Home / Berita / Stabilisasi Harga Bahan Pangan / HARGA AYAM DI PASAR BATANG TEMBUS RP42 RIBU

Berita

Harga Ayam di Pasar Batang Tembus Rp42 Ribu

Batang - Langkah kaki di lorong Pasar Batang belakangan ini terasa lebih berat bagi para pedagang ayam. Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek, suasana pasar yang biasanya riuh dengan transaksi justru terasa lesu. Penyebabnya klasik namun menyesakkan: harga daging ayam yang mulai merangkak naik.

Batang - Langkah kaki di lorong Pasar Batang belakangan ini terasa lebih berat bagi para pedagang ayam. Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek, suasana pasar yang biasanya riuh dengan transaksi justru terasa lesu. Penyebabnya klasik namun menyesakkan: harga daging ayam yang mulai merangkak naik.

Bagi para pedagang, momen menjelang hari besar keagamaan biasanya menjadi ladang rezeki. Namun kali ini, kenaikan harga justru menjadi ganjalan bagi daya beli masyarakat.

Salah satu pedagang ayam potong Murindayah (57) mengungkapkan, bahwa harga ayam potong kini telah menyentuh angka Rp42 ribu per kilogram, melampaui harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu.

“Sudah naik sekitar semingguan ini. Sekarang Rp42 ribu sekilo. Sebelumnya Rp38 sampai Rp40 ribu,” katanya saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (18/2/2026).

Kekhawatiran Murindayah bukan tanpa alasan. Meski kenaikan harga menjelang hari besar adalah pola tahunan, sepinya pembeli kali ini terasa berbeda.

“Biasanya kalau mau puasa mulai ramai, tapi sekarang masih sepi. Tak hanya ayam potong, ayam kampung pun ikut "terbang" harganya,” jelasnya.

Atun (40), pedagang lainnya, menyebutkan harga ayam kampung kini bertengger di angka Rp100 ribu per kilogram, naik sepuluh ribu rupiah dari harga sebelumnya.

“Naiknya sejak dua hari ini. Memang kalau mau puasa dan Imlek biasanya harga naik,” ungkapnya.

Ia bahkan memprediksi harga ini belum mencapai puncaknya. Jika sudah memasuki bulan Ramadan nanti, harga ayam kampung diperkirakan bisa menyentuh angka Rp125 ribu per kilogram.

Siasat Pembeli: Hanya Cari Daging Utama

Kondisi ini memaksa konsumen lebih selektif. Sri (58), pedagang lainnya, merasakan betul betapa sulitnya menjual bagian ayam selain daging. Saat harga melambung, pembeli enggan melirik bagian pelengkap.

“Ceker, balungan, kepala susah jualnya. Yang dicari kebanyakan dagingnya saja,” tutur.

Sri sangat berharap harga bisa segera mendarat di angka stabil, yakni sekitar Rp37 ribu hingga Rp38 ribu. Baginya, harga saat ini sudah tergolong mahal, bahkan jika dibandingkan dengan proyeksi harga saat Lebaran nanti.

“Sekarang mahal. Biasanya Rp37 atau Rp38 ribu sekilo. Kalau Lebaran paling Rp40 ribu,” ujar dia.

Kini, para pedagang di Pasar Batang hanya bisa berharap agar stabilitas harga segera kembali. Mereka merindukan keriuhan pasar di mana pembeli datang tanpa ragu, sehingga momen Ramadan dan Imlek tahun ini tidak menjadi beban bagi kantong rakyat kecil maupun keberlangsungan usaha mereka. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)