Kompetisi Otomotif SMK, Cetak Mekanik Andal di Batang
Batang - Menyikapi makin banyaknya kebutuhan akan tenaga mekanik sepeda motor berkompeten, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Batang menggelar Lomba Keterampilan Siswa. Sebanyak 14 SMK yang membidangi teknik otomotif mengikuti kompetisi teknik perawatan dan perbaikan sepeda motor, di ruang Teaching Factory SMK Bhakti Praja, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).
Batang - Menyikapi makin banyaknya kebutuhan akan tenaga mekanik sepeda motor berkompeten, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Batang menggelar Lomba Keterampilan Siswa. Sebanyak 14 SMK yang membidangi teknik otomotif mengikuti kompetisi teknik perawatan dan perbaikan sepeda motor, di ruang Teaching Factory SMK Bhakti Praja, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).
Lewat
kompetisi tahunan ini, Bendahara MKKS SMK Batang, Yayan Hariadi berupaya
mencetak pelajar SMK khususnya yang berkompeten di teknik sepeda motor, untuk
berkompetisi di kancah nasional.
“Tidak
sekadar juara yang bisa mewakili Kabupaten Batang di tingkat provinsi, tapi
siswa juga harus bersiap untuk berkompetisi di even Kemendikdasmen yang
cenderung lebih variatif,” jelasnya.
Jika
sebelumnya hanya diikuti khusus SMK, namun tahun mendatang even tahunan
tersebut juga akan diikuti oleh jenjang SMA maupun MA.
“Lombanya
tidak cuma mekanik sepeda motor, tapi bisa juga teknologi informasi yang seringkali
jadi fokus pelajar SMA/MA,” ungkapnya.
Kepala
SMK Bhakti Praja Batang Riyanto menerangkan, peserta dikhususkan bagi SMK yang
memiliki kejuruan pada bidang otomotif. Hal ini karena dari 28 SMK di Kabupaten
Batang sebagian di antaranya tidak memiliki kejuruan teknik sepeda motor.
“Peserta
sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak beberapa waktu lalu, sehingga
ketika berkompetisi mereka lebih sportif. Dewan juri tinggal menentukan mana
yang berkompeten dan mampu mewakili Kabupaten Batang di kancah provinsi maupun
nasional,” terangnya.
Pengamat
otomotif sekaligus juri lomba, Fathurrochman Ghozali mengakui siswa menguasai
tugasnya dalam melakukan perawatan berkala sepeda motor hingga pengukuran
kelistrikan. Harapannya, nanti akan menemukan siswa berkompeten yang siap
mewakili di kompetisi kancah provinsi maupun nasional.
“Di
sisi lain mereka yang berkompeten justru jadi sasaran bengkel-bengkel motor
resmi untuk direkrut menjadi tenaga mekanik. Jadi kompetisi ini juga
dimanfaatkan untuk menjaring bibit mekanik unggul yang siap ditempatkan di
bengkel resmi se-Jawa Tengah,” tegasnya.
Sejumlah
persyaratan harus dimiliki calon mekanik agar masuk kualifikasi sebagai tenaga
teknis di sebuah bengkel resmi. Di antaranya siswa memiliki komitmen dalam
pembelajaran, serta pendidik turut memotivasi agar sinergi antara pembelajaran
dan praktik lapangan.
Salah
satu siswa SMK Negeri 1 Warungasem Fahri mengutarakan, sebelum berkompetisi
telah berlatih dengan memfokuskan pada servis kendaraan berkala. Kompetisi ini
juga menjadi ajang uji kemampuan sebelum nanti terjun ke dunia bisnis
perbengkelan.
“Rencananya
kalau udah lulus mau buka bengkel motor sendiri, karena sebelumnya sudah pernah
praktik langsung di bengkel motor,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)