Pj Bupati Batang Minta, Fokuskan Pendataan SDM Untuk Persiapan di KIT

Batang - Pembangunan tahap pertama Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, seluas 450 hektare sudah terisi oleh 14 tenant investor. Kawasan ini siap beroperasi pada pertengahan 2023 mendatang.
Batang - Pembangunan
tahap pertama Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, seluas 450 hektare sudah
terisi oleh 14 tenant investor. Kawasan ini siap beroperasi pada pertengahan
2023 mendatang.
Untuk itu Gubernur Jawa
Tengah Ganjar Pranowo pada tanggal 24 Mei 2022 yang lalu memberikan arahan yang
akan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Batang saat ini.
“Fokus yang pertama
terkait dengan KIT Batang sejauh mana Pemkab dan Provinsi Jawa Tengah terkait tenaga
kerja,” kata Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat ditemui di Ruang
Ujungnegoro Bapelitbang, Kabupaten Batang, Rabu (29/6/2022).
Di KIT Batang akan
membutuhkan banyak sekali tenaga kerja. Apalagi permintaan Gubernur Jawa Tengah
tenaga kerja akan dikhususkan tenaga lokal Kabupaten Batang.
“Dalam hal ini, saya
memberikan tugas kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang secepatnya
melakukan maping ke KIT Batang untuk mencari informasi apa yang dibutuhkan
perusahaan,” jelasnya.
Informasi yang
dibutuhkan seperti kebutuhan tenaga kerja yang mereka butuhkan dan kemampuan
apa yang mereka butuhkan untuk memenuhi standar tenaga kerja mereka.
Kemudian, juga perlu
mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bekerja. Jadi kita perlu data
jumlah berapa anak yang sudah lulus pada tingkat SMA dan Sarjana agar gampang
memetakan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.
“Termasuk DPMPTSP Batang
perizinan terhadap tenant-tenant yang akan masuk KIT Batang harus dipermudah
sesuai peraturan perundang-undangan sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah,” ujar
dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)