Abrasi Capai 4 Meter, Pemkab Batang Perkuat Penataan Ruang Laut

Jumat, 05 Desember 2025 Jumadi Dibaca 353 kali Lingkungan
Abrasi Capai 4 Meter, Pemkab Batang Perkuat Penataan Ruang Laut
Bupati Batang memberikan sambutan saat Sosialisasi penataan ruang laut di wilayah pesisir, di Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mendukung penuh langkah Direktorat Jenderal (Dirtjen) Penataan Ruang Laut dalam mensosialisasikan penataan ruang laut di wilayah pesisir. Kegiatan ini digelar di kawasan Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/12/2025), sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan ruang laut akibat abrasi dan perkembangan industri di pesisir.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mendukung penuh langkah Direktorat Jenderal (Dirtjen) Penataan Ruang Laut dalam mensosialisasikan penataan ruang laut di wilayah pesisir. Kegiatan ini digelar di kawasan Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/12/2025), sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan ruang laut akibat abrasi dan perkembangan industri di pesisir.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengungkapkan, bahwa abrasi di wilayah Batang terus meningkat setiap tahun. Pada kawasan Batang Kota, daratan terkikis hingga 4 meter per tahun, sementara wilayah pesisir luar Batang Kota berkurang sekitar 2 meter per tahun.

“Setiap tahun daratan kita berkurang. Karena itu, kegiatan hari ini sangat penting, apalagi Batang sedang tumbuh sebagai kawasan industrialisasi,” katanya.

Faiz menyebut industrialisasi Batang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada kuartal II tahun 2025, ekonomi Batang tumbuh 7,49 persen dan diprediksi mencapai 8 persen di akhir tahun. Namun pertumbuhan ini dibarengi dengan meningkatnya kompetisi ruang di kawasan pantai.

“Di satu sisi ini berkah, tapi di sisi lain muncul tantangan baru. Ada KEK, industrialisasi, PLTU, pariwisata berbasis pantai, kampung nelayan, dan pelabuhan. Ini membuat tata ruang pantai makin kompleks,” jelasnya.

Ia menekankan, pentingnya pengelolaan ruang laut yang seimbang agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ekosistem pesisir dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Faiz juga menyoroti penurunan drastis tutupan mangrove di Batang. Pemerintah daerah kini bekerja sama dengan PLTU Batang untuk menanam kembali hingga 50.000 bibit mangrove.

“Ini bagian dari komitmen kita untuk membangun ekosistem, menjaga biota laut, menahan abrasi, sekaligus menjadi tangkapan emisi. Selain mangrove, PLTU Batang juga telah membuat rumpon berbasis material FABA (Fly Ash Bottom Ash) yang ditempatkan di laut untuk menciptakan ekosistem perikanan baru," ungkapnya. 

Faiz mengungkapkan jumlah nelayan di Batang sempat mencapai 14.000 orang. Namun produksi ikan justru merosot signifikan. Tahun 2020 hasil tangkapan kita sekitar 3.000 ton. Tahun 2025 tinggal 1.700 ton. Ini bukan hanya persoalan tata ruang. Ada faktor overfishing dan kebijakan zonasi.

Ia juga menekankan, pentingnya kebijakan afirmatif bagi nelayan agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga. Serta mengusulkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Batang kepada pemerintah pusat. 

Menurutnya, lahan 70 hektare telah disiapkan untuk mengembangkan pusat perikanan yang mampu memperkuat ekonomi maritim lokal.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Amehr Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja menyusun norma, standar, prosedur, dan kriteria dalam penataan ruang laut. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas serta efektivitas penyelenggaraan penataan ruang laut, termasuk sinkronisasi dengan perencanaan di daerah.

“Kami melaksanakan perumusan kebijakan, pemantauan, analisis, hingga evaluasi agar penataan ruang laut berjalan terstandar dan terintegrasi. Selain itu, Kementerian juga memberikan bimbingan teknis, supervisi, serta konsultasi bagi pemerintah daerah untuk memastikan penataan ruang laut sesuai regulasi nasional," terangnya. 

Melalui sosialisasi ini, pemerintah pusat dan daerah berharap penataan ruang laut dapat berjalan lebih sinergis, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi Batang yang cepat dan tekanan lingkungan yang meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza)Jumadi)

Berita Lainnya

Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 69
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 74
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 100
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 67
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 57
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Batang - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari.
09 Jul 2026 Jumadi 36