Terjun ke 3T, Da'i Muda Berantas Buta Aksara Alquran
Batang - Menjelang bulan suci Ramadan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang memberikan kesempatan kepada para da'i muda untuk bertugas di daerah yang termasuk 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, para da'i muda akan memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat di Desa Pranten yang termasuk kategori daerah 3T.
Batang - Menjelang bulan suci Ramadan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang memberikan kesempatan kepada para da'i muda untuk bertugas di daerah yang termasuk 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri, para da'i muda akan memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat di Desa Pranten yang termasuk kategori daerah 3T.
Kepala
Kantor Kemenag Batang Mahrus mengatakan, peran para da'i muda ini nantinya
selama bulan Ramadan akan membimbing masyarakat agar ilmu Alquran hingga
akidahnya sesuai syariat Islam.
“Tugas
utamanya menjadi penceramah bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T dan
khusus kepada saudari Aulia akan ditugaskan di Pranten, utamanya memberantas
buta aksara Alquran,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Ia
berharap, nantinya masyarakat desa tersebut makin fasih membaca Alquran sesuai
makhrojnya serta memperkuat akidahnya.
“Program
ini merupakan yang ketiga kalinya sesuai arahan dari Kemenag RI, dan khusus di
Kabupaten Batang daerah 3T terfokus pada Kecamatan Bawang dan Reban,” jelasnya.
Sementara
itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Batang Munif
menerangkan, nantinya para da'i muda dapat berkolaborasi dengan para penyuluh
agama yang tersebar di Kantor Urusan Agama area 3T tersebut.
“Jika
melihat potensi da'i muda, mereka mengembangkan bakat sebagai penceramah selama
momentum Ramadan,” terangnya.
Salah
satu da'i muda sekaligus mahasiswi Universitas Abdurrahman Wahid Pekalongan,
Aulia Hanifatul Ummah dari Bodeh Pemalang yang memiliki bakat komunikasi
berencana untuk mengembangkannya di bidang dakwah.
“Rencananya
nanti akan membentuk kelompok kajian khusus bapak-bapak maupun ibu-ibu, baik
ilmu tajwid maupun kajian kitab,” tuturnya.
Ia
mengaku terpilih menjadi salah satu da'i muda yang diterjunkan ke wilayah 3T,
karena sebelumnya lolos seleksi Da'i Muda Indonesia di bawah Kemenag RI.
“Saya
terjun ke daerah 3T karena berniat mengamalkan ilmu yang didapat sesuai prinsip
sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi lingkungannya,” ungkapnya.
Sementara,
Tri Endang Winarsih usai mendampingi putrinya, sempat memberikan pesan khusus
kepada Aulia agar memanfaatkan kesempatan terjun ke tengah masyarakat untuk
mendapatkan pengalaman.
“Ambil
pelajaran selama berkiprah sebagai da'i muda di Pranten, supaya tambah
pengalaman dan nilainya bagus, biar cepat selesai kuliahnya,” ujar dia.
Sebagai
orang tua, tentu tak bisa berpisah dari putrinya, namun demi keberhasilan maka
dengan keikhlasan selama lebih dari 40 hari harus berpisah.
“Ya nanti pas lebaran saya yang berkunjung, nanti bisa saya bawakan makanan kesukaannya,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)