Tingginya Permintaan, Faktor Utama Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Selasa, 16 Desember 2025 Jumadi Dibaca 1.244 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Tingginya Permintaan, Faktor Utama Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok
Salah satu pedagang melayani pembeli membeli ayam potong di Pasar Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Kenaikan harga kebutuhan pokok tak hanya terjadi pada bumbu dapur dan sayuran, namun merambat sampai komoditas lain seperti ayam potong hingga telur ayam yang naik signifikan. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni karena cuaca, peningkatan kebutuhan saat akhir, hingga peningkatan permintaan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Batang - Kenaikan harga kebutuhan pokok tak hanya terjadi pada bumbu dapur dan sayuran, namun merambat sampai komoditas lain seperti ayam potong hingga telur ayam yang naik signifikan. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor, yakni karena cuaca, peningkatan kebutuhan saat akhir, hingga peningkatan permintaan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu pedagang ayam potong, Tinuk mengakui harga ayam potong terus merangkak naik sejak dimulainya program MBG, terlebih saat momentum Natal dan pergantian tahun, kenaikan makin terasa.

“Hari-hari biasa Rp38 ribu, tapi saat Natal dan Tahun Baru bisa sampai Rp42 ribu per kilogramnya,” katanya, saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Selasa (16/12/2025).

Ia membenarkan, penyebab lain kenaikan harga komoditas ayam potong karena meningkatnya permintaan untuk memenuhi pasokan menu MBG.

“Konsumen juga mengurangi jumlah pembelian, penjualan juga merosot jauh, dari sebelumnya bisa habis delapan kuintal, sekarang cuma 7 kuintal per harinya,” jelasnya.

Senada, pedagang telur ayam negeri, Tin mengaku, kenaikan harga sudah sejak tiga hari lalu. Selain faktor banyaknya warga yang membeli telur untuk keperluan momen Natal dan Tahun Baru, juga disebabkan karena untuk memenuhi pasokan MBG.

“Kan ini mau Natal dan Tahun Baru, jadi banyak yang beli untuk membuat kue. Terus juga karena ada MBG jadi harganya tambah naik, dari sebelumnya Rp28 ribu sekarang jadi Rp32 ribu per kilogram, itu pun bisa naik lagi,” terangnya.

Sejumlah konsumen seperti Kusniati menyesalkan kenaikan harga tersebut, karena dengan uang belanja yang tak bertambah memaksanya untuk menghemat dan mengurangi jumlah pembelian.

“Uang belanja sehari cuma dikasih Rp100 ribu, terpaksa ngurangi jumlah belanja, habis pada mahal semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Perdagangan Disperindagkop dan UKM Batang Mursiti menerangkan, saat ini pihaknya terus melakukan pantauan intensif ke sejumlah pasar di Kabupaten Batang.

“Hasil pantauan kemarin, harga ayam potong memang naik, salah satu penyebabnya tingginya permintaan untuk MBG,” ujar dia.

Sejauh ini akan dilakukan pantauan dan apabila diperlukan akan dibuka pasar murah, untuk menstabilkan harga.

“Tapi sampai saat ini kenaikannya masih wajar karena mendekati momentum Nataru itu biasa naik, nanti pasca Nataru stabil lagi,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 24
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 140
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 63
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 51