Tercatat Rekor Muri, Edukasi Gizi Serentak Dilakukan 2 Titik di Batang
Batang - Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Batang menggelar kegiatan edukasi gizi bagi pelajar SMP Negeri 4 Batang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Edukasi Gizi Serentak yang dilaksanakan secara nasional di ribuan titik lokasi di seluruh Indonesia.
Batang - Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kabupaten Batang menggelar kegiatan edukasi gizi bagi pelajar SMP Negeri 4 Batang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Edukasi Gizi Serentak yang dilaksanakan secara nasional di ribuan titik lokasi di seluruh Indonesia.
Ketua
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERSAGI Batang Inayati mengatakan, kegiatan
tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai gizi seimbang kepada peserta
didik sejak dini, sebagai upaya menyiapkan generasi emas Indonesia pada tahun
2045.
“Edukasi
ini dilaksanakan serentak di 1.846 titik di seluruh Indonesia dan diprediksi
akan mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Sasarannya mulai dari
peserta didik TK, SD, SMP, hingga SMA,” katanya saat ditemui di SMPN 4 Batang,
Kabupaten Batang, Rabu (21/1/2026).
Di
Kabupaten Batang sendiri, edukasi gizi dilaksanakan di dua lokasi, yakni SMPN 4
Batang dan SMPN 1 Limpung. Kegiatan ini melibatkan 56 anggota PERSAGI Batang
yang tersebar di 21 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Batang.
Inayati
menambahkan, edukasi gizi ini penting untuk mengubah kebiasaan konsumsi remaja
yang saat ini cenderung memilih makanan cepat saji dan jajanan kurang sehat.
“Melalui
kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya pola makan seimbang yang terdiri
dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Selain itu, PERSAGI Batang juga
menyoroti kebiasaan konsumsi minuman tertentu di kalangan remaja, khususnya
remaja putri,” jelasnya.
Inayati
juga mengingatkan, konsumsi teh secara berlebihan dapat berdampak kurang baik
bagi kesehatan.
“Remaja
putri yang sedang menstruasi rentan mengalami anemia. Jika terlalu sering
mengonsumsi teh, penyerapan zat besi bisa terhambat dan memperparah kondisi
kurang darah,” terangnya.
Sebagai
alternatif, PERSAGI merekomendasikan remaja untuk memilih minuman yang lebih
sehat seperti air putih, es jeruk, atau jeruk hangat yang lebih mendukung
kebutuhan gizi tubuh.
Sementara
itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Batang Nasron, menyambut baik
kegiatan edukasi gizi tersebut.
“Pemahaman
gizi sangat penting bagi peserta didik karena berkaitan erat dengan kesehatan
saat ini maupun di masa mendatang. Kami sangat berterima kasih dan bangga.
Anak-anak memang perlu diberi pemahaman tentang gizi karena gizi erat kaitannya
dengan kesehatan dan masa depan mereka,” terangnya.
Ia
berharap, setelah mendapatkan edukasi gizi, para siswa dapat mengubah pola
jajannya menjadi lebih sehat dan bergizi. Menurutnya, materi yang disampaikan
tidak hanya berdampak bagi siswa, tetapi juga bisa diteruskan ke lingkungan
keluarga.
“Rencananya
tiap kelas akan diambil perwakilan dua siswa untuk menularkan pemahaman gizi
ini kepada teman-temannya, bahkan ke keluarga di rumah. Dengan jumlah siswa
sekitar 667 orang, kami berharap dampaknya bisa dirasakan lebih luas di
masyarakat,” pungkasnya.
Melalui
kegiatan edukasi gizi ini, PERSAGI Batang berharap kesadaran akan pentingnya
pola makan sehat dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi kebiasaan positif
dalam kehidupan sehari-hari. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)