Pasar Online Batang Alternatif Berbelanja Saat Covid-19
Batang - Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang bersama Paguyuban Pedagang Pasar Induk Batang membuat aplikasi Pasar Online sebagai alternatif bagi warga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19, dengan memanfaatkan ojek daring untuk pesan antar barang.
Batang - Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang
bersama Paguyuban Pedagang Pasar Induk Batang membuat aplikasi Pasar Online
sebagai alternatif bagi warga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari
di tengah pandemi Covid-19, dengan memanfaatkan ojek daring untuk pesan antar
barang.
Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Subiyanto
mengatakan, pasar online dapat dijadikan alternatif dalam berbelanja sekaligus
bentuk dukungan masyarakat terhadap imbauan Physical Distancing atau menjaga
jarak aman dan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah serta menghindari
kerumunan massa, karena proses jual beli cukup dilakukan melalui gawai.
“Pembeli bisa langsung tawar menawar harga melalui
aplikasi WhattsApp Pasar Online Batang. Setelah harga disepakati pedagang akan
memanggil ojek daring untuk mengirimkan barang yang dipesan,” kata Subiyanto
saat dikonfirmasi di Kantor Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Kamis
(23/4/2020).
Saat ini aplikasi Pasar Online baru diterapkan di
Pasar Induk Batang. Namun ke depan aplikasi itu juga akan diterapkan di Pasar
Limpung, Bandar dan Bawang.
“Dalam aplikasi itu konsumen bisa langsung melihat
dan memilih kolom komoditas yang akan dibeli, misalnya kolom khusus daging,
beras, ayam, sayuran dan lain-lain,” tuturnya.
Subiyanto mengutarakan, sementara ini hanya
menggunakan nomor WhatsApp 0823 2258 4811. Melalui nomor itu pembeli akan
dihubungkan kepada penjual barang untuk memesan kebutuhan yang diinginkan. Saat
ini pihak Disperindag bersama Diskominfo Batang sedang merumuskan aplikasi yang
tepat untuk menyempurnakan Pasar Online, sehingga dapat digunakan
terus-menerus.
Dirinya pun selalu mengingatkan agar para pedagang
dan pembeli menjaga kesehatan, hindari kerumunan massa, pakai masker jika
terpaksa harus keluar rumah, cuci tangan secara benar menggunakan sabun.
Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk
Batang, Anwar mengatakan, Pasar Online Batang menjadi solusi bagi para pedagang
yang mengalami penurunan omzet karena terdampak pandemi Covid-19.
“Kami membuat terobosan yaitu pemasaran secara
online, agar pedagang di dalam pasar tetap dapat berkiprah tapi tetap ada
omzet,” jelasnya.
Anwar memastikan ada kemudahan yang diperoleh
pembeli, karena akan dihubungkan langsung kepada pedagang, untuk bernegosiasi
tentang harga komoditas.
“Misalnya mau pesan ayam potong akan dihubungkan ke
penjualnya. Kalau pun ada ongkos kirim kami sangat fleksibel karena ditentukan
berdasarkan hasil negosiasi pedagang dan pembeli,” ungkapnya.
Untuk menjaga produk aman sampai ke tangan konsumen,
Anwar bersama angota pedagang lainnya telah bermitra dengan 10 pengemudi ojek
daring khusus.
“Kami memanfaatkan pengemudi ojek daring yang telah
dikenal, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)