Undip Gandeng Indomaret Perluas Pasar Kelengkeng Khas Batang
Batang - Memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, kelengkeng khas Kabupaten Batang dipilih oleh Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama Undip (BPK2U) untuk dikembangkan bersama perusahaan ritel Indomaret dan Pemda setempat. Lahan seluas 1,5 hektar di Undip Batang, ditanami 300 pohon kelengkeng yang nantinya siap untuk menyuplai kebutuhan konsumen Indomaret di wilayah Bandar dan sekitarnya.
Batang - Memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, kelengkeng khas Kabupaten Batang dipilih oleh Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama Undip (BPK2U) untuk dikembangkan bersama perusahaan ritel Indomaret dan Pemda setempat. Lahan seluas 1,5 hektar di Undip Batang, ditanami 300 pohon kelengkeng yang nantinya siap untuk menyuplai kebutuhan konsumen Indomaret di wilayah Bandar dan sekitarnya.
Kepala
BPK2U Bambang Waluyo H.E.P mengatakan, dipilihnya lahan di Undip sebagai wujud
kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Indomaret yang didukung Pemkab Batang
dalam mempersiapkan suplai kelengkeng di wilayah Bandar.
“Langkah
ini sebagai upaya memberdayakan petani kelengkeng sekaligus berkolaborasi
dengan para akademisi untuk meneliti, hingga menemukan varietas unggul,” katanya,
usai melakukan penanaman, di lahan Undip Batang, Kecamatan Bandar, Kabupaten
Batang, Jumat (30/1/2026).
Nantinya,
akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh para akademisi Undip, hingga
menemukan varietas unggul yang dapat mendapatkan keuntungan lebih besar bagi
petani.
“Ke
depan varietas unggul itu nantinya diupayakan bisa memenuhi konsumsi dalam
negeri atau bahkan komoditas ekspor,” harapnya.
Executive
Director Microeconomics Indomaret, Feki Octavianus menerangkan, penanaman
perdana kelengkeng khas Batang ini merupakan realisasi dari program satu desa
satu produk. Maka perlu disempurnakan secara khusus, agar Indomaret sebagai
penjamin pasokan pasar, mendapatkan produk yang berkualitas.
“Kami
akan memperbesar pasar kelengkeng khas Batang, salah satunya berkolaborasi
dengan kalangan akademisi. Tentunya setelah hasilnya besar di Kota Batang,
otomatis akan disebarkan di konsumen Indomaret secara nasional,” tegasnya.
Ia
memastikan, kualitas kelengkeng khas Batang sudah baik, rasanya pun mampu
bersaing dengan kelengkeng impor.
“Rencananya
sebanyak 10 ribu pohon kelengkeng akan ditanam di beberapa desa yakni Kuripan
Subah, Limpung dan sekitarnya,” jelasnya.
Sementara
itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik
antara petani, akademisi dengan perusahaan ritel modern Indomaret, dalam
membangun rantai pasok. Pelibatan petani di dalamnya menjadi contoh yang baik,
karena semua pihak mendapat keuntungan.
“Terima
kasih kolaborasi dengan Undip yang menyiapkan lahan untuk demplot seluas 1,5
hektar yang ditanami pohon kelengkeng. Nanti hasil panennya akan dibeli
Indomaret, karena pola ini akan diterapkan di beberapa daerah,” ujar dia. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)