Sehari 70 Ton Aspal, Lubang Pantura BatangPemalang Dikebut
Batang - Jalur Pantai Utara (Pantura) ruas BatangPemalang terus menjadi fokus penanganan intensif Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa TengahDIY. Setiap hari, tujuh tim diterjunkan untuk menambal ratusan lubang yang muncul akibat cuaca ekstrem.
Batang - Jalur Pantai Utara (Pantura) ruas BatangPemalang terus menjadi fokus penanganan intensif Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa TengahDIY. Setiap hari, tujuh tim diterjunkan untuk menambal ratusan lubang yang muncul akibat cuaca ekstrem.
Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 PemalangPlelen Ridwan Umbara mengatakan, penanganan
dilakukan secara masif demi menjaga kelancaran arus lalu lintas di salah satu
jalur utama nasional tersebut.
“Setiap
hari kami menerjunkan tujuh tim untuk menambal lubang jalan di sepanjang
Pantura dari Batang sampai Pemalang,” katanya saat ditemui di Jalan Jenderal
Sudirman Kabupaten Batang, Senin (2/2/2026).
Setiap
tim dibekali satu dump truck berisi sekitar 10 ton aspal hotmix. Artinya, total
aspal yang digunakan dalam sehari mencapai 70 ton. Dengan tujuh armada yang
bergerak serentak, setiap hari total aspal yang kami gelontorkan mencapai 70
ton.
“Volume
tersebut digunakan untuk menutup sekitar 180 titik kerusakan jalan setiap
harinya. Penanganan dilakukan dengan metode sweeping atau penyisiran rutin,
bukan hanya menunggu laporan Masyarakat,” jelasnya.
Namun,
tantangan terbesar datang dari faktor cuaca. Hujan deras yang hampir turun
setiap hari menyebabkan lubang baru terus bermunculan.
“Kalau
bicara lahirnya lubang baru saat hujan, rata-rata di angka 160 lubang per
hari,” ungkapnya.
Menurut
dia, pekerjaan penambalan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca karena
aspal hotmix tidak bisa diaplikasikan saat permukaan jalan basah.
“Saat
hujan deras, patching kami hentikan. Kami tunggu agak terang, kami keringkan,
lalu kami tambal lagi,” tuturnya.
Ia
mencontohkan, hujan yang turun selama tiga hari berturut-turut sempat
mengganggu ritme kerja tim di lapangan. Mau menambal hujan lagi, mau menambal
hujan lagi, jadi ritmenya terganggu.
Meski
demikian, kondisi cuaca yang mulai membaik sejak akhir Januari membantu
percepatan penanganan. Hingga awal Februari, sekitar 80 persen lubang di ruas
BatangPemalang telah berhasil ditutup.
“Alhamdulillah
cerah, tinggal 20 persen lubang jalan. Semoga cuaca cerah,” ujar dia.
Selain
penambalan sementara, BBPJN juga menyiapkan perbaikan struktural di sejumlah
titik krusial. Di antaranya pada KM 61 hingga KM 85, yang mulai dilapisi AC
Binder sebagai lapisan pondasi sebelum diperkuat dengan rigid beton.
“Untuk
KM 79 di wilayah Kecamatan Tulis sudah mulai kami rigid. Perhatian khusus juga
diberikan di kawasan Penundan, tepatnya di sekitar KM 61. Kerusakan di titik
tersebut dipicu adanya saluran air di bawah badan jalan yang merusak struktur
dari dalam,” terangnya.
Untuk
mengatasi persoalan itu, BBPJN menyiapkan penanganan jangka panjang berupa
pembangunan sistem drainase baru.
“Nanti
setelah Lebaran akan kami bikinkan drainase agar kerusakan tidak berulang,” tandasnya.
Saat
ini, fokus utama BBPJN adalah memastikan kondisi jalan nasional tersebut mantap
dan aman dilalui sebelum arus mudik Lebaran mendatang, meski harus berpacu
dengan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)