Rumah Singgah Solusi Pecahkan Masalah Sosial di Batang

Jumat, 14 Juli 2023 Jumadi Dibaca 2.409 kali Sosial
Rumah Singgah Solusi Pecahkan Masalah Sosial di Batang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang berikan perhatian terhadap orang Lanjut usia (Lansia) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar, serta gelandangan dan pengemis, dengan menyediakan rumah singgah yang diberi nama”Si Manis”.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang berikan perhatian terhadap orang Lanjut usia (Lansia) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar, serta gelandangan dan pengemis, dengan menyediakan rumah singgah yang diberi nama”Si Manis”.

“Rumah singgah Si Manis merupakan tempat yang digunakan sebagai panti sosial jika ada masyarakat tidak punya identitas,” kata Sekretaris Dinas Sosial Batang Rasmuji saat ditemui di Rumah Singgah Si Manis Dinsos Batang, Kabupaten Batang, Jumat (14/7/2023).

Penghuni rumah singgah biasanya diberikan layanan menginap selama tiga hingga tujuh hari sambil menunggu validasi data kependudukan untuk dikembalikan ke tempat asalnya.

“Selama di rumah singgah, mereka akan mendapatkan pakaian, makanan, layanan kesehatan dasar, bimbingan mental spiritual, layanan administrasi kependudukan, dan upaya reunifikasi atau disatukan kembali dengan keluarga. Dalam hal ini Pemkab Batang bekerja sama dengan Dinsos setempat,” jelasnya.

Menurutnya, setiap daerah memiliki masalah sosial yang wajib dicarikan solusi yang tepat, termasuk di Kabupaten Batang yang memiliki persoalan anak jalanan, tunawisma, pengemis hingga ODGJ.

“Selama bertahun-tahun, kolaborasi antara Satpol PP dan Dinas Sosial terus terjalin dalam penanganan sosial, mulai dari pengamanan hingga pemberdayaan,” ungkapnya.

Dalam setiap bulan rumah singgah Si Manis tidak pernah sepi penghuni, mulai dari satu hingga empat orang menempati rumah singgah ini, saat ini satu ODGJ masih berada di tempat tersebut.

“ODGJ tersebut dioperasi sebelum Iduladha kemarin, rencana akan diproses selanjutnya dikirim ke tempat asalnya di Surabaya, namun saat ini masih menunggu nota dari Dinas Sosial Surabaya,” terangnya.

Jika, lanjut dia, dalam mengidentifikasi identitas tidak diketahui pihaknya akan membuatkan data diri barulah akan dikirim ke panti sosial.

“Dalam mengidentifikasi biasanya menggunakan cara komunikasi dengan memberikan mereka makan dan minum, dengan itu mereka mau berbicara. Jika susah berkomunikasi maka akan menggunakan perekaman sidik jari dan nama yang akan dicarikan oleh Disdukcapil Batang,” pungkasnya.

Ia berharap, dengan adanya rumah singgah ini dapat membantu memecahkan masalah sosial di jalanan, supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Ela)

Berita Lainnya

Usung Semangat Patriotisme, LCC 4 Pilar Siapkan Orator Ulung Usung Semangat Patriotisme, LCC 4 Pilar Siapkan Orator Ulung
Usung Semangat Patriotisme, LCC 4 Pilar Siapkan Orator Ulung
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
07 Nov 2026 Jumadi 111
Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
07 Nov 2026 Jumadi 84
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 110
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 127
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 117
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 145