Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang tentang Penyampaian KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (10/7/2026).
Ketua DPRD Batang Suudi mengatakan, arah kebijakan pembangunan tahun 2027 menitikberatkan pada pengembangan destinasi wisata unggulan dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial budaya. Pengembangan pariwisata dilakukan melalui penerapan prinsip sustainable tourism, mulai dari peningkatan aksesibilitas, akomodasi, atraksi, aktivitas, hingga amenitas.
“Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal dan pelaku UMKM pariwisata, mengembangkan ekosistem ekonomi halal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sektor pariwisata, serta mengintegrasikan produk kreatif lokal dengan aktivitas wisata dan kebudayaan,” jelasnya.
Menurut Suudi, peningkatan kualitas infrastruktur pariwisata, penguatan promosi melalui platform digital dan media sosial, serta pelestarian lingkungan dan budaya lokal menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.
“Dalam penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 juga dilakukan penyelarasan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih fokus dan terarah. Dalam rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Kabupaten Batang memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp1,867 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,941 triliun,” terangnya.
Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp74 miliar yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan sebesar Rp75 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp1 miliar sehingga tercipta surplus pembiayaan sebesar Rp74 miliar.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan, bahwa sektor pariwisata dipilih sebagai penggerak ekonomi karena kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masih berada di bawah 10 persen.
“Melalui peningkatan kualitas, kelayakan, dan daya tarik destinasi wisata, kami berharap jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Batang terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Selain fokus pada pengembangan pariwisata, Pemkab Batang juga menyiapkan strategi pengelolaan anggaran agar pelaksanaan program pembangunan lebih efektif,” tegasnya.
Salah satunya dengan membagi pekerjaan proyek secara proporsional sejak awal tahun sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Pemkab juga akan menerapkan lelang dini yang dimulai sejak Desember agar pelaksanaan proyek dapat berlangsung pada kuartal pertama tahun anggaran.
“Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas serapan anggaran sekaligus menekan potensi terjadinya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang tinggi di akhir tahun. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 diharapkan menjadi landasan pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)