Home / Berita / Pemuda dan Olahraga / MEGONO CUP 2026: MENCETAK GENERASI EMAS RENANG PANTURA BERSTANDAR NASIONAL

Berita

Megono Cup 2026: Mencetak Generasi Emas Renang Pantura Berstandar Nasional

Batang - Ratusan bibit atlet renang dari berbagai daerah beradu cepat di even Megono Cup 2026 di THR Kramat, Kabupaten Batang, Minggu (8/2/2026).

Batang - Ratusan bibit atlet renang dari berbagai daerah beradu cepat di even Megono Cup 2026 di THR Kramat, Kabupaten Batang, Minggu (8/2/2026).

Manajer Kompetisi Megono Cup 2026 Tisna Zuhri Madina menjelaskan, bahwa kejuaraan ini memang dirancang sebagai event pemula yang berkelanjutan dan selaras dengan agenda resmi Federasi Akuatik Indonesia (FAI), termasuk Porprov Jawa Tengah.

“Gelaran ini diikuti oleh sekitar 500 atlet putra dan putri. Mereka berasal dari lima wilayah di eks-Karesidenan Pekalongan dan sekitarnya, yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Event ini menjadi ajang pembinaan karakter dan mental bertanding sejak dini. Harapannya, atlet-atlet muda seperti Althaf bisa naik jenjang ke event resmi tingkat provinsi.

Standar Nasional dan Filosofi Lokal

“Turnamen ini tidak main-main dalam urusan teknis. Megono Cup 2026 mempertandingkan total 150 nomor lomba yang terbagi rata untuk putra dan putri. Seluruh pertandingan digelar di kolam 50 meter berstandar nasional milik Pemkab Batang, lengkap dengan dukungan timing system semi otomatis yang mengacu pada standar Porprov,” terangnya.

Pemilihan nama "Megono" pun memiliki filosofi mendalam. Sebagai kuliner khas Pantura, Megono menjadi simbol kebersamaan lima daerah yang terlibat. Kedepannya, ajang ini direncanakan menjadi piala bergilir di daerah-daerah yang memiliki kekhasan kuliner serupa.

Penasihat FAI Batang Sys Mandayun menegaskan, dukungan penuhnya terhadap penguatan basis atlet dari akar rumput.

“Kami berharap event seperti ini bisa mencetak atlet-atlet berbakat yang nantinya berprestasi dan membawa nama baik Indonesia,” harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Teguh Supriyatno menilai Megono Cup adalah solusi atas minimnya wakil atlet renang Batang di ajang Porprov selama ini. Dengan fokus pada peserta kelahiran tahun 2014 hingga 2021, ajang ini menjadi fondasi penting.

“Ini kelompok umur, investasinya jangka panjang. Target kami ke depan, atlet Batang yang lolos Porprov bisa lebih banyak dan berprestasi,” tegasnya.

Di tengah ketatnya persaingan, semangat anak-anak seperti Muhammad Althaf Anica (8) menjadi nyawa dari kejuaraan ini. Siswa kelas 1 SD Kauman 7 yang tergabung dalam Club Pesona Aquatic Batang tersebut tampak antusias meski ini baru pengalaman keduanya di kejuaraan besar.

“Senang bisa ikut lomba,” ungkap Althaf singkat usai menuntaskan nomor lombanya.

Sembari menggenggam handuk, bocah yang turun di kelompok umur 8 tahun ini mengungkapkan ambisinya untuk serius di dunia akuatik.

“Ke depannya pengin jadi atlet yang benar dan berprestasi, biar bisa membanggakan orang tua,” ujar dia.

Kehadiran Althaf dan ratusan perenang cilik lainnya di Megono Cup 2026 menjadi sinyal positif bahwa regenerasi atlet renang di Jawa Tengah, khususnya wilayah Pantura, tengah melaju di jalur yang tepat. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)