Pj Bupati Batang Luncurkan QRIS di 5 Pasar

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperidagkop UKM) Kabupaten Batang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Batang memfasilitasi pedagang dan pembeli pasar tradisional dengan menerapkan aplikasi pembayaran non tunai atau secara digital melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS).
Batang - Pemerintah
Kabupaten Batang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha
Kecil Menengah (Disperidagkop UKM) Kabupaten Batang bekerjasama dengan Bank Rakyat
Indonesia (BRI) Cabang Batang memfasilitasi pedagang dan pembeli pasar
tradisional dengan menerapkan aplikasi pembayaran non tunai atau secara digital
melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS).
Penerapan QRIS awal
dimulai di 5 Pasar Seluruh Kabupaten Batang yaitu Pasar Subah, Pasar Batang,
Pasar Bandar, Pasar Limpung dan Pasar Tersono. Untuk peresmiannya dilakukan di
Pasar Subah, Kabupaten Batang, Rabu (20/7/2022).
Penjabat (Pj) Bupati
Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, penerapan QRIS di pasar tradisional bisa
menjadi alternatif pembayaran dalam bertransaksi untuk pembelian non tunai
selain pembayaran cash.
“Penggunaan QRIS
kedepan semakin memudahkan masyarakat berbelanja tidak harus membawa uang yang
banyak di pasar dan pedagang tidak perlu menyediakan uang kembalian, karena
QRIS dapat bertransaksi minimal satu Rupiah,” jelasnya.
QRIS di Kabupaten
Batang saat ini sudah mencapai 7.412 yang terletak di Pasar Seluruh Kabupaten
Batang, tempat kuliner malam dan pedagang kios-kios yang lain.
Terkait
kemudahan-kemudahan yang diberikan QRIS ini, dengan mudahnya bertransaksi
sangat aman dan tidak ribet, serta terhindar dari kemungkinan peredaran uang
palsu.
“Transaksi pembayaran
non tunai dari pembeli ke pedagang nantinya akan langsung ke rekening pedagang
yang bersangkutan. Dimana, mereka bisa mengecek saldo yang masuk dan melakukan
pencairan dananya 1x24 jam,” terangnya.
Ia menargetkan nantinya
QRIS ini dapat berkembang di Kabupaten Batang sebanyak-banyaknya, maka ia
meminta dukungan penuh bantuan merchant sebanyak-banyaknya dari Kantor
Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal.
Dalam hal ini, lanjut
dia, Pemkab Batang melalui Disperindagkop UKM yang akan selalu
mensosialisisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat tentang manfaatnya
menggunakan QRIS.
Sementara itu, Kepala
KPw BI Tegal Taufik Amrozy mengatakan, QRIS menjadi salah satu solusi transaksi
non tunai sebagai pembayaran mulai diperkenalkan secara luas pada masyarakat
seiring majunya digitalisasi.
Sebagai hasil dari
publikasi QRIS sebagai cara pembayaran non tunai yang telah digunakan di pusat
perencanaan, para pelaku pasar. Mudah-mudahan Kabupaten Batang bisa secepatnya
bisa beralih menggunakan transaksi non tunai.
“Perkembangan QRIS
dalam tingkat nasional peningkatannya sangat luar biasa bisa dilihat dari tahun
2021 target awal BI yaitu 12 juta dan hasilnya bisa melebihi target mencapai 14
Juta. Untuk tahun 2022 target awal BI 15 Juta dan kemarin hasil komulatifnya
mencapai 20,6 juta berarti ada pertumbuhan melebihi target 50% di pertengahan
tahun,” ungkapnya.
Tinggal ke depan
prasarana yang harus disiapkan sistemnya harus standby 24 jam, jadi jam satu
dini hari tetap bisa melakukan transaksi dimanapun. Memang hal ini akan
bertahap terus pembaruan sarana prasarananya.
Kemudian, akan
dilakukan perluasan merchant dari jasa penyelenggara seperti di Kabupaten
Batang menggunakan BRI Cabang Batang.
“Dengan semakin banyaknya merchant QRIS,
masyarakat bisa dengan nyaman melakukan pembayaran secara praktis dengan QRIS,”
ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)