Pemukiman Warga Batang Terancam, DLH Tanam Bibit Mangrove

Rabu, 15 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 695 kali Lingkungan
Pemukiman Warga Batang Terancam, DLH Tanam Bibit Mangrove
Pemukiman Warga Batang Terancam, DLH Batang Tanam Bibit Mangrove di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang.
Batang Bencana abrasi di Kabupaten Batang kini menjadi ancaman nyata yang makin mendekati pemukiman warga. Naiknya permukaan air laut atau rob telah merendam ratusan hektare lahan, bahkan mulai menjangkau teras-teras rumah di wilayah Kecamatan Batang.

Batang Bencana abrasi di Kabupaten Batang kini menjadi ancaman nyata yang makin mendekati pemukiman warga. Naiknya permukaan air laut atau rob telah merendam ratusan hektare lahan, bahkan mulai menjangkau teras-teras rumah di wilayah Kecamatan Batang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto menyampaikan, keprihatinan mendalam terkait kondisi ini.

“Ada sekitar 370 hektare terdampak air rob, itu berada di desa Denasri Kulon dan sekitarnya,” katanya, saat ditemui usai penanaman bibit mangrove di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Rabu (15/10/2025).

Keterangan itu disampaikannya saat menghadiri program penanaman mangrove "Mageri Segoro" yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi perubahan iklim, khususnya dampak air rob yang kian masif.

“Jadi hari ini kita melaksanakan kegiatan Mageri Segoro, ini programnya dari Jawa Tengah, dilaksanakan di sepanjang Pantai Utara dan juga Pantai Selatan di Jawa Tengah. Ini dalam rangka untuk mengantisipasi perubahan iklim yang mana dampaknya yang saat ini sudah terasa, yaitu rob atau naiknya permukaan air laut yang masuk ke daratan,” jelasnya.

Di Batang, luas lahan yang terendam rob mencapai angka mengkhawatirkan. Kalau di Batang ini ada sekitar 370 hektare yang di sekitar lokasi ini. Lahan yang terdampak meliputi tanah milik masyarakat, tanah pemerintah daerah, dan juga eks-bengkok.

Saat ditanya seberapa besar ancaman rob ini terhadap pemukiman, Rusmanto menunjuk ke kondisi di lokasi.

“Ya seperti yang kita lihat sekarang sudah mepet pemukiman di sekitar, kelihatan air rob-nya sudah sampai di teras-teras rumah, khususnya yang di wilayah Kecamatan Batang,” ungkapnya.

Bencana ini diakui telah berlangsung cukup lama. Kalau informasi kurang lebih sekitar 4-5 tahun yang lalu. Upaya penanaman mangrove, seperti yang dilakukan pada tahun 2021, ternyata belum mampu menahan laju abrasi sepenuhnya.

“Penanaman mangrove yang kita lihat itu kan, itu dilaksanakan di tahun 2021, dan pada saat itu belum seperti ini. DLH Batang terus berupaya mengatasi masalah ini. Upaya konservasi lahan menjadi langkah pertama, untuk menekankan perlunya kesadaran kolektif,” tegasnya.

Yang pertama ya kita melakukan konservasi lahan, kemudian yang kedua kita minta kepada kesadaran masyarakat, karena penanaman ini tidak akan berhasil nanti kalau kesadaran masyarakat ini juga masih kurang.

Rusmanto mencontohkan, meski penanaman mangrove sudah sering dilakukan bertahun-tahun, hasilnya tidak maksimal.

“Seperti kita ketahui di Kabupaten Batang, sudah dari beberapa puluh tahun yang lalu mungkin kita sudah sering melaksanakan penanaman mangrove. Tapi yang ada sekarang kan juga hanya beberapa tempat yang bisa berkembang dengan baik,” imbuhnya.

Pemerintah daerah pun tidak menutup kemungkinan mengandalkan program nasional seperti pembangunan tanggul raksasa.

“Mendingan nanti kita koordinasikan lebih lanjut, karena untuk kegiatan itu kan nanti juga harus ada kontribusi sharing dari pemerintah,” pungkasnya.

Titik terparah dampak abrasi, menurut Rusmanto, saat ini berada di wilayah kota. Di Batang Kotanya. Sementara terkait data intrusi air laut atau penurunan tanah (subsiden), DLH Batang masih belum memiliki catatan pasti. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan dan harapan besar bagi Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar yang saat ini sedang mendapatkan penilaian langsung untuk meraih Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Jateng. Wakil Bupati Batang Suyono mamastikan, apabila setelah dilakukan visitasi, sesuai dengan data, tentu nilai yang murni akan didapat berkat kerja keras yang mengedepankan integritas.
25 Mei 2026 Jumadi 34
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
25 Mei 2026 Jumadi 40
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
25 Mei 2026 Jumadi 12
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 323
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 131
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 69