Abrasi Capai 4 Meter, Pemkab Batang Perkuat Penataan Ruang Laut

Jumat, 05 Desember 2025 Jumadi Dibaca 623 kali Lingkungan
Abrasi Capai 4 Meter, Pemkab Batang Perkuat Penataan Ruang Laut
Bupati Batang memberikan sambutan saat Sosialisasi penataan ruang laut di wilayah pesisir, di Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mendukung penuh langkah Direktorat Jenderal (Dirtjen) Penataan Ruang Laut dalam mensosialisasikan penataan ruang laut di wilayah pesisir. Kegiatan ini digelar di kawasan Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/12/2025), sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan ruang laut akibat abrasi dan perkembangan industri di pesisir.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mendukung penuh langkah Direktorat Jenderal (Dirtjen) Penataan Ruang Laut dalam mensosialisasikan penataan ruang laut di wilayah pesisir. Kegiatan ini digelar di kawasan Pantai Payung Sewu Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/12/2025), sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan ruang laut akibat abrasi dan perkembangan industri di pesisir.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengungkapkan, bahwa abrasi di wilayah Batang terus meningkat setiap tahun. Pada kawasan Batang Kota, daratan terkikis hingga 4 meter per tahun, sementara wilayah pesisir luar Batang Kota berkurang sekitar 2 meter per tahun.

“Setiap tahun daratan kita berkurang. Karena itu, kegiatan hari ini sangat penting, apalagi Batang sedang tumbuh sebagai kawasan industrialisasi,” katanya.

Faiz menyebut industrialisasi Batang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada kuartal II tahun 2025, ekonomi Batang tumbuh 7,49 persen dan diprediksi mencapai 8 persen di akhir tahun. Namun pertumbuhan ini dibarengi dengan meningkatnya kompetisi ruang di kawasan pantai.

“Di satu sisi ini berkah, tapi di sisi lain muncul tantangan baru. Ada KEK, industrialisasi, PLTU, pariwisata berbasis pantai, kampung nelayan, dan pelabuhan. Ini membuat tata ruang pantai makin kompleks,” jelasnya.

Ia menekankan, pentingnya pengelolaan ruang laut yang seimbang agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ekosistem pesisir dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Faiz juga menyoroti penurunan drastis tutupan mangrove di Batang. Pemerintah daerah kini bekerja sama dengan PLTU Batang untuk menanam kembali hingga 50.000 bibit mangrove.

“Ini bagian dari komitmen kita untuk membangun ekosistem, menjaga biota laut, menahan abrasi, sekaligus menjadi tangkapan emisi. Selain mangrove, PLTU Batang juga telah membuat rumpon berbasis material FABA (Fly Ash Bottom Ash) yang ditempatkan di laut untuk menciptakan ekosistem perikanan baru," ungkapnya. 

Faiz mengungkapkan jumlah nelayan di Batang sempat mencapai 14.000 orang. Namun produksi ikan justru merosot signifikan. Tahun 2020 hasil tangkapan kita sekitar 3.000 ton. Tahun 2025 tinggal 1.700 ton. Ini bukan hanya persoalan tata ruang. Ada faktor overfishing dan kebijakan zonasi.

Ia juga menekankan, pentingnya kebijakan afirmatif bagi nelayan agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga. Serta mengusulkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Batang kepada pemerintah pusat. 

Menurutnya, lahan 70 hektare telah disiapkan untuk mengembangkan pusat perikanan yang mampu memperkuat ekonomi maritim lokal.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Amehr Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja menyusun norma, standar, prosedur, dan kriteria dalam penataan ruang laut. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas serta efektivitas penyelenggaraan penataan ruang laut, termasuk sinkronisasi dengan perencanaan di daerah.

“Kami melaksanakan perumusan kebijakan, pemantauan, analisis, hingga evaluasi agar penataan ruang laut berjalan terstandar dan terintegrasi. Selain itu, Kementerian juga memberikan bimbingan teknis, supervisi, serta konsultasi bagi pemerintah daerah untuk memastikan penataan ruang laut sesuai regulasi nasional," terangnya. 

Melalui sosialisasi ini, pemerintah pusat dan daerah berharap penataan ruang laut dapat berjalan lebih sinergis, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi Batang yang cepat dan tekanan lingkungan yang meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza)Jumadi)

Berita Lainnya

TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
Batang - Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis yang terus bertumbuh dalam mendukung lahirnya kota baru, di timur Kabupaten Batang, membawa dampak perbaikan infrastruktur di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih. Hal tersebut dibuktikan dengan dipilihnya desa tersebut sebagai prioritas perbaikan infrastruktur dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130, yang berfokus untuk membuka akses jalan penghubung baru dari Desa Sembung menuju KEK Industropolis.
13 Okt 2026 Jumadi 81
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 105
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban fraksi gabungan atas pendapat Bupati Batang terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD tahun 2026 di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 75
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Batang Tahun 2027 dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 95
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Batang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 98
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi melepas 258 anggota kontingen yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Dalam pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa 13 Oktober 2026, Pemkab Batang menegaskan komitmen dukungannya dengan mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk operasional kontingen serta menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali.
13 Okt 2026 Jumadi 74