Kabupaten Batang Pimpin Jawa Tengah dalam Pencatatan Industri Kecil Melaui SIINas

Jumat, 02 Februari 2024 Jumadi Dibaca 2.051 kali IKM UKM UMKM
Kabupaten Batang Pimpin Jawa Tengah dalam Pencatatan Industri Kecil Melaui SIINas
Batang - Pendataan industri kecil melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kabupaten Batang melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Batang - Pendataan industri kecil melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kabupaten Batang melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Menurut data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang, capaiannya hingga 170 persen, atau 102 dari target 60 industri kecil.

Dengan pencapaian tersebut, Kabupaten Batang menjadi yang terbaik kedua di Jawa Tengah. Pada 26 Januari 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan atas prestasi tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UKM Triossy Juniarto menyampaikan, rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah kita berhasil meraih penghargaan. Ini semua berkat kerja keras dan dedikasi dari semua teman-teman Disperindagkop dan UKM Batang,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (2/2/2024).

Triossy juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran serta para pelaku usaha industri mikro, kecil, dan menengah yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan pendataan industri kecil tahun 2023.

“Tentunya kami berharap prestasi ini bisa lebih ditingkatkan lagi, dan semoga tahun ini prestasinya bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Danuri mengungkapkan, bahwa dari 60 pendataan SIINas, Disperindagkop dan UKM Batang berhasil melampaui target hingga mencapai 102, atau 170 persen dari yang ditargetkan.

“Kabupaten Batang menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah dan menerima penghargaan atas pencapaian tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

SIINas, merupakan sistem untuk mendata mengenai perkembangan industri, termasuk produksi dan tenaga kerja.

“Hal ini sangat penting, terutama bagi industri mikro, kecil, dan menengah agar kita selaku pemerintah bisa mengetahui perkembangan usahanya,” ungkapnya.

Menurut Danuri, UMKM dibagi berdasarkan modal, yakni industri mikro dari modal Rp0 hingga Rp1 miliar, industri kecil dari modal Rp1 miliar hingga Rp5 miliar, dan menengah dari modal Rp5-10 miliar.

Danuri juga menyebutkan, jika lokasi industri mikro, kecil, dan menengah harus berada di kawasan peruntukan industri, sementara industri besar berlokasi di Kawasan Industri dengan kewenangan yang berbeda.

“Semoga dengan kerja keras dan sinergi yang terus ditingkatkan, prestasi dalam pendataan industri kecil ini bisa terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 41
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 74
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 53
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 57
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Pemkab Batang menyiapkan sekitar tujuh hingga delapan event berskala nasional pada 2027 untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari luar daerah. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari kawasan pegunungan seperti Silurah, Sikembang, Puncak Tombo, Curug Genting, dan Curug Gombong hingga kawasan pesisir Pantai Jodo dan Pantai Sigandu, diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan festival. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan musisi papan atas dan seniman nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
05 Nov 2026 Jumadi 62
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang menyiapkan pembenahan akses jalan dan pengembangan transportasi umum untuk mempermudah mobilitas pekerja menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ruas Banyuputih-Kedawung telah dilakukan pada 2025, sedangkan jalan di depan area PTPN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap layanan Trans Jateng dapat beroperasi pada 2028 dengan dukungan angkutan pengumpan atau feeder untuk menjangkau kawasan industri.
05 Nov 2026 Jumadi 50