pemerintah Kabupaten  Batang mendorong pengembangan peternakan sapi perah berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memenuhi kebutuhan susu di daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri puncak Bulan Bakti Peternak dan Kesehatan Hewan Ke-190 yang digelar Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan (Dispaperta) Batang di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 84
149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun 149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun
149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun
Batang - Sebanyak 149 nelayan dari lima wilayah pesisir Kabupaten Batang mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Kelima wilayah tersebut yakni Desa Ujungnegoro, Desa Ponowareng, Desa Karanggeneng, Dukuh Roban Timur Desa Sengon, dan Dukuh Roban Barat Desa Kedungsegog. Penyerahan kepesertaan di Kantor Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 59
Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang
Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang
Batang - Berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membawa angin segar bagi penataan wilayah di sekitarnya. Kecamatan Gringsing kini mulai bersiap menata diri, bersolek menuju kawasan perkotaan modern yang akan menjadi pusat keramaian baru di timur Kabupaten Batang.
22 Sep 2026 Jumadi 129
Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas
Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah paket pekerjaan jalan yang menjadi prioritas dan dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.
22 Sep 2026 Jumadi 121
RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan
RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan
Batang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (2192026) malam hingga Selasa (2292026) dini hari.
22 Sep 2026 Jumadi 195