Persaingan Sengit Buku dan Gawai

Jumat, 17 Mei 2024 Jumadi Dibaca 1.446 kali Pelayanan Publik
Persaingan Sengit Buku dan Gawai
Batang - Buku adalah benda yang tak bisa terlepaskan dari keseharian kita, karena hampir seluruh ilmu pengetahuan ada di dalamnya. Namun sejak hadirnya gadget, seakan menggeser keberadaannya yang menjadi pusat pengetahuan, seakan mencitrakan adanya persaingan yang sangat sengit antara keduanya, demi menggaet perhatian pembacanya.

Batang - Buku adalah benda yang tak bisa terlepaskan dari keseharian kita, karena hampir seluruh ilmu pengetahuan ada di dalamnya. Namun sejak hadirnya gadget, seakan menggeser keberadaannya yang menjadi pusat pengetahuan, seakan mencitrakan adanya persaingan yang sangat sengit antara keduanya, demi menggaet perhatian pembacanya.

Para pendidik pun ikut merasa gerah melihat tingkah polah anak didiknya yang lebih genit dengan benda bernama gadget itu. Hampir dipastikan, setiap harinya 4 sampai 5 jam mata mereka terpaku di depan layar gadget.

Salah satu remaja, Siswi MTs. NU Batang Nyimas Wulansari mengatakan, kegemarannya membaca memang tak bisa dibendung. Namun jika melihat intensitasnya, ia mengakui, lebih tertarik pada gadget daripada buku.

Remaja pecinta novel ini, mengaku, mampu menghabiskan 1 judul novel bertema percintaan dalam waktu sebulan.

“Kalau baca buku novel di rumah, bisa 3 sampai 4 jam. Tapi kalau pakai gawai baca novelnya bisa sampai 6 jam karena lebih asyik dan tampilannya lebih menarik,” katanya, saat ditemui di Mobil Perpustakaan Keliling (Perpusling) halaman MTs. NU Batang, Kabupaten Batang, Jumat (17/5/2024).

Lain halnya dengan Nabila, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, yang memandang persaingan sengit itu rasanya tak berlaku baginya. Baginya buku adalah jendela dunia yang begitu memesona, seolah gunungan ilmu pengetahuan yang patut digali sedalam mungkin.

“Buat saya malah lebih hemat pakai buku konvensional karena ga ngeluarin biaya. Kalau gawai harus beli kuota dan sebagainya, jadi saya pilih buku fisik,” jelasnya.

Kendati terkesan ada persaingan yang begitu keras, namun para pustakawan yang setiap harinya berkutat di dunia literasi, nyatanya tak mempermasalahkannya. Mereka mengakui, ada persaingan untuk memperebutkan perhatian dari penikmatnya masing-masing.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Disperpuska Batang Sutiawati menyampaikan, teknologi digital makin marak menjangkiti usia anak hingga dewasa. Namun, Perpustakaan tetap memegang tali kekang, agar tetap bisa mengambil peran penting untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda.

“Kami menyiasatinya dengan memfasilitasi dengan E-Perpus Batang yang bisa diunduh lewat Playstore,” terangnya.

Walau tuntutan modernisasi di dunia literasi terus menghimpit, namun para pemustaka tetap menunjukkan kegilaan pada buku konvensional.

“Kami tidak khawatir buktinya selama dua tahun belakangan ini koleksi buku kami terus bertambah. Mulai dari cerita fiksi untuk memenuhi dahaga imajinasi anak-anak usia pelajar hingga kaum ibu yang tetap menjajaki dunia kuliner lewat buku-buku resep masakan konvensional,” ujar dia.

Perpustakaan Daerah Batang ini terus bebenah, dengan meningkatkan pelayanan kepada pemustaka. Hingga mampu menyedot 300 pengunjung setiap bulannya. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 12
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 89
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 96
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 49
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 8
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 11