Atasi Kekeringan, Pemkab Batang Survei Sumber Air Baru

Selasa, 12 September 2023 Jumadi Dibaca 1.063 kali Acara Pimpinan Daerah
Atasi Kekeringan, Pemkab Batang Survei Sumber Air Baru
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan intensif menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terindikasi rawan kekeringan.

Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan intensif menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terindikasi rawan kekeringan.

Hingga kini, pasokan air ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan masih lancar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian Pemda yakni Dukuh Jlegong dengan jumlah 201 Kepala Keluarga (KK) yang sumber airnya mengering akibat kemarau panjang.

Menyikapi daerah-daerah yang sumber airnya mengering, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki segera mengambil langkah dengan menyiapkan sarana prasarana penunjang.

“Sumber air baru sudah ditemukan di Dusun Dlisen, segera akan disurvei Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk mengetahui sarana prasarana yang dibutuhkan. Untuk daerah yang terindikasi rawan kekeringan cuma di Pecalungan dan Bandar, alhamdulillah di sana sudah ditemukan sumber air,” katanya, usai memantau proses penyaluran bantuan air bersih, di Dukuh Jlegong, Desa Pretek, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Selasa (12/9/2023).

Selama kemarau, BPBD telah tiga kali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 57 ribu liter, meliputi Desa Wonomerto Bandar, Desa Durenombo Subah dan Desa Pretek Pecalungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Riza Zakiyah mengatakan, kekeringan di Desa Pretek memang sudah terjadi sejak tiga bulan lalu, hanya saja laporan baru disampaikan minggu lalu.

“Kami langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan bantuan air bersih ke warga,” jelasnya.

Kekeringan di Desa Pretek merupakan yang pertama kali. Sebab berdasarkan informasi perangkat desa setempat, kekeringan yang terjadi tahun ini merupakan yang pertama kalinya.

“Kekeringan tahun ini terjadi cukup lama, sehingga mengakibatkan sumber air berupa sumur gali mulai mengering,” terangnya.

Ia menambahkan, suplai air akan terus dilakukan hingga proses pipanisasi untuk menyalurkan air dari sumber ke tiap dukuh selesai. Secara keseluruhan, warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Batang mencapai 2.700 jiwa.

Salah satu warga terdampak kekeringan, Nanik (33) mengaku warga kesulitan mendapatkan air bersih sejak bulan Juli lalu, yang diakibatkan kemarau panjang.

“Biasanya kalau ambil air dari sumur, tapi sudah kering, akhirnya terpaksa ambil ke sungai walaupun kotor, untuk keperluan Mandi, Cuci, Kakus (MCK),” ungkapnya.

Ia bersama warga lainnya bersyukur berkat bantuan air bersih yang disalurkan Pemkab sehingga dapat mencukupi kebutuhan air rumah tangga.

“Saya cuma dapat dua ember, paling cukup buat dua hari. Tapi kalau mandi ya terpaksa ke sungai sehari sekali,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Siska)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 75
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 147
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 90
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 51
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 61