Rawan Punah, DPRD Jateng Intensifkan Pagelaran Wayang Golek

Senin, 01 Juli 2024 Jumadi Dibaca 2.365 kali Seni dan Budaya
Rawan Punah, DPRD Jateng Intensifkan Pagelaran Wayang Golek
Batang - Pagelaran wayang golek di jalur Pantura Kabupaten Batang masih mendapat perhatian dari kalangan muda. Kendati demikian, kerawanan akan hilangnya budaya tersebut, menginisiasi Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Batang dan Komisi B DPRD Jateng bersinergi mengintensifkan pagelaran.

Batang - Pagelaran wayang golek di jalur Pantura Kabupaten Batang masih mendapat perhatian dari kalangan muda. Kendati demikian, kerawanan akan hilangnya budaya tersebut, menginisiasi Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Batang dan Komisi B DPRD Jateng bersinergi mengintensifkan pagelaran.

Pagelaran wayang golek dengan lakon "Sulang Jono Sulangsari" yang mengisahkan kehidupan putra Tumenggung Bahurekso, menampilkan kepiawaian tiga dalang. Mereka adalah Ki Caswono Hadi, Ki H. Rohim dan Ki Kamadi.

Meski geliat berkesenian tinggi, namun anggota Komisi B DPRD Jateng, Sofwan Sumadi tetap menaruh keprihatinan, jika tidak adanya keberlanjutan.

“Sangat memprihatinkan, jika tidak dilestarikan, bisa jadi wayang golek diakui negara tetangga yang sedang intens mempelajarinya,” katanya, usai menyaksikan pagelaran, di Denasri Wetan, Kabupaten Batang, Minggu (30/6/2024).

Ia menegaskan, peran seniman sangat potensial dalam memperjuangkan kemerdekaan. Melalui kompetensinya, mereka juga berperan untuk meraih kemerdekaan.

“Kesenian tradisional lain yang rawan punah, seperti sintren dan kuntulan. Lewat tugas kami inilah, Komisi B berupaya menjaga kelestarian kesenian tradisional di Batang,” jelasnya.

Beberapa wilayah yang intens menjadi perhatian, dalam pelestarian kesenian tradisional seperti Kecamatan Tersono dan Bawang. Salah satunya wayang golek yang perlu dilestarikan, biar tidak punah.

Sementara itu, Ketua Harian Pepadi Batang Ki Tulus Wahyu Utomo mengapresiasi, atas perhatian anggota Komisi B terhadap pelestarian wayang golek. Pihaknya, tetap berupaya menunjukkan kontribusinya, agar menarik minat generasi muda, sebagai wujud regenerasi dalang wayang golek.

“Untuk regenerasi dalang wayang golek, kami siapkan Ki Kamadi yang juga tampil malam ini. Kiprahnya sudah sampai ke RRI Purwokerto dan Surakarta, jadi Kepiawaiannya mendalang sudah tidak perlu diragukan lagi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang memberikan penyuluhan budidaya ikan lele dan nila kepada masyarakat Desa Sembung melalui kegiatan nonfisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengembangkan usaha perikanan air tawar sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.
04 Nov 2026 Jumadi 175
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berencana mengembangkan tradisi Nyadran Gunung di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, menjadi festival budaya dan wisata berskala nasional mulai 2027. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Batang akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur berupa pelebaran jalan sekitar 2 kilometer, pengaspalan jalan sekitar 500 meter, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
04 Nov 2026 Jumadi 131
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Pemerintah Kabupaten Batang menerapkan sistem jemput bola dalam rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat tanpa membuka pendaftaran umum. Calon siswa dijaring berdasarkan hasil temuan langsung di lapangan serta usulan masyarakat, tokoh lokal, dan kepala desa.
04 Nov 2026 Jumadi 119
Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat
Jabat Kepala Kantor Kemenag, Munif Diwejangi Wabup Batang Jaga Amanah Umat
Wakil Bupati Batang Suyono berpesan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batang definitif, Munif, agar menjalankan amanah kepemimpinan dengan menjunjung tinggi integritas, keteladanan, dan pelayanan prima kepada masyarakat. Kemenag diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Batang.
04 Nov 2026 Jumadi 102
Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut
Jelang Nataru 2027, Perbaikan Jalan Pantura Batang-Pekalongan Dikebut
BBPJN Jawa Tengah-DIY mempercepat preservasi jalan nasional di jalur Pantura Batang-Pekalongan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Hingga 3 November 2026, realisasi perkerasan beton (rigid pavement) mencapai 7.151 meter, dengan tambahan penanganan 1,4 kilometer serta rencana leveling aspal sepanjang 3.898 meter. Percepatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemantapan jalan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik selama libur Nataru.
03 Nov 2026 Jumadi 404
Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata
Sambang Desa Silurah, Bupati Batang Siapkan Pelebaran Jalan dan Pengembangan Wisata
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berkomitmen mengembangkan Desa Silurah sebagai destinasi wisata prioritas melalui peningkatan infrastruktur, termasuk rencana pelebaran jalan sepanjang dua kilometer, pengaspalan jalan baru sekitar 500 meter, serta pembenahan fasilitas pendukung wisata. Pembangunan tersebut diupayakan masuk perubahan APBD 2027 atau direalisasikan pada 2028. Pengembangan ini juga diarahkan untuk mengangkat potensi budaya lokal, khususnya tradisi Nyadran Gunung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
03 Nov 2026 Jumadi 250