Home / Berita / Acara Mentri / MENKO PANGAN DORONG KEMITRAAN RITEL DAN KOPERASI DESA

Berita

Menko Pangan Dorong Kemitraan Ritel dan Koperasi Desa

Batang - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan besarnya dampak ekonomi dari program pemenuhan pangan nasional saat menghadiri kegiatan kemitraan Indomaret di Pendapa Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026).

Batang - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menegaskan besarnya dampak ekonomi dari program pemenuhan pangan nasional saat menghadiri kegiatan kemitraan Indomaret di Pendapa Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mencontohkan kebutuhan pangan bergizi untuk anak-anak yang volumenya sangat besar jika dihitung secara nasional.

“Kalau perlu telur satu hari satu, tahun ini kita perlu 82,9 juta butir telur satu hari. Itu baru makanan bergizi untuk anak-anak, belum yang lain. Kalau kita perlu sayur, maka kita perlu 82,9 juta mangkok sayur satu hari. Buah, perlu 82,9 juta buah satu hari. Bayangkan dampak ekonominya,” jelasnya.

Menurut dia, besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang besar bagi peternak, petani, pelaku UMKM, hingga pelaku distribusi pangan di daerah termasuk Kabupaten Batang. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden RI telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis di sektor pangan yang pelaksanaannya terus dipantau langsung di lapangan.

“Saya sudah satu tahun empat bulan rapat terus melahirkan kebijakan-kebijakan, ada 25 Inpres, Perpres, Keppres diberikan kepada saya. Presiden perintahkan dalam satu minggu tiga hari ke lapangan untuk cek, bagaimana makanan bergizi, bagaimana pelaksanaannya, bagaimana dampaknya,” terangnya.

Selain program makanan bergizi, pemerintah juga tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) dalam skala besar. Program ini, kata dia, dijalankan dengan dukungan TNI.

“Kita akan bangun 80.000 koperasi desa dan kelurahan. Insyaallah bulan Mei ini bisa 30.000 jadi,” ungkapnya.

Ia membandingkan jumlah tersebut dengan jaringan ritel modern. Indomaret nantinya akan ada 24.000. Ini koperasi desa dan kelurahan akan kita bangun 80.000. Kopdes nantinya akan menjadi simpul distribusi sekaligus penampung hasil produksi masyarakat desa, mulai dari produk UMKM hingga hasil pertanian dan perikanan.

“UMKM, hasil pertanian, gabah, jagung, ikan, telur, ayam, sayur, buah ditampung oleh Kopdes. Nanti Kopdes akan mensuplai kebutuhan berbagai program pemerintah,” imbuhnya.

Setiap Kopdes, juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti kendaraan operasional, cold storage, serta menjadi agen sembako, LPG, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya.

“Kopdes ini akan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan, bantuan tunai, alat-alat pertanian, dan seterusnya. Inilah yang disebut gerakan ekonomi rakyat,” ujar dia.

Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan gagasan Ekonomi Pancasila yang menekankan kesetaraan, keadilan, dan kebersamaan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945.

Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas dukungan terhadap program pangan nasional, termasuk dalam penguatan produksi dan distribusi beras serta jagung.

“Tanpa TNI susah membangun 30.000 koperasi secara serentak. Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)