POPTI dan Pemkab Batang Melindungi Generasi dari Talasemia

Rabu, 24 Desember 2025 Jumadi Dibaca 489 kali Kesehatan
POPTI dan Pemkab Batang Melindungi Generasi dari Talasemia
POPTI Batang menggelar rakor dengan Dinkes untuk melindungi generasi dari Talasemia, di Kantor Dinkes Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Di Kabupaten Batang, Talasemia masih menjadi sosok asing yang mengancam dalam diam. Bayangkan saja, hampir 90 persen masyarakat di wilayah ini belum mengenal apa itu penyakit genetika yang mengharuskan penderitanya bergantung pada transfusi darah seumur hidup.

Batang - Di Kabupaten Batang, Talasemia masih menjadi sosok asing yang mengancam dalam diam. Bayangkan saja, hampir 90 persen masyarakat di wilayah ini belum mengenal apa itu penyakit genetika yang mengharuskan penderitanya bergantung pada transfusi darah seumur hidup.

Fakta memprihatinkan inilah yang memicu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang untuk bergerak. Mereka bertekad menjadi promotor edukasi demi memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.

Langkah nyata mulai disusun saat Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menerima audiensi dari Perhimpunan Orangtua Penyandang Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang, di Kantor Dinkes Batang, Kabupaten Batang, Rabu (25/12/2025).

Mengingat jumlah penyandang yang terus bertambah, Ida menginstruksikan Puskesmas untuk gencar bersosialisasi. Bahkan, Dinkes berencana menyasar sekolah-sekolah untuk melakukan skrining.

“Hal ini kita lakukan untuk mendeteksi sejak dini apakah seseorang membawa gen talasemia, sehingga mengetahui agar mencari pasangan hidup yang bukan gen pembawa talasemia,” jelasnya.

Tujuan besarnya hanya satu, mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor. Ini untuk mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor yang membutuhkan transfusi seumur hidup.

Sinergi untuk Mereka yang Bertahan

Ketua POPTI Batang Nety Widjayanti tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Baginya, nasib penyandang Penyakit Tidak Menular (PTM) dan penyakit kronis seperti Talasemia memerlukan jaminan keberlanjutan layanan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi dan sinergi dengan Dinkes. Kami berharap ada solusi jangka panjang jika ditemukan kasus baru atau pasien yang belum ter-cover,” ungkapnya.

Nety menyebutkan, saat ini tercatat ada 42 penyandang talasemia di Kabupaten Batang terdiri dari 15 dewasa dan 27 anak-anak. Angka ini merupakan bagian dari 13.939 kasus secara nasional. Sayangnya, tembok besar masih menghadang: biaya skrining belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Mereka itu harus transfusi darah, ada yang setiap sebulan sekali, tiga minggu sekali, dua minggu sekali dan bahkan ada yang seminggu sekali,” ungkapnya.

Nety menceritakan kisah pilu warga yang hendak menikah dan sadar untuk melakukan skrining, namun terpaksa mundur karena kendala biaya.

Perjuangan Medis dan Fasilitas 'One Day Care'

Sementara itu, Ahli Medis POPTI Batang Tan Evi Susanti menekankan, bahwa pencegahan adalah kunci. Menurutnya, krusial untuk memastikan sesama pembawa sifat talasemia tidak menikah agar tidak melahirkan penderita talasemia mayor baru.

Dokter Evi juga mengenang masa-masa sulit saat aturan BPJS mewajibkan anak-anak Talasemia Batang mengambil protokol terapi ke RSUP Kariadi Semarang. Mengingat mayoritas pasien berasal dari keluarga kurang mampu, biaya transportasi menjadi beban berat.

“Akhirnya saya bersama RSUD Kalisari Batang mencari sponsor agar mereka bisa mendapatkan protokol terapi. Kita sewakan bus, hingga tiga gelombang dan Alhamdulillah sudah mendapatkan protokol terapi semuanya,” ujar dia.

Kini, secerah harapan mulai benderang. RSUD Batang telah menyediakan fasilitas one day care, sebuah layanan yang memudahkan pasien mendapatkan perawatan rutin tanpa harus menginap lama, memberikan ruang bagi mereka untuk tetap merajut masa depan di tengah keterbatasan genetik. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 262
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 206
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 185
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 229
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 354
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 330