Isi Kegiatan Ramadan, WBP Lapas Batang Buat Kapal Pinisi

Rabu, 19 Maret 2025 Jumadi Dibaca 741 kali Pelayanan Publik
Isi Kegiatan Ramadan, WBP Lapas Batang Buat Kapal Pinisi
Batang - Selama Ramadan ternyata sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengisi waktu dengan menghasilkan karya miniatur kapal pinisi berbahan dasar limbah kayu. Ide tersebut muncul karena melihat potensi limbah kayu yang melimpah serta Batang yang identik sebagai produsen kapal kayu terbesar nasional.

Batang - Selama Ramadan ternyata sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengisi waktu dengan menghasilkan karya miniatur kapal pinisi berbahan dasar limbah kayu. Ide tersebut muncul karena melihat potensi limbah kayu yang melimpah serta Batang yang identik sebagai produsen kapal kayu terbesar nasional.

Salah satu WBP M. Ari Anggriawan mengatakan, proses produksi miniatur kapal pinisi yang memakan waktu hingga satu bulan menjadikan seluruh tim fokus dalam pengerjaan di tiap detailnya.

“Bahan kayu kami dapat dari sekitar yang dibantu petugas, hingga mampu menghasilkan 4 karya miniatur kapal dan perahu nelayan Pantura,” katanya saat ditemui di Aula Lapas Kelas IIB Batang, Kabupaten Batang, Rabu (19/3/2025).

Ide awal terlahir dari arahan Kepala Lapas Kelas IIB Batang Nurhamdan, untuk mengolah limbah kayu bekas menjadi barang bernilai. Lalu kami gabungkan dengan ide kreatif teman-teman WBP, maka dibuatlah miniatur kapal pinisi.

Saat ini hanya diproduksi oleh 5 WBP berbakat, sehingga apabila ada masyarakat yang berminat cukup mengganti secara nominal sebesar Rp250 ribu tiap unitnya.

“Insyaallah tiga bulan lagi bebas, rencananya mau mengembangkan kemampuannya ke dunia bisnis yang dipromosikan lewat media,” ungkapnya.

Menanggapi potensi terpendam kakaknya, Adi Pernana mengaku terkejut karena kemampuan kakaknya tersebut baru diketahuinya saat menjadi WBP di Lapas Batang.

“Saya nggak nyangka kakak saya bisa buat kreasi kayak gitu, padahal dari dulu nggak punya bakat sama sekali,” tuturnya.

Sebagai adik, ia hanya memberi dukungan untuk mengembangkan rencana bisnis kakaknya tersebut. Nanti kalau sudah bebas mau bisnis bareng kakak buat memproduksi miniatur kapal pinisi dan dipromosikan lewat aplikasi Tik Tok.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Batang Nurhamdan membenarkan, kreativitas para WBP hingga mampu menghasilkansebuah karya, adalah hasil binaan Seksi Pembinaan Narapidana /Anak Didik Kegiatan Kerja.

“Di antaranya kami membina potensi para WBP, salah satunya pembuatan miniatur kapal pinisi,” terangnya.

Ide tersebut tercetus karena melihat potensi kayu jati yang melimpah di Kabupaten Batang, sehingga limbah yang tersisa diolah kembali menjadi karya yang estetik.

“Limbahnya kami ambil dari sisa mebel di sekitar Lapas, dan area Batang,” jelasnya.

Saat ini produksi hanya jika ada pemesanan saja, seperti belum lama ini dua buah karya WBP dikirim ke Lapas Pemuda Tangerang.

“Alhamdulillah kemarin kami mengirim dua miniatur kapal pinisi untuk mengikuti ajang Bazar Produk WBP,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 65
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 119
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 118
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 68
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 31
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 36