Home / Berita / Pendidikan / SMP 3 BATANG TOLAK TIGA DOSA BESAR PENDIDIKAN

Berita

SMP 3 Batang Tolak Tiga Dosa Besar Pendidikan

Batang Merasa prihatin dengan kerawanan terjadinya 3 dosa besar di dunia pendidikan, yakni perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual, para pendidik bersama pelajar SMPN 3 Batang mendeklarasikan penolakan terhadap tiga dosa tersebut.

Batang Merasa prihatin dengan kerawanan terjadinya 3 dosa besar di dunia pendidikan, yakni perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual, para pendidik bersama pelajar SMPN 3 Batang mendeklarasikan penolakan terhadap tiga dosa tersebut.

Deklarasi ditandai dengan membubuhkan tanda tangan seluruh pendidik, pelajar, perwakilan Dinas Pendidikan dan komite sekolah di atas papan, sebagai bukti bahwa seluruh warga sekolah siap menolak keras terjadinya 3 dosa besar pendidikan, sehingga cita-cita sekolah ramah anak dapat terwujud.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMPN 3 Batang Budiyatmaka mengatakan, deklarasi ini merupakan wujud dukungan terhadap semangat sesama warga sekolah untuk mencegah terjadinya ketiga dosa besar tersebut.

“Kami memandang ketiganya rawan terjadi di lingkungan sekolah. Kerawanan itu tidak hanya timbul dari sesama peserta didik saja, tapi bisa pula timbul dari kalangan pendidik kepada anak didik, makanya seluruh warga sekolah bersepakat menolak terjadinya tiga dosa besar itu,” tegasnya, usai membubuhkan tanda tangan, bersama perwakilan pelajar, di aula SMPN 3 Batang, Selasa (15/11/2022).

Sebagai bentuk aksi nyata, pihak sekolah segera membentuk satuan tugas yang siap menerima aduan terhadap tiga penyimpangan tersebut, supaya dilakukan tindakan secepatnya.

“Tim terdiri dari unsur pendidik, perwakilan orang tua murid dan komite sekolah. Apabila ada satu dari tiga dosa besar itu terjadi, kami minta anak melaporkan ke pihak terdekat, yakni guru, wali kelas atau guru Bimbingan Konseling,” jelasnya.

Ia lebih mengedepankan penyelesaian secara internal. Sering kali kalau disampaikan ke pihak luar, permasalahan tidak segera selesai. Jadi sebisa mungkin setiap ada masalah di “rumah tangga” kami, diselesaikan sendiri.

Proses pelaporan dilakukan dengan dua media, yakni konvensional dan pemanfaatan media aplikasi.

“Ini sedang dibuat nanti siswa bisa melaporkan lewat akses yang disiapkan,” terangnya.

Ia mengharapkan, pasca deklarasi dan penerapan, siswa merasa nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran dan orang tua pun tenang menitipkan anaknya, sehingga suasana sekolah yang ramah bisa terwujud.

Kepala Seksi Kurikulum Disdikbud Batang, Eko Sudianto mengatakan, pihak Disdikbud memfasilitasi lembaga pendidikan yang siap mendeklarasikan penolakan terhadap tiga dosa besar pendidikan.

“Kami pilih sekolah yang sudah siap, seperti SMP Al Munawir Gringsing, SMPN 2 Limpung dan sekarang SMPN 3 Batang. Semoga ke depan sekolah-sekolah lain bisa mendeklarasikan hal yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Salah satu pelajar Naura mengungkapkan, deklarasi ini merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya tiga dosa besar di dalam maupun luar lingkungan sekolah.

Salah satunya perundungan yang rawan terjadi antar pelajar. Ia sangat menyesalkan apabila terjadi peristiwa perundungan. Kenapa ada anak yang tega melakukan itu, padahal sebetulnya tindakan itu tidak bermanfaat sama sekali.

“Kalau saya menemukan peristiwa itu, saya segera melapor ke pihak yang berwenang, yakni guru,” ujar dia.

Ia sama sekali tidak merasa takut, dengan perundungan. Justru harus ditentang, agar tidak berlarut-larut. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)