Wajah Sumringah Bayu Tatkala Bebas TBCRO

Kamis, 06 Juni 2024 Jumadi Dibaca 2.723 kali Kesehatan
Wajah Sumringah Bayu Tatkala Bebas TBCRO
Batang - Wajah Bayu Hariadi tampak begitu sumringah karena telah resmi terbebas dari obat yang harus dikonsumsinya selama sembilan bulan lamanya demi meraih kesembuhan penyakit Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO). Kini ia bisa bernapas lega dan bisa menghirup udara yang didambakannya sejak divonis TBC RO.

Batang - Wajah Bayu Hariadi tampak begitu sumringah karena telah resmi terbebas dari obat yang harus dikonsumsinya selama sembilan bulan lamanya demi meraih kesembuhan penyakit Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO). Kini ia bisa bernapas lega dan bisa menghirup udara yang didambakannya sejak divonis TBC RO.

Pria 53 tahun itu harus rela menempuh jarak berkilo-kilometer dari kediamannya di Desa Pasiran Kecamatan Bawang hingga menuju ke RSUD Batang. Itu semua harus ditempuhnya demi mendapatkan predikat sembuh sepenuhnya.

“Awal saya didoagnosis positif TBC RO, saat berobat 5 Agustus 2023. Beberapa pekan setelah melihat hasil laboratorium, ternyata memang positif TBC RO,” katanya, usai menerima sertifikat tersebut, di Aula RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kams (6/6/2024).

Pria paruh baya itu tak menampik harus merogoh kocek yang cukup dalam setiap kali berobat rutin. Namun itu tak mematahkan semangatnya untuk meraih kesembuhan.

“Ya kalau dihitung-hitung biaya bensin yang harus dikeluarkan setiap berobat bisa sampai Rp20 ribuan. Tapi alhamdulillahnya, ada bantuan uang dari Mentari Sehat Indonesia, jadi tidak terlalu berat,” ungkapnya.

Ia pun harus senantiasa memiliki kesabaran yang luar biasa besar. Tatkala setiap harinya harus menelan belasan pil berukuran besar.

“Ya memang harus sabar, sambil terus dipantau sama tim dan istri, alhamdulillah sembuh,” tuturnya.

Dukungan tak henti-hentinya dicurahkan oleh tim Mentari Sehat Indonesia. Setiap harinya yang harus dengan penuh ketelatenan terus mengingatkan akan tujuan meraih kesembuhan sepenuhnya.

Ketua Mentari Sehat Indonesia Batang Samsul Arifin membenarkan, bahwa pendampingan intens dilakukan, sebab jika tidak sudah pasti proses pengobatan akan berhenti di tengah jalan. Tak hanya pendampingan, namun secara finansial, tim juga memberikan dukungan berupa uang penggerak, agar dapat membantu meringankan pasien.

“Setiap bulannya kami salurkan langsung ke rekening pasien sebesar Rp600 ribu. Bahkan sejak awal didiagnosis sampai benar-benar sembuh,” jelasnya.

Bak angin segar yang berhembus di tengah teriknya sang surya, semenjak RSUD Batang membuka layanan pengobatan, menjadikan 14 penderita TBC RO, makin mudah mendapatkan akses kesembuhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Batang Didiet Wisnuhardanto membenarkan, pengobatan para penderita TBC RO membutuhkan waktu yang tak sebentar.

“Namun semenjak pola pengobatan berubah dari injeksi menjadi obat telan, para pesien sedikit lega. Meski tetap harus bersabar hingga dinyatakan sembuh sepenuhnya,” terangnya.

Dinas Kesehatan terus berupaya memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi penderita TBC RO dengan mengupayakan dibukanya layanan di RSUD Limpung.

Bayu Hariadi hanyalah contoh kecil bahwa betapa pun sulitnya sebuah proses, akan tetap berbuah manis pada waktunya. Apabila ketekunan dan kesabaran selalu menjadi motivasi diri, yang akhirnya membuatnya bernapas bebas, menghirup udara yang didambakannya setelah berbulan-bulan lamanya terbelenggu. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 17
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 37
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 22
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 22
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Pemkab Batang menyiapkan sekitar tujuh hingga delapan event berskala nasional pada 2027 untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari luar daerah. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari kawasan pegunungan seperti Silurah, Sikembang, Puncak Tombo, Curug Genting, dan Curug Gombong hingga kawasan pesisir Pantai Jodo dan Pantai Sigandu, diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan festival. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan musisi papan atas dan seniman nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
05 Nov 2026 Jumadi 23
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang menyiapkan pembenahan akses jalan dan pengembangan transportasi umum untuk mempermudah mobilitas pekerja menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ruas Banyuputih-Kedawung telah dilakukan pada 2025, sedangkan jalan di depan area PTPN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap layanan Trans Jateng dapat beroperasi pada 2028 dengan dukungan angkutan pengumpan atau feeder untuk menjangkau kawasan industri.
05 Nov 2026 Jumadi 23