Rezeki dari Seikat Ketupat

Rabu, 17 April 2024 Jumadi Dibaca 11.485 kali Ekonomi
Rezeki dari Seikat Ketupat
Batang - Pagi itu suasana di tepian Pasar Kabupaten Batang belum begitu ramai, hanya sesekali terdengar riuh kendaraan dan beberapa kaum ibu yang menjajakan ketupat siap santap. Para kaum ibu itu rela menganyam lembar demi lembar janur kelapa hingga menjadi sebuah kerangka ketupat, untuk dimasak hingga matang.

Batang - Pagi itu suasana di tepian Pasar Kabupaten Batang belum begitu ramai, hanya sesekali terdengar riuh kendaraan dan beberapa kaum ibu yang menjajakan ketupat siap santap. Para kaum ibu itu rela menganyam lembar demi lembar janur kelapa hingga menjadi sebuah kerangka ketupat, untuk dimasak hingga matang.

Meski harus menanti hingga lima jam lamanya, namun demi mengais rezeki di momen khusus Syawalan itu, mereka rela menunggu hingga berjam-jam demi rupiah yang tak seberapa.

Sebagian besar warga Batang, beranggapan bahwa belum sah jika peringatan Syawalan atau hari ketujuh lebaran, tidak memasak ketupat. Momen itulah yang dimanfaatkan para pedagang untuk mengais pundi-pundi rupiah dari seikat ketupat matang.

Meski jumlah pedagang yang kian berkurang, namun mereka tetap setia menekuni profesi yang hanya dilakoninya setahun sekali itu. Salah satunya adalah Sri yang telah bertahun-tahun menjadi pedagang ketupat matang dadakan di tepi Pasar Batang.

“Jualannya cuma pas lebaran saja, dua hari. Seharinya ada 200 ketupat siap santap yang dijajakan, seharga Rp2.500,00 per buahnya. Biasanya jualan jam 6-7 pagi sudah habis,” katanya saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (17/4/2024).

Wanita yang setiap harinya berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu, mengaku meski laba yang didapat tak seberapa, namun karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bersama sang suami rela selama beberapa hari ini, harus begadang hingga dini hari, demi mendapatkan manisnya rezeki di bulan Syawal.

Sri bersama kelima pedagang ketupat lainnya tetap menekuni profesi itu, meski keuntungan yang didapat dari tahun ke tahun kian berkurang.

“Ya kalau tahun kemarin kami bisa dapat omset Rp700 ribu perhari, lebaran tahun ini cuma Rp500 ribu,” tuturnya.

Sebagian besar warga Batang memilih untuk membeli ketupat matang, daripada harus membeli atau bahkan membuat sendiri dari janur kelapa.

Seperti yang dituturkan Sofi yang tiap perayaan Syawalan selalu menjadi pelanggan tetap ketupat matang di Pasar Batang.

Momentum Syawalan bagi warga Batang tak bisa dilepaskan dari perayaan Selamatan yang digelar di masjid maupun Musala setempat, sebagai wujud syukur di hari ketujuh bulan Syawal seluruh warga masih bisa merayakan bersama orang-orang terdekatnya.

“Memang kalau hari Lebaran Syawal itu ya enaknya makan ketupat opor dimakan sama warga di musala. Beda kalau hari biasa itu suasananya ada yang kurang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
Batang - Polemik keberadaan pedestrian di depan Indomaret Fres, Alun-Alun Batang, akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang.
25 Mei 2026 Jumadi 67
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
25 Mei 2026 Jumadi 86
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
25 Mei 2026 Jumadi 229
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan dan harapan besar bagi Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar yang saat ini sedang mendapatkan penilaian langsung untuk meraih Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Jateng. Wakil Bupati Batang Suyono mamastikan, apabila setelah dilakukan visitasi, sesuai dengan data, tentu nilai yang murni akan didapat berkat kerja keras yang mengedepankan integritas.
25 Mei 2026 Jumadi 71
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mendesak pihak manajemen Indomaret Fresh segera mengembalikan fungsi pedestrian dan trotoar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Alun-Alun Batang, setelah area tersebut menuai keluhan masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial.
25 Mei 2026 Jumadi 75
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Batang - Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar, berupaya memenuhi layanan literasi dengan kelengkapan fasilitas hingga diminati warga untuk memenuhi kebutuhan literasi maupun pelatihan kewirausahaan. Saat ini, perpustakaan tersebut masuk enam besar dan menjalani visitasi penilaian langsung dari tim juri Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Jawa Tengah.
25 Mei 2026 Jumadi 72