Pemkab Batang Siapkan Langkah Strategis Dukung Swasembada Pangan 2025

Jumat, 14 Februari 2025 Jumadi Dibaca 1.723 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Pemkab Batang Siapkan Langkah Strategis Dukung Swasembada Pangan 2025
Batang Upaya menuju swasembada pangan di Kabupaten Batang terus digenjot. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro menegaskan, bahwa meskipun infrastruktur pertanian seperti irigasi dan pintu air mengalami kerusakan akibat bencana alam, pihaknya telah berkoordinasi dengan lintas sektoral, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk segera melakukan perbaikan.

Batang Upaya menuju swasembada pangan di Kabupaten Batang terus digenjot. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro menegaskan, bahwa meskipun infrastruktur pertanian seperti irigasi dan pintu air mengalami kerusakan akibat bencana alam, pihaknya telah berkoordinasi dengan lintas sektoral, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk segera melakukan perbaikan.

“Kita akan berkoordinasi dengan lintas sektoral seperti PU dan BBWS untuk menangani kerusakan ini agar proses pertanian tidak terganggu,” katanya saat ditemui di Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Jumat (14/2/2025).

Sutadi mengungkapkan bahwa, Kabupaten Batang menargetkan peningkatan luas tanam hingga 36 ribu hektare pada tahun 2025. Dengan rata-rata produktivitas mencapai 5 ton per hektare, potensi hasil panen akan meningkat secara signifikan. Saat ini, luas Lahan Sawah Berkelanjutan (LSB) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Batang mencapai 18 ribu hektare.

“Tak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan peningkatan luas tanam, Dispaperta juga memastikan jaringan irigasi yang rusak akibat banjir segera mendapat penanganan. Kurang lebih 950 hektare lahan terdampak akibat jebolnya Bendung Krompeng, dan kami telah melakukan langkah-langkah perbaikan agar petani tetap bisa menanam,” jelasnya.

Sejalan dengan program pemerintah, Dispaperta Batang juga mendorong penyerapan gabah petani oleh Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram, khususnya di Kecamatan Gringsing. Sutadi menilai langkah ini sangat penting agar petani tidak bergantung pada tengkulak yang kerap merugikan mereka.

“Musim tanam menjadi penentu musim panen. Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, para tengkulak bisa mengambil kesempatan. Jika gabah sudah di tangan tengkulak, program pemerintah untuk menyejahterakan petani bisa terhambat,” tegasnya.

Sutadi juga menyebutkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, Dispaperta mulai mendata rencana tanam dan panen secara lebih sistematis. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan target panen di Batang dapat tercapai. Tahun ini, Kabupaten Batang menargetkan luas panen mencapai 36 ribu hektare.

“Kami menyiapkan benih-benih susulan agar petani yang terdampak bisa segera menanam kembali dan mengejar target panen yang dibutuhkan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Selain itu, harga jagung dan gabah yang telah ditetapkan oleh pemerintah diharapkan dapat membantu petani dalam mendapatkan keuntungan yang layak.

“Harapan kami, skema ini bisa menyasar langsung ke petani sehingga mereka dapat berkembang secara mandiri dan merasakan manfaatnya,” ujar dia.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah disiapkan, Kabupaten Batang optimistis dapat mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 216
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 179
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 168
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 670
Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera
Wajah Baru Depan RSUD Batang, PKL Mulai Dikemas di Pujasera
Batang - Kawasan di depan Rumah Sakit Umum Saerah (RSUD) Batang bersiap bersolek. Bahu jalan dan area depan rumah sakit yang biasanya riuh oleh deretan pedagang kaki lima (PKL), kini mulai ditata rapi oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Langkah penyegaran estetika kota ini diawali dengan diterbitkannya Surat Peringatan Pertama (SP 1) sebagai penanda babak baru relokasi.
10 Jul 2026 Jumadi 67
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 109