Rumah Sakit Swasta Investasi di Kabupaten Batang

Rabu, 10 Desember 2025 Jumadi Dibaca 1.207 kali Ekonomi
Rumah Sakit Swasta Investasi di Kabupaten Batang
Kepala DPMPTSP Batang Margo Santosa menyampaikan, Rumah Sakit Swasta Investasi di Kabupaten Batang.
Batang - Ibarat magnet yang menarik logam, Kabupaten Batang kini makin menggeliat sebagai kawasan primadona investasi. Setelah sukses memproklamirkan diri sebagai pusat industri, kini Batang menyambut gelombang baru, dua rumah sakit swasta besar siap menancapkan tiang pancang, mengindikasikan bahwa kota ini tak hanya siap bekerja, tapi juga siap merawat penduduknya.

Batang - Ibarat magnet yang menarik logam, Kabupaten Batang kini makin menggeliat sebagai kawasan primadona investasi. Setelah sukses memproklamirkan diri sebagai pusat industri, kini Batang menyambut gelombang baru, dua rumah sakit swasta besar siap menancapkan tiang pancang, mengindikasikan bahwa kota ini tak hanya siap bekerja, tapi juga siap merawat penduduknya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Margo Santosa mengungkapkan, bahwa minat pembangunan rumah sakit ini muncul di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang melonjak dan iklim investasi yang semakin ramah.

“Saat ini, Batang sudah memiliki tiga fasilitas medis utama, yaitu RSUD Batang, RSUD Limpung, dan RS QIM. Namun, daftar itu akan segera bertambah panjang,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (10/12/2025).

Proyek Kesehatan Menuju Batang Kota Industri

Margo Santosa memastikan bahwa, Batang benar-benar sedang dilirik sebagai lokasi strategis pengembangan fasilitas kesehatan. Bahkan, sejumlah proyek sudah memasuki tahapan perizinan dan pembangunan awal.

“RS Mitra Plumbon di Batang Kota sudah mulai berproses di depan kantor Dinas Kesehatan, sedangkan RS Anugerah di Desa Clapar, Kecamatan Subah, juga sedang dalam tahap perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Bahkan, ambisi Batang tak berhenti di sana. Wilayah KEK Industropolis, yang diproyeksikan sebagai sentra pertumbuhan industri nasional, juga sudah disiapkan untuk memiliki rumah sakit baru. Sebenarnya, dua institusi besar RS Muhammadiyah dan RS NU sempat mengurus izin, namun prosesnya masih tertunda dan pembangunannya belum tampak.

Makin menjamurnya rumah sakit swasta ini jelas memicu persaingan layanan kesehatan yang akan menghangat. Tapi, bagi Margo, ini justru kabar baik bagi masyarakat Batang.

“Ketika rumah sakit banyak, maka yang untung masyarakat, karena mereka bisa memilih, tetapi ini juga tantangan bagi rumah sakit daerah. Rumah sakit milik pemerintah (RSUD) kini harus bergerak cepat dan melakukan inovasi layanan, tidak boleh hanya mengandalkan statusnya saja,” tegasnya.

Menurutnya, fenomena ini adalah momen emas bagi RSUD untuk membenahi manajemen, meningkatkan kualitas tenaga medis, hingga mempercepat transformasi digital.

Kesehatan, Magnet Baru bagi Investor

Lebih dari sekadar urusan kesehatan, perkembangan sektor ini ternyata turut memengaruhi daya tarik Batang di mata investor. Keberadaan fasilitas kesehatan yang mumpuni kini menjadi indikator penting saat investor menimbang lokasi usaha baru.

“Pertumbuhan ekonomi daerah itu pasti dilihat dari semua lini pendidikan, kesehatan, dan infrastrukturnya. Kehadiran rumah sakit baru otomatis menjadi penentu keputusan. Ini sinyal positif,” ungkapnya.

Margo juga menyebutkan, tumbuhnya beberapa rumah sakit di Kabupaten Batang pasti jadi kajian investor, karena fasilitas kesehatan sudah sangat bagus, dan ini menarik bagi industri maupun pengembang perumahan.

Bahkan, pertumbuhan fasilitas kesehatan tak lepas dari rencana besar pemerintah daerah untuk merealisasikan program 3 juta unit rumah. Rumah sakit modern sangat mungkin memicu pertumbuhan kawasan perumahan yang lebih variatif.

“Kami ingin perumahan ke depan tidak hanya subsidi saja, tapi ada yang lebih eksklusif, bisa terwujud dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” harapnya.

Meski sektor kesehatan berkembang pesat, Margo Santosa menegaskan bahwa industri tetap menjadi magnet utama investasi di Batang. Industri masih andalan utama kita, dan 20262027 akan jadi golden period Batang.

“Begitu kawasan industri di KEK Industropolis beroperasi penuh, arus investasi diyakini akan masuk lebih deras, memicu efek berantai bagi ekonomi lokal. Begitu industri tumbuh, otomatis tenaga kerja masuk, usaha kecil di sekitar kawasan ikut bergerak, pasar berjalan, dan ekonomi akan menggeliat sendiri,” pungkasnya. (MC Batang, Jatng/Edo/Jumadi) 

Berita Lainnya

DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
Batang - Polemik keberadaan pedestrian di depan Indomaret Fres, Alun-Alun Batang, akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang.
25 Mei 2026 Jumadi 65
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
25 Mei 2026 Jumadi 82
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
25 Mei 2026 Jumadi 214
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan dan harapan besar bagi Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar yang saat ini sedang mendapatkan penilaian langsung untuk meraih Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Jateng. Wakil Bupati Batang Suyono mamastikan, apabila setelah dilakukan visitasi, sesuai dengan data, tentu nilai yang murni akan didapat berkat kerja keras yang mengedepankan integritas.
25 Mei 2026 Jumadi 71
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mendesak pihak manajemen Indomaret Fresh segera mengembalikan fungsi pedestrian dan trotoar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Alun-Alun Batang, setelah area tersebut menuai keluhan masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial.
25 Mei 2026 Jumadi 67
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Batang - Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar, berupaya memenuhi layanan literasi dengan kelengkapan fasilitas hingga diminati warga untuk memenuhi kebutuhan literasi maupun pelatihan kewirausahaan. Saat ini, perpustakaan tersebut masuk enam besar dan menjalani visitasi penilaian langsung dari tim juri Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Jawa Tengah.
25 Mei 2026 Jumadi 71