POPTI dan Pemkab Batang Melindungi Generasi dari Talasemia

Rabu, 24 Desember 2025 Jumadi Dibaca 455 kali Kesehatan
POPTI dan Pemkab Batang Melindungi Generasi dari Talasemia
POPTI Batang menggelar rakor dengan Dinkes untuk melindungi generasi dari Talasemia, di Kantor Dinkes Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Di Kabupaten Batang, Talasemia masih menjadi sosok asing yang mengancam dalam diam. Bayangkan saja, hampir 90 persen masyarakat di wilayah ini belum mengenal apa itu penyakit genetika yang mengharuskan penderitanya bergantung pada transfusi darah seumur hidup.

Batang - Di Kabupaten Batang, Talasemia masih menjadi sosok asing yang mengancam dalam diam. Bayangkan saja, hampir 90 persen masyarakat di wilayah ini belum mengenal apa itu penyakit genetika yang mengharuskan penderitanya bergantung pada transfusi darah seumur hidup.

Fakta memprihatinkan inilah yang memicu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang untuk bergerak. Mereka bertekad menjadi promotor edukasi demi memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.

Langkah nyata mulai disusun saat Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menerima audiensi dari Perhimpunan Orangtua Penyandang Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang, di Kantor Dinkes Batang, Kabupaten Batang, Rabu (25/12/2025).

Mengingat jumlah penyandang yang terus bertambah, Ida menginstruksikan Puskesmas untuk gencar bersosialisasi. Bahkan, Dinkes berencana menyasar sekolah-sekolah untuk melakukan skrining.

“Hal ini kita lakukan untuk mendeteksi sejak dini apakah seseorang membawa gen talasemia, sehingga mengetahui agar mencari pasangan hidup yang bukan gen pembawa talasemia,” jelasnya.

Tujuan besarnya hanya satu, mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor. Ini untuk mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor yang membutuhkan transfusi seumur hidup.

Sinergi untuk Mereka yang Bertahan

Ketua POPTI Batang Nety Widjayanti tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Baginya, nasib penyandang Penyakit Tidak Menular (PTM) dan penyakit kronis seperti Talasemia memerlukan jaminan keberlanjutan layanan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi dan sinergi dengan Dinkes. Kami berharap ada solusi jangka panjang jika ditemukan kasus baru atau pasien yang belum ter-cover,” ungkapnya.

Nety menyebutkan, saat ini tercatat ada 42 penyandang talasemia di Kabupaten Batang terdiri dari 15 dewasa dan 27 anak-anak. Angka ini merupakan bagian dari 13.939 kasus secara nasional. Sayangnya, tembok besar masih menghadang: biaya skrining belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Mereka itu harus transfusi darah, ada yang setiap sebulan sekali, tiga minggu sekali, dua minggu sekali dan bahkan ada yang seminggu sekali,” ungkapnya.

Nety menceritakan kisah pilu warga yang hendak menikah dan sadar untuk melakukan skrining, namun terpaksa mundur karena kendala biaya.

Perjuangan Medis dan Fasilitas 'One Day Care'

Sementara itu, Ahli Medis POPTI Batang Tan Evi Susanti menekankan, bahwa pencegahan adalah kunci. Menurutnya, krusial untuk memastikan sesama pembawa sifat talasemia tidak menikah agar tidak melahirkan penderita talasemia mayor baru.

Dokter Evi juga mengenang masa-masa sulit saat aturan BPJS mewajibkan anak-anak Talasemia Batang mengambil protokol terapi ke RSUP Kariadi Semarang. Mengingat mayoritas pasien berasal dari keluarga kurang mampu, biaya transportasi menjadi beban berat.

“Akhirnya saya bersama RSUD Kalisari Batang mencari sponsor agar mereka bisa mendapatkan protokol terapi. Kita sewakan bus, hingga tiga gelombang dan Alhamdulillah sudah mendapatkan protokol terapi semuanya,” ujar dia.

Kini, secerah harapan mulai benderang. RSUD Batang telah menyediakan fasilitas one day care, sebuah layanan yang memudahkan pasien mendapatkan perawatan rutin tanpa harus menginap lama, memberikan ruang bagi mereka untuk tetap merajut masa depan di tengah keterbatasan genetik. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 42
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 34
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 52
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 34
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 51
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mengawal ketat pendistribusian dan edukasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
27 Jul 2026 Jumadi 102