Home / Berita / Kegiatan Keagamaan / WARGA MUHAMMADIYAH BATANG SALAT TARAWIH PERDANA PENUH KEKHUSYUKAN

Berita

Warga Muhammadiyah Batang Salat Tarawih Perdana Penuh Kekhusyukan

Batang - Usai penetapan 1 Ramadan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Batang menggelar salat tarawih dan witir perdana. Salah satunya di Masjid Bustanul Jannah Kebonan Proyonanggan Utara yang menggelar salat tarawih berjamaah yang diikuti ratusan jemaah dengan penuh kekhusyukan, Selasa (17/2/2026).

Batang - Usai penetapan 1 Ramadan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, seluruh warga Muhammadiyah di Kabupaten Batang menggelar salat tarawih dan witir perdana. Salah satunya di Masjid Bustanul Jannah Kebonan Proyonanggan Utara yang menggelar salat tarawih berjamaah yang diikuti ratusan jemaah dengan penuh kekhusyukan, Selasa (17/2/2026).

Takmir Masjid Bustanul Jannah, Ustaz Amiril mengimbau kepada jemaah warga Muhammadiyah di wilayah Kebonan dan sekitarnya, meski menjalankan salat tarawih lebih awal, tetap harus saling menghormati perbedaan.

“Kerukunan umat Islam haruslah dijunjung tinggi, walaupun warga Muhammadiyah menjalankan ibadah tarawih maupun puasa lebih dulu,” tegasnya.

Diperkirakan di hari pertama salat tarawih akan diikuti lebih dari 200 jemaah pria dan wanita, baik dari wilayah Kebonan maupun Karangasem dan sekitarnya.

“Jemaah yang tarawih di sini tidak hanya dari Kebonan, tapi sering kali juga diikuti oleh jemaah dari Karangasem Selatan dan Utara, Kasepuhan bahkan dari luar daerah tersebut pun ada,” jelasnya.

Semangat untuk menjalankan ibadah salat tarawih dan witir pun ditunjukkan oleh warga, yang telah berdatangan sejak sebelum salat Isya.

Salah satunya Widiarto yang rutin menjadi jemaah salat tarawih dan witir dan mengikuti berbagai kegiatan Ramadan di Masjid Bustanul Jannah.

“Persiapan hari pertama salat tarawih ya, semuanya harus bersih dan pastinya berupaya meningkatkan ketaqwaan. Kegiatan yang biasa diikuti saat Ramadan, kajian tiap hari Sabtu dan lainnya,” ungkapnya.

Sebagai warga Muhammadiyah, ia tak mempermasalahkan perbedaan dalam penentuan waktu salat tarawih maupun puasa.

“Perbedaan itu sebetulnya indah dan tidak perlu dipermasalahkan, yang penting bisa beribadah dengan baik, ada yang tarawih hari ini, ada yang besok, silakan,” ujar dia.

Ia mengharapkan, semua pihak tetap menjaga kerukunan umat, dengan saling menghargai keputusan masing-masing.

“Jadi dipersilakan saja, sesuai keyakinan dari tiap pribadi umat Islam,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)