Pj Gubernur Jateng Sambangi Korban Gempa di Batang

Rabu, 10 Juli 2024 Jumadi Dibaca 1.655 kali Acara Pimpinan Daerah
Pj Gubernur Jateng Sambangi Korban Gempa di Batang
Batang - Kabupaten Batang diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Minggu 7 Juli 2024. Getaran kuat yang terasa hingga radius beberapa kilometer ini merusak ratusan rumah dan melukai puluhan orang.

Batang - Kabupaten Batang diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo pada Minggu 7 Juli 2024. Getaran kuat yang terasa hingga radius beberapa kilometer ini merusak ratusan rumah dan melukai puluhan orang.

Gempa tersebut tidak hanya menjadi pengingat akan potensi bencana yang selalu mengintai, tetapi juga menegaskan pentingnya mitigasi bencana dan standar bangunan tahan gempa.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dalam kunjungannya ke Batang menekankan bahwa, mitigasi bencana bukan hanya sekadar persiapan, tetapi langkah proaktif untuk mengurangi dampak buruk dari gempa yang bisa terjadi kapan saja.

“Di Batang baru sekali terjadi gempa bumi, dan ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami akan bekerja sama dengan BMKG, pemerintah, TNI, dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi,” katanya usai meninjau di Perumahan Arrayan, Desa Kalisalak, Kabupaten Batang, Rabu (10/7/2024).

Mitigasi bencana gempa bumi melibatkan berbagai upaya, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan standar bangunan, hingga penguatan sistem tanggap darurat. Edukasi menjadi dasar yang penting.

Nana Sudjana menyampaikan, masyarakat harus memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Simulasi gempa, pelatihan evakuasi, dan penyuluhan tentang cara bertahan hidup saat gempa adalah bagian dari edukasi yang perlu dilakukan secara rutin.

“Kami akan menyampaikan perkembangan informasi dari BMKG secara langsung kepada masyarakat. Selain itu, kami juga akan menekankan kepada para pengembang tentang standar bangunan yang harus dipenuhi. Setiap pengembang diharapkan memiliki sertifikasi dalam hal membuat konstruksi bangunan agar tidak mudah runtuh dan membahayakan warga,” jelasnya.

Di tingkat lokal, peran desa dan kelurahan dalam mitigasi bencana juga sangat penting. Kepala desa dan lurah harus aktif menginisiasi dan mengimplementasikan program-program mitigasi, seperti pelatihan tanggap darurat, pembentukan tim relawan bencana, dan pengadaan peralatan darurat.

“Gempa bumi mungkin tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui upaya mitigasi yang tepat dan berkelanjutan. Dengan kesadaran dan kesiapsiagaan yang tinggi, serta kolaborasi semua pihak seperti BPBD, TNI, Polri, dan Stakeholder lainnya. Kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh dalam menghadapi ancaman gempa bumi. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan keberlanjutan hidup dengan menerapkan mitigasi bencana gempa bumi yang efektif,” terangnya.

Dampak gempa ini cukup signifikan. Sebanyak 13 orang dilaporkan masuk rumah sakit, dengan 12 di antaranya sudah kembali pulih. Satu orang masih dalam perawatan di Batang. Selain itu, ada 197 unit rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, 61 unit rusak sedang, dan 13 unit rusak berat.

“Kami terus mendata dan membantu warga yang terkena dampak. Untuk rumah yang rusak berat dan roboh, tentu kami bantu dengan bantuan dari provinsi. Untuk kerusakan berat, bantuan sekitar Rp15 juta akan diberikan, sedangkan untuk kerusakan sedang, kami akan membantu dalam rehabilitasi dan perbaikannya,” ungkapnya.

Tak hanya rumah, lanjut dia, beberapa sekolah juga mengalami kerusakan. Satu SD dan tiga SMK swasta mengalami kerusakan berat. Selain itu, lima masjid, 22 fasilitas umum, satu pasar, dan satu jembatan juga terdampak gempa.

“Kami memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk sembako, seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya. Hingga saat ini, bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp392 juta,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa, masyarakat yang terpapar tidak ada yang mengungsi dan dapat kembali ke rumah masing-masing. Bagi yang rumahnya roboh atau rusak berat, sementara tinggal di rumah saudara.

“Dengan adanya langkah-langkah mitigasi yang tepat dan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan kejadian seperti ini dapat dikelola dengan lebih baik di masa depan, sehingga masyarakat lebih siap dan terlindungi dari dampak buruk gempa bumi,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang memberikan penyuluhan budidaya ikan lele dan nila kepada masyarakat Desa Sembung melalui kegiatan nonfisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengembangkan usaha perikanan air tawar sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.
04 Nov 2026 Jumadi 175
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berencana mengembangkan tradisi Nyadran Gunung di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, menjadi festival budaya dan wisata berskala nasional mulai 2027. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Batang akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur berupa pelebaran jalan sekitar 2 kilometer, pengaspalan jalan sekitar 500 meter, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
04 Nov 2026 Jumadi 131
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Pemerintah Kabupaten Batang menerapkan sistem jemput bola dalam rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat tanpa membuka pendaftaran umum. Calon siswa dijaring berdasarkan hasil temuan langsung di lapangan serta usulan masyarakat, tokoh lokal, dan kepala desa.
04 Nov 2026 Jumadi 118
Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat
Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat
Wakil Bupati Batang Suyono berpesan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batang definitif, Munif, agar menjalankan amanah kepemimpinan dengan menjunjung tinggi integritas, keteladanan, dan pelayanan prima kepada masyarakat. Kemenag diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Batang.
04 Nov 2026 Jumadi 101
Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut
Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut
BBPJN Jawa Tengah-DIY mempercepat preservasi jalan nasional di jalur Pantura Batang-Pekalongan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Hingga 3 November 2026, realisasi perkerasan beton (rigid pavement) mencapai 7.151 meter, dengan tambahan penanganan 1,4 kilometer serta rencana leveling aspal sepanjang 3.898 meter. Percepatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemantapan jalan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik selama libur Nataru.
03 Nov 2026 Jumadi 403
Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata
Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berkomitmen mengembangkan Desa Silurah sebagai destinasi wisata prioritas melalui peningkatan infrastruktur, termasuk rencana pelebaran jalan sepanjang dua kilometer, pengaspalan jalan baru sekitar 500 meter, serta pembenahan fasilitas pendukung wisata. Pembangunan tersebut diupayakan masuk perubahan APBD 2027 atau direalisasikan pada 2028. Pengembangan ini juga diarahkan untuk mengangkat potensi budaya lokal, khususnya tradisi Nyadran Gunung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
03 Nov 2026 Jumadi 250