Rezeki dari Seikat Ketupat

Rabu, 17 April 2024 Jumadi Dibaca 11.520 kali Ekonomi
Rezeki dari Seikat Ketupat
Batang - Pagi itu suasana di tepian Pasar Kabupaten Batang belum begitu ramai, hanya sesekali terdengar riuh kendaraan dan beberapa kaum ibu yang menjajakan ketupat siap santap. Para kaum ibu itu rela menganyam lembar demi lembar janur kelapa hingga menjadi sebuah kerangka ketupat, untuk dimasak hingga matang.

Batang - Pagi itu suasana di tepian Pasar Kabupaten Batang belum begitu ramai, hanya sesekali terdengar riuh kendaraan dan beberapa kaum ibu yang menjajakan ketupat siap santap. Para kaum ibu itu rela menganyam lembar demi lembar janur kelapa hingga menjadi sebuah kerangka ketupat, untuk dimasak hingga matang.

Meski harus menanti hingga lima jam lamanya, namun demi mengais rezeki di momen khusus Syawalan itu, mereka rela menunggu hingga berjam-jam demi rupiah yang tak seberapa.

Sebagian besar warga Batang, beranggapan bahwa belum sah jika peringatan Syawalan atau hari ketujuh lebaran, tidak memasak ketupat. Momen itulah yang dimanfaatkan para pedagang untuk mengais pundi-pundi rupiah dari seikat ketupat matang.

Meski jumlah pedagang yang kian berkurang, namun mereka tetap setia menekuni profesi yang hanya dilakoninya setahun sekali itu. Salah satunya adalah Sri yang telah bertahun-tahun menjadi pedagang ketupat matang dadakan di tepi Pasar Batang.

“Jualannya cuma pas lebaran saja, dua hari. Seharinya ada 200 ketupat siap santap yang dijajakan, seharga Rp2.500,00 per buahnya. Biasanya jualan jam 6-7 pagi sudah habis,” katanya saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (17/4/2024).

Wanita yang setiap harinya berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu, mengaku meski laba yang didapat tak seberapa, namun karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bersama sang suami rela selama beberapa hari ini, harus begadang hingga dini hari, demi mendapatkan manisnya rezeki di bulan Syawal.

Sri bersama kelima pedagang ketupat lainnya tetap menekuni profesi itu, meski keuntungan yang didapat dari tahun ke tahun kian berkurang.

“Ya kalau tahun kemarin kami bisa dapat omset Rp700 ribu perhari, lebaran tahun ini cuma Rp500 ribu,” tuturnya.

Sebagian besar warga Batang memilih untuk membeli ketupat matang, daripada harus membeli atau bahkan membuat sendiri dari janur kelapa.

Seperti yang dituturkan Sofi yang tiap perayaan Syawalan selalu menjadi pelanggan tetap ketupat matang di Pasar Batang.

Momentum Syawalan bagi warga Batang tak bisa dilepaskan dari perayaan Selamatan yang digelar di masjid maupun Musala setempat, sebagai wujud syukur di hari ketujuh bulan Syawal seluruh warga masih bisa merayakan bersama orang-orang terdekatnya.

“Memang kalau hari Lebaran Syawal itu ya enaknya makan ketupat opor dimakan sama warga di musala. Beda kalau hari biasa itu suasananya ada yang kurang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 36
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 62
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 42
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 44
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Pemkab Batang menyiapkan sekitar tujuh hingga delapan event berskala nasional pada 2027 untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari luar daerah. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari kawasan pegunungan seperti Silurah, Sikembang, Puncak Tombo, Curug Genting, dan Curug Gombong hingga kawasan pesisir Pantai Jodo dan Pantai Sigandu, diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan festival. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan musisi papan atas dan seniman nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
05 Nov 2026 Jumadi 47
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang menyiapkan pembenahan akses jalan dan pengembangan transportasi umum untuk mempermudah mobilitas pekerja menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ruas Banyuputih-Kedawung telah dilakukan pada 2025, sedangkan jalan di depan area PTPN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap layanan Trans Jateng dapat beroperasi pada 2028 dengan dukungan angkutan pengumpan atau feeder untuk menjangkau kawasan industri.
05 Nov 2026 Jumadi 41