Home / Berita / IKM UKM UMKM / BARU 8 BULAN, PKK BATANG RAUP RP63 JUTA HANYA DARI MINYAK JELANTAH

Berita

Baru 8 Bulan, PKK Batang Raup Rp63 Juta Hanya dari Minyak Jelantah

Batang Baru berjalan selama 8 bulan, salah satu program yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang yaitu program minyak jelantah berhasil mendapatkan omset sebesar Rp63 Juta.

Batang Baru berjalan selama 8 bulan, salah satu program yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang yaitu program minyak jelantah berhasil mendapatkan omset sebesar Rp63 Juta.

Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengatakan, tahun kemarin kita ingin fokus di satu program yaitu minyak jelantah yang tujuannya untuk menjaga lingkungan sekitar,” katanya dalam Sosialisasi Penguatan Program Minyak Jelantah Jadi Rupiah di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, awalnya program ini hanya bergerak di skala kecil dengan bergerak dari rumah ke rumah, warung ke warung, dan gerobak makanan ke gerobak makanan untuk mengedukasi tentang bahaya minyak jelantah bagi lingkungan.

“Minyak jelantah tersebut akan dibeli oleh PKK Kabupaten Batang dengan harga Rp7 ribu per liter, yang nantinya oleh supplier akan digunakan untuk bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan pengganti avtur,” jelasnya.

Untuk di tahun ini, PKK Kabupaten Batang akan lebih mengembangkan program ini dengan menggandeng mitra dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Batang dan bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (Perusda).

“Jadi, nanti dari teman-teman SPPG apabila ada minyak jelantah, bisa dikerjasamakan dengan kami, seperti contohnya kemarin di SPPG Kedawung kita menerima minyak jelantah sebesar 202,5 liter, nah ini sekaligus bisa menjadi ekonomi sirkuler,” terangnya.

Faelasufa menerangkan, ekonomi sirkuler adalah ekonomi yang seperti lingkaran jadi tidak terputus. Konsep ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memulihkan ekosistem dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Misalkan, SPPG yang minyak jelantahnya dibuang itu kan akan terputus, tapi jika minyak jelantahnya dijual dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar pesawat, maka itu merupakan salah satu contoh ekonomi sirkuler yang positif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pokja pada Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Setyo Prabowo menjelaskan rata-rata per SPPG bisa menghasilkan limbah padat (sampah organik dapur) sekitar 70-100 kg/hari dan minyak goreng jelantah 50-60 liter/hari.

“Harapannya SPPG dapat bekerjasama dengan penyedia jasa yang dalam hal ini bisa melalui PKK Kabupaten Batang untuk pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampahnya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Ardhy/Jumadi)