Deadline Coffee Tebar Hoki, Bisa Petik Angpao di Pohon Imlek
Batang - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek yang menandai tahun 2577 Kongzili, Deadline Coffee Batang menghadirkan inovasi menarik bagi para pelanggan. Selama dua hari, yakni 1718 Februari 2026, setiap pengunjung yang membeli menu minimal Rp100 ribu berkesempatan mengambil angpao yang digantung di pohon Imlek yang telah disediakan di area kafe.
Batang - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek yang menandai tahun 2577 Kongzili, Deadline Coffee Batang menghadirkan inovasi menarik bagi para pelanggan. Selama dua hari, yakni 1718 Februari 2026, setiap pengunjung yang membeli menu minimal Rp100 ribu berkesempatan mengambil angpao yang digantung di pohon Imlek yang telah disediakan di area kafe.
Pemilik
Deadline Coffee Batang Maria mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar
promosi, melainkan juga bagian dari perayaan budaya.
“Event
ini kami hadirkan untuk memperingati hari Imlek. Selain berbagi kebahagiaan,
kami juga ingin menghadirkan suasana yang hangat dan penuh harapan baik bagi
para pengunjung,” katanya saat ditemui di Deadline Coffee Batang, Kabupaten
Batang, Rabu (18/2/2026).
Tahun
Baru Imlek merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang menandai pergantian tahun
berdasarkan kalender Lunar. Perayaan ini melambangkan pembaruan, harapan, serta
keselarasan dengan alam.
“Selain
identik dengan lampion dan barongsai, Imlek juga lekat dengan tradisi berbagi
angpao. Angpao adalah amplop merah berisi uang yang umumnya diberikan oleh
mereka yang telah berkeluarga kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih
muda,” jelasnya.
Dalam
bahasa Mandarin, angpao disebut hóngbāo. Warna merah pada amplop dipercaya
membawa keberuntungan dan energi positif. Nilainya pun tidak semata diukur dari
jumlah uang di dalamnya, melainkan sebagai simbol doa, harapan kesejahteraan,
dan keberuntungan bagi penerima.
“Secara
historis, tradisi angpao diyakini telah ada sejak zaman Dinasti Qin 221206 SM.
Dalam legenda masyarakat Tiongkok, terdapat kisah tentang makhluk mitologi
bernama Nian yang muncul setiap pergantian tahun dan takut terhadap warna merah,”
terangnya.
Sejak
saat itu, warna merah dan pemberian uang yang diikat benang merah dipercaya
dapat mengusir hal buruk serta membawa perlindungan. Seiring waktu, tradisi
tersebut berkembang menjadi pemberian uang kertas dalam amplop merah yang
diwariskan turun-temurun hingga kini, tidak hanya saat Imlek, tetapi juga dalam
pernikahan, kelahiran, dan berbagai momen penting lainnya.
Maria
berharap, kegiatan pohon angpao ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi
pelanggan, tetapi juga membawa harapan baik bagi usaha yang baru dirintisnya.
“Semoga
membawa keberuntungan untuk pengunjung dan juga untuk kafe kami yang baru saja
buka,” harapnya.
Dengan
konsep tersebut, pengunjung yang datang pada 17 dan 18 Februari 2026 dinilai
menjadi pihak yang beruntung karena bisa merasakan suasana Imlek sekaligus
mendapatkan kesempatan memperoleh angpao secara langsung.
“Ke
depannya pada bulan ramadan ada promo by one get one dari jam 15.00 sampai
16.00 WIB dengan minimal Rp100 ribu,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)