Pasca Nataru Harga Komoditas Pokok Mulai Stabil

Senin, 05 Januari 2026 Jumadi Dibaca 631 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Pasca Nataru Harga Komoditas Pokok Mulai Stabil
Salah satu pedagang melayani pembeli membeli cabai di Pasar Induk Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur mulai normal kembali, setelah selama beberapa pekan lalu mengalami kenaikan harga yang cukup melejit. Komoditas yang perlahan mulai mengalami penurunan diantaranya cabai rawit merah yang menjadi bumbu utama bagi sebagian masyarakat Kabupaten Batang yang sedang menggelar hajatan di bulan November hingga Desember 2025 lalu.

Batang - Pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur mulai normal kembali, setelah selama beberapa pekan lalu mengalami kenaikan harga yang cukup melejit. Komoditas yang perlahan mulai mengalami penurunan diantaranya cabai rawit merah yang menjadi bumbu utama bagi sebagian masyarakat Kabupaten Batang yang sedang menggelar hajatan di bulan November hingga Desember 2025 lalu.

Menurut Laila pedagang sayuran, harga komoditas bumbu dapur mulai turut perlahan setelah perayaan Natal dan pergantian tahun 2026. Komoditas yang turun secara cepat yakni cabai rawit merah yang semula Rp50 ribu kini mulai stabil menjadi Rp40 ribu per kilogram.

“Naiknya waktu mau Natal sama tahun baru, sekarang sudah mulai normal lagi, termasuk hampir semua jenis sayur, harganya turun. Cuma sekarang yang sedang naik itu, cabai rawit hijau semula Rp40 ribu malah naik jadi Rp60 ribu per kilogram,” katanya saat ditemui di Pasar Induk Batang, Kabupaten Batang, Senin (5/1/2026).

Komoditas lain yang ikut mengalami penurunan, yakni ayam potong yang semula saat menjelang hingga puncak perayaan Nataru terus naik, kini mulai stabil kembali. Ia mengaku awal 2026, harga ayam potong mulai turun Rp2.000,00.

“Ya mulai hari ini harga ayam mulai turun dari Rp42 ribu, jadi Rp40 ribu per kilogram. Tapi bisa jadi waktu menjelang lebaran harga bisa kembali naik karena banyaknya permintaan,” jelasnya.

Meski hampir seluruh komoditas mulai kembali normal, berbeda jauh dengan harga daging sapi yang justru merangkak naik.

Pedagang daging, Lilis membenarkan terjadi kenaikan harga di awal 2026, dikarenakan harga sapi hidup yang mengalami kenaikan harga.

“Waktu Natal kemarin permintaan justru meningkat dua kali lipat karena bersamaan liburan harganya juga stabil Rp120 ribu. Tapi mulai hari ini harganya jadi Rp125 ribu per kilogram, karena harga sapinya sudah mahal,” ungkapnya.

Diakuinya kenaikan harga daging ini berdampak pada penurunan omset dari semula saat Nataru mampu meraih dua kuintal, kini hanya satu kuintal.

“Ya kalau dihitung pertengahan Desember 2025 omsetnya bisa Rp12 juta, sekarang bisa turun setengahnya,” ujar dia.

Para pedagang memprediksi harga daging akan kembali mengalami kenaikan menjelang hari raya Idulfitri nanti.

“Kalau pas Ramadan harganya kemungkinan masih normal, tapi pas menjelang lebaran bisa naik jadi Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 12
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 139
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 60
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 81
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 19