Lubang di Jalan Pantura Makan Korban, Pemkab Batang Desak Balai Jalan Nasional Segera Diperba

Jumat, 07 Februari 2025 Jumadi Dibaca 1.987 kali Pelayanan Publik
Lubang di Jalan Pantura Makan Korban, Pemkab Batang Desak Balai Jalan Nasional Segera Diperba
Batang Jalan nasional Pantura yang menghubungkan Batang hingga Kota Pekalongan semakin memprihatinkan. Lubang-lubang yang menganga di berbagai titik menjadi ancaman serius bagi para pengendara, terutama saat hujan turun dan air menggenangi jalan, menyembunyikan lubang yang dalam. Akibatnya, kecelakaan lalu lintas pun kerap terjadi, menelan banyak korban.

Batang - Jalan nasional Pantura yang menghubungkan Batang hingga Kota Pekalongan semakin memprihatinkan. Lubang-lubang yang menganga di berbagai titik menjadi ancaman serius bagi para pengendara, terutama saat hujan turun dan air menggenangi jalan, menyembunyikan lubang yang dalam. Akibatnya, kecelakaan lalu lintas pun kerap terjadi, menelan banyak korban.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Batang mengambil langkah tegas dengan melayangkan surat permohonan perbaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta. Surat tersebut dikirim pada 4 Februari 2025 dan ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang Ari Yudianto. Selain itu, tembusan surat juga dikirimkan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga, Komisi V DPR RI, serta Penjabat Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang Endro Suryono, membenarkan adanya surat permohonan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya sejak jauh-jauh hari untuk mendorong perbaikan jalan Pantura.

“Kami sudah bergerak sejak 4 Februari dan bahkan sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional, khususnya PPkom 1 dan 2, terkait jalan berlubang. Kami berharap dengan adanya surat resmi ini, perbaikan bisa segera dilakukan, mengingat banyaknya korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk,” katanya saat ditemui di Kantor DPUPR Batang, Kabupaten Batang, Jumat (7/2/2025).

Menurutnya, Pemkab Batang terus menunggu itikad baik dari Balai Besar Jalan Nasional dan PPkom 1 dan 2 sebagai pihak yang memiliki kewenangan. Namun, ada kendala dalam hal pendanaan atau yang lainnya.

“Kami berharap ada solusi terbaik agar jalan nasional ini segera diperbaiki demi keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Jalan Pantura Batang-Pekalongan merupakan jalur vital bagi aktivitas transportasi, baik kendaraan pribadi maupun angkutan logistik. Kerusakan jalan tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga berpotensi menghambat arus lalu lintas dan perekonomian di kawasan tersebut.

“Warga dan pengguna jalan pun berharap ada langkah konkret dari pemerintah pusat agar perbaikan segera dilakukan sebelum semakin banyak korban berjatuhan,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

 

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 71
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 36
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 41