Home / Berita / Kesehatan / RS QIM BATANG GELAR EDUKASI GIZI ANAK

Berita

RS QIM Batang Gelar Edukasi Gizi Anak

Batang — Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) Ke-66, Ahli Gizi, Promkes dan Humas Rumah Sakit QIM Batang menggelar kegiatan Penyuluhan Gizi. Kegiatan ini menyasar ibu dan anak yang sedang menjalani rawat inap, sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.

Batang — Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) Ke-66 Ahli Gizi, Promkes dan Humas Rumah Sakit QIM Batang menggelar kegiatan Penyuluhan Gizi. Kegiatan ini menyasar ibu dan anak yang sedang menjalani rawat inap, sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.

Ahli Gizi RS QIM Batang Noviyanti Wahyu Cristiana menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut menghadirkan Dokter Tri Setyo Rini, Dokter Spesialis Anak RS QIM Batang, sebagai narasumber utama dengan tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045.”

“Isi kegiatan ini meliputi tanya jawab edukatif seputar penyakit anak serta penampilan video demo masak pembuatan sempol tempe dan puding. Melihat kondisi anak-anak yang sering mengalami diare, maka dipilih menu sempol tempe yang tinggi protein,” katanya, saat ditemui di Ruang Gizi RS QIM Batang, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).

Dari hasil evaluasi, banyak peserta menilai kegiatan ini bagus dan tertarik untuk mencoba sendiri cara pembuatannya.

Sementara narasumber, dokter Tri Setyo Rini menekankan, pentingnya pengenalan makanan sejak dini, khususnya pada masa MPASI, serta pemahaman orang tua terhadap selera makan anak yang tidak bisa disamakan dengan selera orang dewasa.

“Selera makan anak tidak boleh disamakan dengan selera makan ibu, misalnya anak suka cumi sementara ibunya tidak, jangan justru tidak diberikan. Sejak usia enam bulan anak harus dikenalkan dengan berbagai jenis makanan, sehingga saat nafsu makan menurun, ibu bisa mencari alternatif menu lain,” jelasnya.

Ahli Gizi RS QIM Batang Aisyah Sekar Dewi menegaskan, bahwa makanan sehat tidak selalu harus mahal atau berbahan impor.

“Hidangan sehat tidak harus seperti salmon, bisa sempol tempe yang ditambah ayam cincang juga memiliki nutrisi tinggi, membantu menaikkan berat badan, melancarkan pencernaan,” terangnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan anak yang gemar mengonsumsi jajanan di luar rumah, sehingga diperlukan peran orang tua dalam menyediakan alternatif camilan sehat.

“Kita ingin menginspirasi ibu-ibu agar bisa membuat snack sehat sendiri di rumah menggunakan bahan yang higienis,” ujar dia.

Melalui kegiatan ini, RS QIM Batang berharap dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pemenuhan gizi anak, sebagai langkah nyata mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (MC Batang, Jateng/Ian/Jumadi)