Kabupaten Batang Pimpin Jawa Tengah dalam Pencatatan Industri Kecil Melaui SIINas

Jumat, 02 Februari 2024 Jumadi Dibaca 2.012 kali IKM UKM UMKM
Kabupaten Batang Pimpin Jawa Tengah dalam Pencatatan Industri Kecil Melaui SIINas
Batang - Pendataan industri kecil melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kabupaten Batang melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Batang - Pendataan industri kecil melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kabupaten Batang melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Menurut data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang, capaiannya hingga 170 persen, atau 102 dari target 60 industri kecil.

Dengan pencapaian tersebut, Kabupaten Batang menjadi yang terbaik kedua di Jawa Tengah. Pada 26 Januari 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan atas prestasi tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UKM Triossy Juniarto menyampaikan, rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah kita berhasil meraih penghargaan. Ini semua berkat kerja keras dan dedikasi dari semua teman-teman Disperindagkop dan UKM Batang,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (2/2/2024).

Triossy juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran serta para pelaku usaha industri mikro, kecil, dan menengah yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan pendataan industri kecil tahun 2023.

“Tentunya kami berharap prestasi ini bisa lebih ditingkatkan lagi, dan semoga tahun ini prestasinya bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Danuri mengungkapkan, bahwa dari 60 pendataan SIINas, Disperindagkop dan UKM Batang berhasil melampaui target hingga mencapai 102, atau 170 persen dari yang ditargetkan.

“Kabupaten Batang menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah dan menerima penghargaan atas pencapaian tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

SIINas, merupakan sistem untuk mendata mengenai perkembangan industri, termasuk produksi dan tenaga kerja.

“Hal ini sangat penting, terutama bagi industri mikro, kecil, dan menengah agar kita selaku pemerintah bisa mengetahui perkembangan usahanya,” ungkapnya.

Menurut Danuri, UMKM dibagi berdasarkan modal, yakni industri mikro dari modal Rp0 hingga Rp1 miliar, industri kecil dari modal Rp1 miliar hingga Rp5 miliar, dan menengah dari modal Rp5-10 miliar.

Danuri juga menyebutkan, jika lokasi industri mikro, kecil, dan menengah harus berada di kawasan peruntukan industri, sementara industri besar berlokasi di Kawasan Industri dengan kewenangan yang berbeda.

“Semoga dengan kerja keras dan sinergi yang terus ditingkatkan, prestasi dalam pendataan industri kecil ini bisa terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.
16 Jun 2026 Jumadi 71
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 198
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
16 Jun 2026 Jumadi 237
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 64
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 311
Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026 Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026
Bupati Batang Pastikan Sekolah Rakyat di Clapar Mulai Dibangun Juli 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah, segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tersebut ditargetkan mulai dibangun pada pertengahan Juli 2026.
15 Jun 2026 Jumadi 209