Standarisasi Perlu Diintensifkan, Demi Temukan Kopi Batang Berkualitas

Rabu, 07 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.342 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Standarisasi Perlu Diintensifkan, Demi Temukan Kopi Batang Berkualitas
Batang - Potensi kopi khas Batang yang menggiurkan, mulai diperkenalkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, ke pasar dengan jangkauan lebih luas. Pemetaan terhadap kopi berkualitas perlu diintensifkan, agar produk olahannya nanti menemukan pangsa pasar dan konsumennya.

Batang - Potensi kopi khas Batang yang menggiurkan, mulai diperkenalkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Batang Faelasufa Faiz, ke pasar dengan jangkauan lebih luas. Pemetaan terhadap kopi berkualitas perlu diintensifkan, agar produk olahannya nanti menemukan pangsa pasar dan konsumennya.

Dari hasil pantauan langsung ke petani, Faelasufa menekankan agar produk kopi khas Batang dikenal oleh konsumen nasional dengan upaya pembinaan bagi jenis yang berpotensi besar.

“Apapun jenis kopinya, entah Surjo atau Tombo yang jelas dari Batang,” katanya, saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (3/5/2025).

Ia menyayangkan karena selama ini kopi khas Batang harus dijual ke luar daerah terlebih dahulu, agar sampai ke penikmatnya. Sayangnya, pasar itu tahunya adalah kopi dari daerah lain, bukan dari Batang.

Sebagai upaya nyata, Pemda akan mengoptimalkan dalam pembinaan bagi kopi berpotensi, namun belum mendapatkan perhatian dari pasar.

“Tujuannya supaya green bean yang dihasilkan sesuai kebutuhan pasar dan perlu sentralisasi pascapanen, agar tercipta standarisasi kualitas, sebelum sampai ke tangan penikmatnya,” tegasnya.

Pendiri Java Kirana, M. Noverian Aditya membenarkan, penting sentralisasi dalam pemantauan kualitas produk, sehingga di antara petani pun tidak akan ada ketimpangan sosial. Pola ini membantu para produsen menemukan kopi berkualitas sesuai selera pasar dan harga yang bersaing.

“Nantinya, kopi Batang lebih bisa dikenal dan mampu bersaing, baik kualitas maupun pamornya di pasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi menerangkan, selama ini pihaknya telah intens melakukan pembinaan kepada petani.

“Nantinya akan lebih memaksimalkan pembinaan saat pascapanen, dengan memperhatikan skala prioritas,” terangnya.

Perwakilan Batang Coffee, Ma'ruf mengatakan, sebanyak 3 ribu petani telah dibina dan mampu menghasilkan 2 ribu ton kopi, namun masih menemukan kendala karena petani menjualnya secara mandiri.

“Walaupun hasil panen petani banyak, tapi lebih dari 50 persen, kopi kami diambil produsen Temanggung,” ujar dia.

Di sisi lain, ia mengakui, hasil panen beberapa waktu ini, mengalami penurunan karena faktor cuaca yang tidak menentu. Yang sangat disayangkan kami harus berpacu dengan pencuri kopi, bahkan harus menyewa penjaga kebun agar tidak dicuri menjelang panen.

Ia mengharapkan, Pemda lebih mengintensifkan pembinaan kepada para petani agar menghasilkan kualitas dan harga yang layak.

“Selama ini kami lebih cenderung bergerak secara mandiri untuk membina petani Tombo, bahkan pembinaan kami sudah menjangkau luar daerah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 213
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 174
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 162
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 648
Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera
Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera
Batang - Kawasan di depan Rumah Sakit Umum Saerah (RSUD) Batang bersiap bersolek. Bahu jalan dan area depan rumah sakit yang biasanya riuh oleh deretan pedagang kaki lima (PKL), kini mulai ditata rapi oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Langkah penyegaran estetika kota ini diawali dengan diterbitkannya Surat Peringatan Pertama (SP 1) sebagai penanda babak baru relokasi.
10 Jul 2026 Jumadi 67
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 109