Digandrungi Masyarakat, LKP Canggih Pamerkan Riasan Ala Sunda

Rabu, 01 November 2023 Jumadi Dibaca 1.541 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Digandrungi Masyarakat, LKP Canggih Pamerkan Riasan Ala Sunda
Batang - Persaingan di dunia bisnis rias pengantin makin ketat, mulai dari persaingan harga hingga kualitas akhir riasan menjadi hal yang lumrah. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Canggih berupaya menunjukkan hasil Pelatihan Kecakapan Wirausahawan (PKW) Tahun 2023, para warga belajar selama dua bulan melalui gelar karya, bekerja sama dengan Disdikbud Kabupaten Batang.

Batang - Persaingan di dunia bisnis rias pengantin makin ketat, mulai dari persaingan harga hingga kualitas akhir riasan menjadi hal yang lumrah. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Canggih berupaya menunjukkan hasil Pelatihan Kecakapan Wirausahawan (PKW) Tahun 2023, para warga belajar selama dua bulan melalui gelar karya, bekerja sama dengan Disdikbud Kabupaten Batang.

Sebanyak 25 warga belajar mengaplikasikan hasil pelatihannya, hingga mampu mendandani wajah para model bak ratu sehari. Pemilik LKP Canggih, Karyonah mengatakan, riasan ala pengantin putri Sunda sengaja dipilih karena mengikuti tren yang diminati konsumen.

“Adat Sunda modifikasi di sini masih digandrungi oleh hampir seluruh calon pengantin,” katanya, usai membuka Gelar Karya Warga Belajar PKW, di Pendapa Kabupaten Batang, Rabu (1/11/2023).

Agar resmi menyandang gelar perias pengantin mahir, para warga belajar akan mengikuti tahapan lanjutan, yakni uji kompetensi, setelah sebelumnya mengikuti uji pra kompetensi.

“Di mana pun berkaya, pasti akan ada persaingan, namun tidak perlu cemas. Asalkan terus mengasah dan menunjukkan kualitas riasan yang maksimal, tetap menjadi pilihan masyarakat,” jelasnya.

Usai ditempa dengan ragam ilmu seputar tata rias pengantin Sunda putri, LKP Canggih tetap memberikan pendampingan dengan membentuk lima kelompok rintisan usaha.

“Mereka kami berikan bantuan permodalan seperti seperangkat alat rias, busana pengantin lengkap dengan aksesoris perhiasannya,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdikbud Batang Sutrisno mengacungi jempol atas kepiawaian para peserta pelatihan yang mampu menampilkan hasil riasan yang memukau.

“Kegiatan ini sukses digelar tidak lepas dari dukungan penuh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Sebanyak lima LKP rias pengantin di Batang mendapatkan dukungan untuk melahirkan perias pengantin yang mahir,” tuturnya.

Disdikbud Batang akan melakukan pendampingan hingga para peserta yang telah usai mengikuti pelatihan, memperoleh peluang usaha hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitarnya.

Salah satu warga belajar LKP Canggih, Khoirul Zakiyah mengatakan, selama dua mengikuti pelatihan yang digelar LKP Canggih, akhirnya mampu merias pengantin ala Sunda putri, meski mengalami sedikit kesulitan.

“Tapi memang memerlukan ketelatenan dan kesungguhan supaya berhasil menjadi perias mahir. Rencananya mau buka usaha rias pengantin setelah mendapatkan bantuan alat rias lengkap,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 7
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 89
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 90
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 49
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 8
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 11